Diskusi The Laws of Anime

Discussion in 'Obrolan Otaku' started by Dejiko, 18 December 2013.

  1. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    Sumber: Disini

    Catt: Penulis hanya menerjemahkan, Kepemilikan ide dan kreatifitas kembali ke doubledoank

    1 - 40 di ambil dari tulisan om sher di facebook tanpa izin pemiliknya. sedangkan 41-100 transletan saya sendiri.

    akan ada kata yang tersensor dibawah ini dikarenakan konfigurasi sistem. tapi kalian pasti tau apa maksudnya
    =========================================================================================​
    The laws of Anime is a growing list of physical, universal, and natural phenomenon that seem to appear in various forms in all sorts of anime. The original intent was an effort to classify these incidents into a list of "laws" that explained how Anime physics are different from our own (real?) world. It is our hope that you find them useful to studying Anime, or at the very least, worth a good chuckle.
    Hukum Anime adalah daftar pertumbuhan fenomena fisik, universal, dan alami yang tampaknya muncul dalam berbagai bentuk dalam segala macam anime. Maksud aslinya adalah upaya untuk mengklasifikasikan insiden ini ke dalam daftar "hukum" yang menjelaskan bagaimana fisika di Anime berbeda dari dunia dunia (nyata?) kita. Ini merupakan harapan kami agar kau merasa hal ini berguna untukmu yang ingin mempelajari Anime, atau setidaknya, cukup bernilai sebagai pengocok perut.

    #1 - Law of Metaphysical Irregularity- The normal laws of physics do not apply.
    Hukum #1 - Hukum Irregularitas Metafisika - Hukum fisika normal tidak berlaku.

    #2 - Law of Differential Gravitation- Whenever someone or something jumps, is thrown, or otherwise is rendered airborne, gravity is reduced by a factor of 4. * Some things have been known to "Float" for a few seconds before plummeting to hit the ground, vehicle, or someone’s cranium.
    Hukum #2 - Hukum perbedaan gravitasi - Jika ada sesuatu, dimanapun atau apapun itu, loncat kebawah, terlempar, ataupun melayang, maka faktor gravitasi akan berkurang dalam faktor kelipatan 4

    #3 - Law of Sonic Amplification, First Law of Anime Acoustics- In space, loud sounds, like explosions, are even louder because there is no air to get in the way.
    Hukum #3 - Hukum Amplifikasi suara, Bagian 1 dari Hukum Suara dalam Anime - Di luar angkasa, suara keras (contoh: ledakan) akan terdengar lebih keras dikarenakan tidak ada udara yang menghalangi.

    #4 - Law of Constant Thrust, First Law of Anime Motion- In space, constant thrust equals constant velocity.
    Hukum #4 - Hukum Kestabilan Daya Dorong, Bagian 1 dari Hukum Gerak dalam Anime - Di luar angkasa, daya dorong yang konstan sama dengan kecepatan yang konstan.

    #5 - Law of Mechanical Mobility, Second Law of Anime Motion- The larger a mechanical device is, the faster it moves, Armoured Mecha are the fastest objects known to human science.
    Hukum #5 - Hukum Gerak Mekanis, Bagian 2 dari Hukum Gerak dalam Anime - Semakin besar suatu benda, semakin cepat benda tersebut bergerak. Robot/Mecha dengan pelindung adalah objek tercepat yang pernah ada dalam dunia sains manusia.

    #6 - Law of Temporal Variability- Time is not a constant. Time stops for the hero whenever he does something "cool" or "impressive". Time slows down when friends and lovers are being killed and speeds up whenever there is a fight.
    Hukum #6 - Hukum Temporaritas Variabel - Waktu tidak konstan. Waktu akan berhenti saat chara utama/salah satu chara utama melakukan apapun itu yang bersifat "keren" atau "impresif". Waktu melambat saat ada teman atau pacar dari chara utama yang mati. Waktu bergerak semakin cepat saat ada pertarungan.

    #7 - First Law of Temporal Mortality- "Good Guys" and "Bad Guys" both die in one of two ways - either so quick they don’t even see it coming, OR it’s a long drawn out affair where the character gains much insight to the workings of society, human existence or why the toast always lands butter side down. *NOTE: Sometimes, Anime heroes or villains never really die! In these rare cases they were a clone or cyborg and the real hero/villain’s suspiciously missing in "Malletspace", or something.
    Hukum #7 - Bagian 1 dari Hukum Mortalitas Sementara - "Karakter baik" dan "Karakter jahat" akan meninggal dalam 2 cara: Sangat cepat hingga mereka tidak sadar; atau sangat lama hingga akan terlihat kilas balik dari kehidupan mereka, pekerjaan mereka, dsb.

    #8 - Second Law of Temporal Mortality- It takes some time for bad guys to die... regardless of physical damage. Even when the "Bad Guys" are killed so quickly they don’t even see it coming, it takes them a while to realize they are dead. This is attributed to the belief that being evil damages the Reality Lobe of the brain.
    Hukum #8 – Bagian 2 dari Hukum Mortalitas Sementara – Akan butuh waktu beberapa saat untuk karakter jahat agar mati… terlepas dari serangan dan kerusakan yang ia terima. Bahkan saat “Karakter Jahat” akan mati dengan sangat cepat, butuh waktu beberapa saat bagi mereka untuk benar-benar mati.

    #9 - Law of Dramatic Emphasis- Scenes involving extreme amounts of action are depicted with either still frames or black screens with a slash of bright color (usually red or white).
    Hukum #9 – Hukum Dramatisasi Kejadian – Kejadian/Scene yang berisi adegan aksi akan selalu digambar dalam frame(kotak) dalam keadaan diam atau berwarna hitam dengan sekelebat cahaya atau warna cerah.

    #10- Law of Dramatic Multiplicity- Scenes that only happen once, for instance, a "Good Guy" kicks the "Bad Guy" in the face, are seen at least 3 times from 3 different angles.
    Hukum #10 – Hukum Dramatisasi Berulang – Kejadian yang hanya terjadi 1x, sebagai contoh, “Karakter baik” menyerang “Karakter jahat”, akan terlihat berulang-ulang sebanyak 3x dalam 3 sudut berbeda.

    #11- Law of Inherent Combustibility- Everything explodes. Everything.
    First Corollary- Anything that explodes bulges first.
    Second Corollary- Large cities are the most explosive substances known to human science. Tokyo in particular seems to be the most unstable of these cities, sometimes referred to as "The Matchstick City".
    Hukum #11 – Hukum Kepastian Sifat Ledakan – Segala sesuatu bisa meledak, dan itu tanpa terkecuali.
    Akibat 1 – Segala sesuatu yang bisa meledak akan mengumpulkan energi terlebih dahulu.
    Akibat 2 – Kota besar adalah objek paling mudah meledak dalam sejarah manusia.


    #12- Law of Phlogistatic Emission- Nearly all things emit light from fatal wounds.
    Hukum #12 – Hukum Emisi Phlogistatik – Segala luka akan memancarkan cahaya.

    #13- Law of Energetic Emission- There is always an energy build up (commonly referred to as an energy "bulge") before Mecha or space craft weapons fire. Because of the explosive qualities of weapons, it is believed that this is related to the Law of Inherent Combustibility.
    Hukum #13 – Hukum Emisi Energi – Akan selalu ada pengumpulan energi sebelum robot, mesin, ataupun karakter dalam anime, menembakkan serangannya. Peristiwa ini dipercayai ada hubungannya dengan Hukum Kepastian Sifat Ledakan.

    #14- Law of Inverse Lethal Magnitude- The destructive potential of any object/organism is inversely proportional to its mass.
    First Corollary- Small and cute will always overcome big and ugly. Also known as the A-Ko phenomenon.
    Hukum #14 - Hukum Ukuran Letalitas Terbalik – Potensi kerusakan dari sebuah objek/organisme berbanding terbalik dengan massanya.
    Akibat 1 – Yang kecil dan imut akan selalu mengalahkan yang besar dan jelek.


    #15- Law of Inexhaustibility- No one *EVER* runs out of ammunition. That is of course unless they are cornered, out-numbered, out-classed, and unconscious.
    Hukum #15 – Hukum Kekehabisan – Tidak ada yang karakter yang kehabisan amunisi. Namun hal ini tidak akan berlaku jika ia terdesak, kalah jumlah, kalah kelas, ataupun tidak sadarkan diri.

    #16- Laws of Inverse Accuracy- The accuracy of a "Good Guy" when operating any form of firearm increases as the difficulty of the shot increases. The accuracy of the "Bad Guys" when operating firearms decreases when the difficulty of the shot decreases. (Also known as the Stormtrooper Effect) Example: A "Good Guy" in a drunken stupor being held upside down from a moving vehicle will always hit, and
    several battalions of "Bad Guys" firing on a "Good Guy" standing alone in the middle of an open field will always miss.
    First Corollary- The more "Bad Guys" there are, the less likely they will hit anyone or do any real damage.
    Second Corollary- Whenever a "Good Guy" is faced with insurmountable odds, the "Bad Guys" line up in neat rows, allowing the hero to take them all out with a single burst of automatic fire and then escape.
    Third Corollary- Whenever a "Good Guy" is actually hit by enemy fire, it is in a designated "Good Guy Area", usually a flesh wound in the shoulder or arm, which restricts the "Good Guy" from doing anything more strenuous than driving, firing weaponry, using melee weapons, operating heavy machinery, or doing complex martial arts maneuvers.
    *Fourth Corollary- The more times the "Bad Guy" fires, the fewer times he will hit.
    Hukum #16 – Hukum Akurasi Terbalik – Akurasi dari serangan “Karakter baik” saat mengoperasikan senjata apapun akan meningkat seiring dengan semakin sulitnya serangan yang dilancarkan. Akurasi dari serangan “Karakter jahat” saat mengoperasikan senjata akan menurun seiring dengan semakin mudahnya serangan yang dilancarkan. (Fenomena ini juga dikenal dengan nama “Efek Stormtrooper“)
    Akibat 1 – Semakin banyak karakter jahat, semakin kecil kemungkinan serangan mereka mengenai sasaran atau menimbulkan kerusakan.
    Akibat 2 – Setiap saat “Karakter baik” terdesak, “Karakter jahat” akan selalu berbaris dalam 1 barisan sehingga “Karakter baik” dapat menghabisi mereka semua dalam 1x serangan lalu melarikan diri.
    Akibat 3 – Kapanpun “Karakter baik” terkena serangan, maka serangan tersebut akan selalu mengenai bahu ataupun lengan, yang lalu akan membatasi gerakan dari “Karakter baik” selain dari: Menyetir, menembak, menggunakan senjata jarak dekat, mengoperasikan mesin kelas berat, dan melakukan gerakan bela diri secara kompleks.
    Akibat 4 – Semakin sering “Karakter jahat” menembak, semakin sedikit seranganya mengenai sasaran.


    #17- Law of Transient Romantic Unreliability- Minimei is a bimbo. (Note: The Minority Opposition in Ohio disagrees and thinks all men who like this stuff needs to get out more.)
    Hukum #17 – Hukum Ketidakrealitasan Hubungan Romantika – Minimei adalah sebuah/seorang bimbo (Catt: Penerjemah tidak mengerti topic yang dibicarakan ^_^)

    #18- Law of Hemoglobin Capacity- the human body contains over 12 gallons of blood, sometimes more, under high pressure.
    Hukum #18 – Hukum Kapasitas Darah – Tubuh manusia mengandung 12 galon darah. Dapat bertambah dalam keadaan genting.

    #19- Law of Demonic Consistency- Demons and other supernatural creatures have at least three eyes, loads of fangs, tend to be yellow-green or brown, but black is not unknown, and can only be hurt by bladed weapons. *Also, acid has been known to work just as well...
    Hukum #19 – Hukum Kepastian Karakter Supranatural – Setan, jin, dan karakter supranatural lainnya mempunyai setidaknya 3 mata, banyak taring, berwarna kuning-hijau ataupun coklat serta hitam tak dikenal, dan hanya bisa dilukai oleh pedang/pisau dan yang sejenis, ataupun racun.

    #20- Law of Militaristic Unreliability- Huge galaxy-wide armadas, entire armies, and large war machines full of cruel, heartless, bloodthirsty warriors can be stopped and defeated with a single insignificant example of a caring/loving emotion or a song.
    First Corollary- Whenever a single war machine (mecha, starship, etc.) goes up against an entire army, the army always loses.
    Hukum #20 – Hukum Reabilitas Objek Militer – Galaksi besar, armada kapal perang lengkap, seluruh pasukan perang dan alat perang yang penuh dengan kekejaman, tak berprikemanusiaan dan haus darah dapat dihentikan dan dikalahkan dengan 1 buah contoh tidak signifikan (bernilai) dari kasih saying/cinta dan sebuah lagu…
    Akibat 1 - Kapanpun sebuah mesin perang (robot, kapal induk, dsb) berperang melawan seluruh pasukan lawan, maka pasukan lawan akan selalu kalah


    #21- Law of Tactical Unreliability- Tactical geniuses aren’t...
    Hukum #21 – Hukum Ketidakrealitasan Taktik – Jenius dalam taktik itu tidak ada (catt: Penerjemah merasa ada yang salah dalam terjemahan ini)

    #22 -Law of Inconsequential Undetectability - People never notice the little things... like missing body parts, or wounds the size of Seattle.
    Hukum #22 – Hukum Ketidak-pentingnya Tidak Terdeteksi – Orang tidak akan menyadari hal kecil, seperti hilangnya sebagian kecil bagian tubuh, atau luka sebesar Seattle.

    #23- Law of Juvenile Intellectuality - Children are smarter than adults. And almost twice as annoying.
    Hukum #23 – Hukum Inteleksia – Anak-anak selalu lebih pintar dari orang dewasa, dan 2x lebih menyebalkan.

    #24- Law of Americanthromorphism- Americans in Anime appear in one of two roles,
    either as a really nasty skinny "Bad Guy" or a big stupid "Good Guy".
    First Corollary- The only people who are more stupid than the big dumb Americans are the American translators. (Sometimes referred to as the Green Line Effect)
    Second Corollary- The only people who are more stupid than the American translators are the American editors and censors.
    *Third Corollary- Canadians are usually portrayed as smart, strong, handsome "Good Guys".
    Hukum #24 – Hukum Karakter Amerika – Karakter Amerika dalam anime hadir dalam 2 bentuk: “Karakter jahat” dalam bentuk orang kulit hitam, atau “Karakter baik” dalam bentuk orang gendut nan bodoh.
    Akibat 1 – Karakter yang lebih bodoh dari karakter Amerika adalah penerjemah bahasa Inggris di dalam anime.
    Akibat 2 – Karakter yang lebih bodoh lagi daripada penerjemah bahasa Inggris diatas adalah editor dan penyensor anime.
    Akibat 3 – Orang Kanada selalu digambarkan sebagai orang yang pintar, kuat, tampan, dan baik.


    #25- Law of Mandibular Proportionality- The size of a person’s mouth is directly proportional to the volume at which they are speaking or eating.
    Hukum #25 – Hukum Proporsionalitas Mulut – Ukuran dari mulut seorang karakter dinilai dari banyaknya volume yang dapat diolah saat mereka makan ataupun berbicara.
     
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    #26- Law of Feline Mutation- Any half-cat/half-human mutation will invariably:
    1) be female.
    2) will possess ears and sometimes a tail as a genetic mutation.
    3) wear as little clothing as possible, if any.
    Hukum #26 – Hukum Mutasi Kucing – Semua karakter yang bersifat seperti kucing/setengah kucing-setengah manusia akan bersifat:
    1. Perempuan
    2. Mempunyai telinga seperti kucing (atau kemampuannya) dan terkadang mempunyai ekor
    3. Berbusana seminim mungkin, jika ada.


    #27- Law of Conservation of Firepower- Any powerful weapon capable of destroying/defeating an opponent in a single shot will invariably be reserved and used as a last resort.
    Hukum # 27 – Hukum Cadangan Serangan – Segala senjata yang sangat kuat dan mampu mengalahkan musuh dalam sekali tembakan akan disimpan dan digunakan diakhir.


    #28- Law of Technological User-Benevolence- The formal training required to operate a spaceship or mecha is inversely proportional to its complexity.
    Hukum #28 – Hukum Penggunaan Teknologi pada Karakter – Lama latihan yang dibutuhkan untuk dapat mengoperasikan kapal terbang/mesin/yang sejenisnya berbanding terbalik dengan kompleksitisitas dari mesin tersebut.

    #29- Law of Melee Luminescence- Any being displaying extremely high levels of martial arts prowess and/or violent emotions emits light in the form of a glowing aura. This aura is usually blue for "Good Guys" and red for "Bad Guys". This is attributed to Good being higher in the electromagnetic spectrum than Evil.
    Hukum #29 – Hukum Permainan Cahaya Aura – Semua karakter yang sangat ahli dalam bela diri atau emosi yang tinggi selalu digambarkan mengeluarkan gelombang cahaya aura. Aura tersebut berwarna biru untuk “Karakter baik” dan berwarna merah untuk “Karakter jahat”. Hal ini membuktikan bahwa “Karakter baik” memiliki spektrum elektromagnetik lebih tinggi daripada “Karakter jahat”.

    #30- Law of Non-Anthropomorphic Antagonism- All ugly, non-humanoid alien races are hostile, and usually hell-bent on destroying humanity for some obscure reason.
    Hukum #30 – Hukum Kelicikan Karakter Antagonis – Semua karakter jelek, bukan manusia, alien, dsb adalah berbahaya dan jahat, dan akan menghabisi ras manusia hanya dengan alasan sepele.

    #31- Law of Follicular Chromatic Variability- Any color in the visible spectrum is considered a natural hair color. This color can change without warning or explanation.
    Hukum #31 – Hukum Variasi Warna Rambut – Segala warna yang dapat dilihat oleh mata bisa menjadi warna rambut karakter. Warna ini dapat berganti tanpa ada alasan ataupun pemberitahuan.

    #32- Law of Follicular Permanence- Hair in anime is pretty much indestructible, and can resist any amount of meteorological conditions, energy emissions, physical abuse, or explosive effects and still look perfect. The only way to hurt someone’s hair is the same way you deal with demons... with bladed weapons!
    Hukum #32 – Hukum Ketetapan Rambut – Rambut dalam anime tidak dapat dihancurkan dan tahan menghadapi segala macam serangan seperti: serangan fisik, emisi energi, ledakan, dsb dan rambut tersebut tetap akan terlihat sempurna. Satu-satunya cara untuk merusak rambut seseorang adalah sama seperti kau menghadapi iblis... yaitu dengan senjata tajam!

    #34- Law of Probable Attire- Clothing in anime follows certain predictable guidelines: Female characters wear as little clothing as possible, regardless of whether it is socially or meteorologically appropriate. Any female with an excessive amount of clothing will invariably have her clothes ripped to shreds or torn off somehow. If there is no opportunity to tear off aforementioned female’s clothes, then she will inexplicably take a shower for no apparent reason (also known as the Gratuitous Shower Scene). Whenever there is a headwind, Male characters invariably wear long cloaks that don’t hamper movement and billow out dramatically behind them.
    First Corollary (Cryo-Adaptability)- All anime characters are resistant to extremely cold temperatures, and do not need to wear heavy or warm clothing in snow.
    Second Corollary (Indecent Invulnerability)- Bikinis render the wearer invulnerable to any form of damage.
    *Third Corollary (Probable Attire permanence)- The clothing on the hero is indestructible. Their capes, robes, (and if they are girls,) skirts, dresses, bows, or any loose clothing will just flap when they are in the middle of a fire or ice attack... Unless it's a ******. It is believed that the clothes are made out of Anime Character hair. (re. Laws 32 & 48)
    Hukum #34 – Hukum Probabilitas Pakaian – Pakaian dalam anime selalu bersifat: (1)Karakter wanita selalu mengenakan pakaian seminim mungkin, terlepas dari keadaan disekitarnya ataupun cuaca disekitarnya. (2)Semua karakter wanita yang berpakaian lengkap akan selalu membuka bajunya ataupun merobeknya. Jika tidak ada kesempatan untuk melakukan hal tersebut, maka ia akan mandi tanpa alasan yang jelas (Fenomena ini dikenal juga sebagai Adegan Shower Tak Beralasan) (3) Kapanpun angin bertiup, karakter pria akan selalu mengenakan jubah panjang yang tidak bergerak sama sekali, ataupun bergerak secara dramatis.
    Akibat 1 – (Adaptasi Cuaca) – Semua karakter anime tahan terhadap cuaca dingin ekstrim, dan tidak perlu menggunakan baju hangat.
    Akibat 2 – (Invurnerabilitas Ketidak-sopanan) – Bikini membuat pemakainya tahan terhadap segala macam serangan.
    Akibat 3 – (Ketetapan dalam Berpakaian) – Baju karakter utama/pahlawan tidak dapat dihancurkan. Jaketnya, jubahnya, gaunnya, roknya, dan segala macam pakaian yang longgar hanya akan berkibar ditengah serangan api ataupun es… kecuali itu adalah anime ******. Diyakini bahwa pakaian dalam anime terbuat dari rambut sang karakter (baca hukum #32 dan #48)


    #35- Law of Musical Omnipotence- Any character capable of musical talent (singing, playing an instrument, etc. Is automatically capable of doing much more "simple" things, like piloting mecha, fighting crime, stopping an intergalactic war, and so on... especially if they’ve never attempted these things before.
    Hukum #35 – Hukum Omnipotensi Musik – Semua karakter yang mempunyai bakat music (bernyanyi, memainkan alat musik, dsb) secara otomatis mampu melakukan hal yang “jauh lebih mudah” seperti mengendarai robot, menghentikan kejahatan, menghentikan perang antar-galaksi, dsb… walaupun mereka tidak mempunyai pengalaman dalam hal tersebut.

    #36- Law of Quintupular Agglutination- Also called "The Five-man Rule", when "Good Guys" group together, it tends to be in groups of five. There are five basic positions, which are:
    1) The Hero/Leader
    2) His Girlfriend
    3) His Best Friend/Rival
    4) A Hulking Brute
    5) A Dwarf/Kid
    Between these basic positions are distributed several attributes, which include:
    1) Extreme Coolness
    2) Amazing Intelligence
    3) Incredible Irritation
    Hukum #36 – Hukum Kumpulan Lima – Atau biasa disebut juga ”Hukum 5 orang”. Saat “Karakter baik” berkumpul, mereka akan terbagi menjadi 5 posisi. Posisi tersebut adalah:
    1) Sang karakter utama/pahlawan
    2) Kekasih dari pahlawan
    3) Sahabat/rival utama dari pahlawan
    4) Tukang pukul/preman
    5) Anak-anak/orang pendek
    Posisi diatas biasanya terbagi menjadi 3 sifat:
    1) Sangat keren
    2) Sangat pintar
    3) Sangat gila


    #37- Law of Extradimensional Capacitance- All anime females have an extrasdimensional storage space of variable volume somewhere on their person from which they can instantly retrieve any object at a moment’s notice. This mysterious dimension is commonly called "Malletspace".
    First Corollary (AKA The Hammer Rule)- The most common item stored is a heavy mallet, costumes/uniforms, power suits/armor, and large bazookas.
    Hukum #37 – Hukum Kapasitas Dimensi Ekstra – Semua karakter wanita dalam anime punya tempat penyimpanan ekstra yang ada di dimensi antah-berantah dan mereka dapat mengambil beragam objek saat dibutuhkan. Dimensi misterius ini dinamakan “Malletspace”
    Akibat 1 – (Peraturan persenjataan) – Objek yang disimpan kebanyakan adalah senjata berat, baju baja pelindung, kostum, dan bazooka.


    #38- Law of Hydrostatic Emission- Eyes tend to be rather large in Anime. This is because they contain several gallons of water, which may be instantaneously released at high pressure through large tear ducts. The actual volume of water contained in the eyes is unknown, as there is no evidence to suggest that these reservoirs are actually capable of running out. The reason water tends to collect in the eyes is because Anime characters only have one large sweat gland, which is located at the back of the head. When extremely stressed , embarrassed, or worried, this sweat gland exudes a single but very large drop of sebaceous fluid.
    Hukum #38 – Hukum Emisi Hidrostatik – Mata karakter dalam anime itu harus besar. Ini karena mata tersebut mengandung beberapa galon air, yang dapat dikeluarkan secara instan dalam tekanan tinggi melalui tangisan. Volume sebenarnya tidak pernah diketahui, dan tidak ada bukti bahwa persediaan air tersebut akan habis. Alasan air tersebut tersimpan di mata adalah karena karakter anime hanya memiliki satu kelenjar keringat besar, yang terletak di belakang kepala mereka. Disaat sangat marah, bingung, atau cemas, kelenjar keringat ini mengeluarkan satu tetes zat cair yang sangat besar.

    #39- Law of Inverse Attraction- Success at finding suitable mates is inversely proportionate to how desperately you want to be successful. The more you want, the less you get and vice-versa.
    First Corollary- Unfortunately, this law seems to apply to Otaku in the real world...
    Hukum #39 – Hukum Daya Tarik Terbalik – Sukses menemukan pasangan yang cocok berbanding terbalik dengan seberapa ingin anda sukses. Semakin anda menginginkannya, semakin kecil kemungkinan anda mendapatkannya dan ini berlaku sebaliknya
    Akibat 1 – Sialnya, hukum ini sepertinya berlaku kepada Otaku di dunia nyata…


    #40- Law of Nasal Sanguination- When sexually aroused, males in Anime don’t get erections, they get nosebleeds. No one’s sure why this is, though... the current theory suggests that larger eyes means smaller sinuses and thinner sinus tissue (see Law #38 above). Females don’t get nosebleeds, but invariably get one heck of a blush along the cheeks and across the nose, suggesting a lot of bloodflow to that region.
    Hukum #40 – Hukum Sanguitas Hidung – Saat terangsang, karakter pria dalam anime tidak ereksi, tapi mereka akan mimisan. Tidak ada yang yakin dengan hukum ini, karena hukum sebelumnya (Hukum #38) mengindikasikan bahwa mata yang besar berarti hidung yang kecil dan semakin tipisnya tissue. Wanita tidak mimisan, namun wajah mereka akan memerah disekitar pipi dan hidung, mengindikasikan ada aliran darah yang cukup besar didaerah tersebut.

    #41- Law of Xylolaceration- Wooden or bamboo swords are just as sharp as metal swords, if not sharper.
    Hukum #41 - Hukum Ukiran Kayu- Pedang kayu atau bambu sama tajamnya seperti pedang logam, bisa jadi lebih tajam.

    #42- Law of Juvenile Omnipotence- Always send a boy to do a man’s job. He’ll get it done in half the time and twice the angst.
    Hukum #42 - Hukum Kekuatan Anak Muda- Selalu kirim anak laki-laki untuk melakukan pekerjaan pria dewasa. Dia akan menyelesaikannya setengah kali lebih cepat dan dua kali lebih mencemaskan.

    #43- Law of Triscaquadrodecophobia- There is no Law #43.
    Hukum #43 - Hukum Triscaquadrodecophobia- Tidak ada Hukum # 43. (Ya kalau gitu gak usah dibuat ==” )

    #44- Law of Nominative Clamovocation- the likelihood of success and damage done by a martial arts attack is directly proportional to the volume at which the full name of the attack is announced known as the Kamehameha effect).
    Hukum #44 - Hukum Pengangkatan Pelafalan Teriakan- kemungkinan keberhasilan dan kerusakan yang dilakukan oleh serangan seni bela diri berbanding lurus dengan volume di mana nama lengkap serangan disebutkan (dikenal sebagai Efek Kamehameha).


    #45- Law of Uninteruptable Metamorphosis- Regardless of how long or involved the transformation sequence or how many times they’ve seen it before, any "Bad Guys" witnessing a mecha/hero/heroine transforming are too stunned to do anything to interrupt it.
    Hukum #45 - Hukum Perubahan Tak Terganggu- Terlepas dari berapa lama atau berapa banyak transformasi atau berapa kali mereka pernah melihat itu sebelumnya, setiap "karakter jahat" yang menyaksikan transformasi mecha/hero/heroine akan terlalu terpukau untuk melakukan sesuatu yang dapat mengganggu perubahan itu.

    #46- Law of Flimsy Incognition- Simply changing into a costume or wearing a teensy mask can make you utterly unrecognizable to even your closest friends and relatives.
    Hukum #46 - Hukum Penyamaran Tipis- Dengan hanya memakai kostum atau mengenakan semacam topeng dapat membuatmu benar-benar tak bisa dikenali bahkan oleh teman-teman dan kerabat terdekatmu.

    #47- Law of Mandibular Combustible Emission- All anime characters seem to have some unknown chemical on their breath that reacts VERY violently with extremely hot or spicy food. This chemical may also be responsible for the phenomenon of fire behind the eyes and from the mouth when a character (usually a female) is really angry.
    Hukum #47 - Hukum Emisi Mudah Terbakar Mulut- Semua karakter anime tampaknya memiliki beberapa zat kimia yang tidak diketahui pada napas mereka yang bereaksi sangat hebat dengan makanan sangat panas atau pedas. Zat kimia ini mungkin juga bertanggung jawab untuk fenomena api di belakang mata dan dari mulut bila karakter (biasanya wanita) benar-benar marah.

    #48- Law of Electrical and Combustible Survivalism- If you get electrocuted or burned, YOU WILL SURVIVE!! Though your entire body will be scorched, seconds later, your skin won’t have a trace of damage (Also known as the "Pikachu Effect").
    First Corollary- When a magical bad guy/Alien/monster fires off a flame, wind, or ice attack, the resulting effect is only enough for the hero(es)/heroine(s) to be standing in the "Walking Against the Wind" stance, with his/her eyes shut and letting out a pathetic "Aaaaagh!", and yet they are never harmed. This may be in part to laws 32, 34 and sometimes 44.
    Hukum #48 - Hukum Kekebalan Listrik dan Ledakan- Jika kau kesetrum atau terbakar, KAU TETAP AKAN SELAMAT! Meskipun seluruh tubuhmu akan hangus, sejenak kemudian, kulitmu tidak akan memiliki bekas kerusakan (Juga dikenal sebagai "Pikachu Effect").
    Akibat 1- Ketika penyihir jahat/Alien/rakasa Menembakkan serangan api, angin, atau es, efek yang dihasilkan hanyalah hero/heroine akan berada dalam posisi "Berdiri di atas angin", dengan matanya tertutup dan membiarkan suara menyedihkan "Aaaaagh!" keluar, dan tetap saja mereka tidak pernah terluka. Hal ini mungkin bagian dari hukum 32, 34 dan bisa saja 44.

    #49- Law of Female wrath- If a male character insults a female character, he will get a mallet, shotgun, or tank blast, or if she is a character that can perform magical feats, a fireball or whatever, to the head, body or whatever (Also known as the "Lina Inverse/Gourry Factor") This is because he always deserves it, and will help him to cope in today’s society. (>Sniff Sniff< So True!!)
    Hukum #49 - Hukum Kemurkaan Wanita- Jika karakter laki-laki menghina karakter wanita, dia akan mendapatkan serangan palu, senapan, atau ledakan tank, atau jika wanita itu adalah karakter yang dapat melakukan kekuatan sihir, bola api atau apapun, ia akan menyerangnya pada kepala, badan atau apapun (Juga dikenal sebagai "Lina Inverse / Gourry Factor"). Dan alasannya selalu karena ia pantas mendapatkannya, walau akhirnya tetap akan membantu dia untuk mengatasi permasyarakatan saat ini.

    #50- Law of Artistic Perversion- Most (not all) Anime artists are perverts and are under the impression that girls are willing to tear off their clothes, or wear VERY small, revealing outfits at the drop of a pin (or pen for that matter). Unfortunately, most ****** fans are under the same impression. Hukum #50 - Hukum Ketidaksenonohan Artistik- Sebagian besar (tidak semua) artistik Anime adalah orang mesum dan berada di bawah kesan bahwa anak perempuan bersedia untuk merobek pakaian mereka, atau memakai (pakaian) SANGAT minim, mememperlihatkan pakaian di bawah pin (atau pena dalam hal ini) {TS gak ngerti yg dimaksud Pin/Pen disini ==”}. Sayangnya, sebagian besar penggemar ****** berada di bawah kesan yang sama.
     
    Last edited: 18 December 2013
  3. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    #51- Law of Uninteruptable Nominative Clamovocation- This law is a mixture of Laws 44 and 45. Regardless of how long or involved the Spell or projectile attack is, and the likelihood of success and damage done by the volume at which the full name of the attack is announced, or how many times they’ve seen it before, any "Bad Guys" witnessing a hero/heroine quoting the incantations for an extremely powerful attack are too stunned to do anything to interrupt it. (Also known as the "Dragon Slave Phenomenon")
    Hukum #51 - Hukum Pengangkatan Pelafalan Teriak Tak Terganggu- Hukum ini merupakan campuran dari Hukum 44 dan 45. Terlepas dari berapa lama atau melibatkan serangan sihir atau proyektil, dan kemungkinan keberhasilan dan kerusakan yang dilakukan berbanding lurus dengan volume di mana nama lengkap serangan itu diteriakan, atau berapa kali pun mereka pernah melihat itu sebelumnya, setiap "karakter jahat" menyaksikan hero/heroine melafalkan mantra serangan yang sangat kuat akan terlalu terpukau untuk melakukan sesuatu yang dapat mengganggu serangan itu. (Juga dikenal sebagai "Fenomena Dragon Slave")

    52- Law of Telepathic Obliviousness- Most of the time, some Anime characters (usually males) will think personal (Like that he/she has sabotaged something), or perverted thoughts, while near some other character, WHO’S TELEPATHIC!! The reasons for this are:
    1) They forgot that the person is telepathic.
    2) They just don’t give a damn.
    The reasons the telepathic person doesn’t react are:
    1) They’re preoccupied with doing something else.
    2) They’d rather keep the fact to themselves that they are Telepathic.
    3) They just don’t give a damn.
    Hukum #52 - Hukum Telepati Terlupa- Pada sebagian besar waktu, beberapa karakter Anime (Biasanya laki-laki) akan berpikir personal (Seperti ia telah menyabotase sesuatu), atau pemikiran sesat, ketika berada dekat dengan beberapa karakter lain, YANG SEDANG BERTELEPATI! Alasannya adalah:
    1) Mereka lupa bahwa orang tersebut bertelepati.
    2) Mereka tidak peduli.
    Alasan orang telepati tidak bereaksi adalah:
    1) Mereka sibuk dengan melakukan sesuatu yang lain.
    2) Mereka lebih suka menyimpan fakta untuk diri mereka sendiri bahwa mereka bertelepati.
    3) Mereka tidak peduli.


    #53- Law of Chromatic Diversity- Air can be any color of the viewable spectrum.
    Hukum #53 - Hukum Keanekaragaman Warna- Udara dapat memiliki warna dari spektrum yang dapat dilihat.

    #54- Law of Old Man Comic Relief- Comic relief comes in the form of a short, bald, wise-mouthed dirty old man or alien. Or the combination of any two of those traits.
    First Corollary- If old man is present, and is acting too horny, stupid, etc. there will invariably be an old woman to whap him over the head with a frying pan or something.
    Hukum #54 - Hukum Wujud Orang Tua Pelawak- Wujud Pelawak digambarkan dalam bentuk pendek, botak, orang tua kotor bermulut bijak atau alien. Atau kombinasi dari dua sifat-sifat itu.
    Akibat 1- Jika orang tua hadir, dan bertindak terlalu mesum, bodoh, dll, akan selalu ada yang menjadi seorang wanita tua untuk memukulnya di kepala dengan sebuah penggorengan atau semacamnya.


    #55- Law of the Wise Old Man- Little old Japanese men always know how it ends and withhold the ending from anyone, especially the hero. This includes special power weapons, ancient relics, and people who know everything.
    Hukum #55 - Hukum Orang Tua Bijak- Pria tua kecil Jepang selalu tahu bagaimana akhirnya (arc/cerita) dan menyimpan akhir dari siapa pun, terutama pahlawan. Akhir ini bisa jadi senjata berkekuatan khusus, peninggalan purbakala, dan orang-orang yang mengetahui segalanya.

    #56- Law of Omnipotent Unreliability- Any "Bad Guy" with Omnipotent powers/weapons will never use those powers/weapons against the "Good Guy" until it is too late.
    First Corollary- All "Bad Guys" suffer from Antagonistic Boasting Syndrome which require all "Bad Guys" to threaten with or exemplify their prowess and not use it against the "Good Guy".
    Second Corollary- No "Bad Guy" may use any new, secret, or superior military
    device without one of the following events occurring:
    a) The control device being broken.
    b) The control device being taken by the "Good Guy".
    c) The control device is in fact not the real device at all and was just
    "fooled" by the "Good Guy".
    d) The "Bad Guy" has already lost and cannot use the device.
    Hukum #56 - Hukum Ketidakrealitasan Potensi Luar Biasa- Setiap "karakter jahat" dengan kekuatan/senjata luar biasa tidak akan pernah menggunakan kekuatan-kekuatan/senjata itu melawan "karakter baik" sampai benar-benar sudah terlambat.
    Akibat 1- Semua "karakter jahat" menderita sindrom kebohongan antagonistik yang mengharuskan semua "karakter jahat" mengancam dengan atau memberi contoh kemampuan mereka dan tidak menggunakannya melawan "karakter baik".
    Akibat 2- Tidak ada "karakter jahat" yang akan menggunakan mesin miiter terbaru, rahasia, atau unggulan tanpa salah satu peristiwa berikut terjadi:
    a) Mesin pengendali rusak.
    b) Mesin pengendali diambil oleh "karakter baik".
    c) Alat kontrol sebenarnya bukan perangkat yang sebenarnya dan hanya
    "Tipuan" dari "karakter baik".
    d) "karakter jahat" telah kalah dan tidak dapat mengaktifkan mesin itu.


    #57- Law of Minimum Corneal Volume- Eyeballs may make up no less than one sixth of the face’s total surface area. More so if the case is a blonde woman.
    Hukum #57 - Hukum Minimum Ukuran Kornea- Bola mata hanya dapat membuat tidak kurang dari seperenam dari total luas permukaan wajah. Terlebih jika yang dimaksud adalah seorang wanita pirang.

    #58- Law of Electrical Charges in Hair- Hair attracts electricity in abundance, resulting in two outcomes:
    a) A positive charge will result in the spikes-flying-everywhere-behind-me look.
    b) A negative charge will result in the hair-cascading-down-to-the-waist-in-a-single-sheet look.
    Hukum #58 - Hukum Tegangan Listrik Pada Rambut- Rambut merespon listrik yang meluap, memberikan dua hasil:
    a) Sebuah muatan positif akan menghasilkan penampilan paku-terbang-di mana-mana-dibelakang-ku.
    b) Sebuah muatan negatif akan menghasilkan penampilan rambut-menurun-kebawah-menuju-pinggang-dalam-satu-helai.


    #59- Law of Ammunition Accuracy- When there are multiple types of ammunition available (paintballs, speaker pods), non-lethal rounds will always be more accurate when compared to "standard" or lethal shots. (Macross Plus for paintballs, Macross 7 for speaker pods)
    Hukum #59 - Hukum Akurasi Amunisi- Ketika ada beberapa jenis amunisi tersedia (bola cat, polong speaker), putaran non-mematikan akan selalu lebih akurat bila dibandingkan dengan "standar" atau tembakan mematikan. (Macross Plus untuk bola cat, Macross 7 untuk polong speaker)

    #60- Law of Active Female Attraction- In a comedy series, a male character’s attractiveness to women is inversely proportional to how active they pursue them. (Tenchi, Ranma, and Makoto [OVA] have a seemingly endless supply of willing girlfriends despite their lack of romantic skill while Happosai, Ataru, and Carrot couldn’t get a date despite [or because of] their constant attempts.)
    Hukum #60 - Hukum Aktif Ketertarikan Perempuan- Dalam serial komedi, daya tarik karakter laki-laki bagi perempuan berbanding terbalik dengan seberapa aktif mereka mengejar mereka. (Tenchi, Ranma, dan Makoto [OVA] tampaknya memiliki pasokan tak berujung untuk mencari pacar meskipun kurangnya keterampilan romantis sedangkan Happosai, Ataru, dan Carrot tidak bisa berkencan meskipun [atau karena] upaya konstan mereka.)

    #61- Law of Sweat Pore Variability- When a person is embarrassed, caught in an awkward situation, or otherwise humiliated, all sweat pores on the body contract, except for ones on the forehead. These pores expand to such a degree that a single drop could fill a Big Gulp from 7-11.
    Hukum #61 - Hukum Ketidaktetapan Lubang Keringat- Ketika seseorang merasa malu, terjebak dalam situasi yang canggung, atau terhina, semua pori-pori keringat mencucur pada kontak-kontrak tubuh, kecuali yang di dahi. Pori-pori ini meluas sedemikian rupa sehingga satu tetesan bisa mengisi 7-11 tegukan.

    #62- The Law of Inverse Training Time- A person who has been training for 3 years is never as good as someone who has been training for one month.
    Hukum #62 - Hukum Pertentangan Masa Latihan- Seseorang yang telah berlatih selama 3 tahun tidak pernah sebagus seseorang yang hanya berlatih selama satu bulan.

    #63- Law of Needs to Few and Many- The needs of the many, outweigh the needs of the few... of even the one.
    Hukum #63 - Hukum Kebutuhan untuk Sedikit dan Banyak- Yang banyak dibutuhkan, melebihi yang sedikit dibutuhkan... bahkan dari satu.

    #64- Law of Bad Humor- Whenever someone says something that is intended to be funny, whether actually funny or not, the rest of the characters (even animals) fall to the ground with their feet in the air. Sweat sometimes accompanies the fall.
    *(The sound of a cow mooing usually accompanies the joke as well.)
    Hukum #64 - Hukum Lelucon Garing- Setiap kali seseorang mengatakan sesuatu yang dimaksudkan untuk melucu, entah benar-benar lucu atau tidak, karakter lainnya (bahkan hewan) jatuh ke tanah dengan kaki mereka tegak di udara. Keringat terkadang menyertai jatuhnya mereka.
    * (Suara dari moo sapi biasanya juga menyertai lelucon itu.)


    #65- Law of Extreme Anger- Whenever a female character gets mad, such as seeing the male character with another girl, she becomes extremely strong (despite her usually helpless look) so that she can lift a 1000 ton object to hurt the guy. She can sometimes perform other punishments that are just as cruel such as pinching the guy’s face so hard that it changes shape. *(see law #49)
    Hukum #65 - Hukum Kemarahan Ekstrim- Setiap kali karakter wanita marah, seperti melihat
    karakter laki-laki bersama dengan gadis lain, ia menjadi sangat kuat (meskipun dia biasanya terlihat tidak berdaya) sehingga dia dapat mengangkat benda 1.000 ton untuk menyakiti orang itu. Dia bisa kadang-kadang melakukan hukuman lain yang sama kejamnya seperti mencubit wajah pria begitu keras sehingga berubah bentuk. * (Lihat hukum #49)


    #66- Law of Differentiated Gravitation-
    First Corollary- If the airborne entity exceeds an altitude equal or greater than two times the height of the entity, gravity is decreased by an inverse coefficient relative to the upward momentum and mass/weight (if within at least 500 km of any gravity source) of the entity "jumping".
    Second Corollary- The amount of Newtonian "opposite force" (in accordance to normal downward velocity; "Earth gravity" speed is equal to 32ft/sec/sec) is also inversely proportional to the "actual" speed of the airborne entity. In all actuality, an entity that appears to be flying towards a solid concrete parking lot from space will actually land, producing an opposite force of approximately 1.73 lb. of pressure. Unless this particular entity is a "Bad Guy". Then the law exhibits a mysterious exponentially proportional Newtonian opposite force, thusly increasing this variable by a factor equal to the inverse-gravity potential.
    Hukum #66 - Hukum Pembedaan Gravitasi-
    Akibat 1-Jika entitas yang melayang menembus ketinggian sama atau lebih dari dua kali tinggi entitas, gravitasi akan menurun sebanyak kebalikan Koefisien relatif terhadap momentum kenaikan dan massa/berat (jika setidaknya ia berada 500 km dari sumber gravitasi) dari "lompatan" entitas.
    Akibat 2-Jumlah Newtonan "gaya tolakan" (berdasarkan dengan kecepatan turun normal; kecepatan "gravitasi bumi" sama dengan 32 kaki/sekon/sekon) juga berbanding terbalik dengan kecepatan "sebenarnya" entitas yang melayang. Dalam semua aktualitas, sebuah entitas yang tampaknya terbang menuju beton parkir padat dari luar angkasa benar-benar akan mendarat, menghasilkan kekuatan yang berlawanan sekitar £ 1,73 lb. Kecuali entitas khusus ini adalah "karakter jahat". Kemudian hukum ini menunjukkan eksponen misterius sebanding dengan gaya tolakan Newtonian, dengan demikian meningkatkan variabel ini dengan faktor yang sama dengan potensial gravitasi terbalik. (Wew. Ini bahas apaan coba ==”)


    #67- Law of Conservation of Ambient Dramatic Tension- In any situation where the Ambient Dramatic Tension increases, the "Good Guy’s" Style Coefficient must be increased by a proportional amount to compensate. In any situation where this does not happen, the "Bad Guy" inevitably comes out on top. However, this usually leads to a further rise in the Ambient Dramatic tension, which will *always* be offset by an exponential increase in the "Good Guy’s" Style Coefficient.
    Hukum #67 - Hukum Kekekalan Ketegangan Dramatis Lingkungan- Dalam situasi dimana Ketegangan Dramatis Lingkungan meningkat, Koefisien Penampilan "karakter baik" harus meningkat dengan jumlah yang sepadan untuk mengimbanginya. Dalam situasi di mana hal ini tidak terjadi, "karakter jahat" pasti keluar di atas. Namun, hal ini biasanya mengarah kenaikan lebih lanjut dalam ketegangan Dramatis Lingkungan, yang akan *selalu* diimbangi dengan peningkatan eksponensial dalam Koefisien Penampilan "karakter baik".

    #68- Law of Coercive Vehicular Control- No matter how complex or well defined the control system, a character controlling a vehicle of any sort always does so through means of undetectable subconscious psychokinesis.
    First Corollary- Characters can perform actions with their vehicles which clearly defy normal physics (see Laws of Metaphysical Irregularity and Constant Thrust). The velocity, attitude and traction of the vehicle appear to be adjusted at will, with the degree of absolute control being proportional to the complexity and lethality of the maneuver.
    Second Corollary- It is effectively impossible to remove characters from or disrupt the passage of their vehicles without the character’s consent. This does not always apply to "Bad Guy" characters, or "Good Guy" characters in situations where he Ambient Dramatic Tension could increase in accordance with the Law of Conservation of Ambient Dramatic Tension.
    Hukum #68 - Hukum Kendali Kendaraan Memaksa- Tidak peduli seberapa kompleks atau didefinisikan dengan baik sebuah sistem kendali, karakter yang mengendalikan kendaraan apapun dan selalu dengan susah payah berarti ada psikokinesis bawah sadar yang tak terdeteksi.
    Akibat 1- Karakter dapat melakukan tindakan dengan kendaraan mereka yang jelas-jelas menentang fisika normal (lihat Hukum Irregularitas Metafisika dan Kestabilan Daya Dorong). Kecepatan, sikap dan daya tarik kendaraan tampaknya menyesuaikan atas kehendak, dengan tingkat kontrol mutlak yang sebanding dengan kompleksitas dan seberapa mematikan kendaraan itu.
    Akibat 2- Hal ini secara efektif tidak mungkin untuk melepas karakter dari atau mengganggu perjalanan kendaraan mereka tanpa keinginan karakter. Hal ini tidak selalu berlaku untuk "karakter jahat", atau "karakter baik" dalam situasi di mana Ketegangan Dramatis Lingkungan dapat meningkat sesuai dengan Hukum Kekekalan Ketegangan Dramatis Lingkungan.


    #69- Amendment to the Law of Conservation of Ambient Dramatic Tension- In any situation where the Ambient Dramatic Tension increases without a corresponding increase in the "Good Guy’s" Style Coefficient, not only does the "Bad Guy" usually come out on top, but also his Smugness Factor increases in proportion to the rise in Ambient Dramatic Tension.
    Hukum #69 - Perubahan atas Hukum Kekekalan Ketegangan Dramatis Lingkungan- Dalam setiap
    situasi di mana Ketegangan Dramatis Lingkungan meningkat tanpa penyesuaian peningkatan Koefisien Penampilan "karakter baik", tidak hanya terjadi "karakter jahat" biasanya keluar di atas, tetapi juga Factor Kepuasan Dirinya meningkat secara proporsional dengan kenaikan Ketegangan Dramatis Lingkungan.


    #70- Law of The Rushing Background Effect- Whenever something dramatic occurs, a survival instinct engages, thus rendering all incoming stimulus that is not directly and immediately to the dramatic situation at hand a meaningless blur. This is often referred to as "The Rushing Background Effect". Due to the increase in brain activity and adrenaline levels in the bloodstream, the scene is often played out in slow motion.
    Hukum #70 - Hukum Efek Latar Belakang Kebut- Setiap kali sesuatu yang dramatis terjadi, naluri kelangsungan hidup terlibat, menyebabkan semua rangsangan masuk yang tidak langsung dan segera mengarah ke situasi dramatis pada tangan menjadi kabur tanpa arti. Hal ini sering disebut sebagai "Efek Latar Belakang Kebut". Karena peningkatan aktifitas di otak dan tingkat adrenalin dalam aliran darah, adegan ini sering dimainkan dengan gerakan lambat.

    #71- Law of Interdimensional Hammers- Whenever a female character witnesses a male character of her preference performing any sort of questionable act (i.e. Looking at another girl or anything she might construe as perverted) she can reach into an interdimensional realm (usually behind her back) and withdraw a huge Anime Mallet of Doom with which to whack the said male over the head with. *(see Laws # 37, 49, and 65)
    Hukum #71 - Hukum Palu Interdimensional-Setiap kali karakter perempuan menyaksikan laki-laki kesukaannya melakukan tindakan mencurigakan apapun (Seperti melihati gadis lain atau apapun yang ia mungkin tafsirkan sebagai tindakan cabul) dia bisa membuka dimensi antah-berantah (biasanya di belakang punggungnya) dan menarik sebuah Palu Pembunuh besar lalu memukulkannya pada kepala laki-laki tersebut. * (Lihat Hukum # 37, 49, dan 65)

    #72- Law of Instant Band-Aids- Whenever a character is injured (usually in a head shot, maybe from a mallet whack) Band-Aids will always instantly appear on the wounded individual (and always in pairs, set in a cross fashion). These bandages will then, most likely, disappear by the character’s next scene.
    Hukum #72 - Hukum Plester Instan- Setiap kali karakter terluka (biasanya karena tembakan kepala, atau mungkin dari pukulan palu) Plester akan selalu langsung muncul di bagian yang terluka (dan selalu berjumlah sepasang, diatur dengan bentuk menyilang). Perban ini kemudian, kemungkinan besar, hilang di saat adegan berikutnya.

    #73- Law of Universal Edge Defense- Any projectile attack, from a blast of magic to a hail of bullets, can be easily defended against by holding a suitably cool-looking sword or other bladed weapon between the attacker and defender, usually so that the edge cuts into the incoming attack(s), causing both halves to go flying harmlessly past the defender. Observed most often in fantasy and martial arts anime.
    Hukum #73 - Hukum Semesta Pertahanan Pedang- Setiap serangan proyektil, dari tembakan sihir hingga hujan peluru, dapat dengan mudah ditahan dengan memegang pedang keren yang sesuai atau senjata tajam lainnya antara penyerang dan penahan, biasanya dengan begitu tepi pedang akan memotong serangan, menyebabkan kedua bagian melayang tanpa membahayakan orang tersebut. Paling sering ditemui pada anime fantasi dan seni bela diri.

    #74- Law of Intractable Sanity- There is no such thing as insanity in anime. When faced with horrifying supernatural forces that would drive most men mad, anime characters will either:
    a) Die quickly (but in accordance with all other laws [e.g., slowdown and exposition]),
    b) Get possessed by them, especially if they are beautiful girls or men in a position to ravish beautiful girls, or
    c) Kill them, wipe the blood off their blades, and walk on whistling.
    Hukum #74 - Hukum Kejiwaan Keras Kepala- Tidak ada hal seperti kegilaan di anime. Ketika dihadapkan dengan kekuatan gaib yang mengerikan yang akan membuat kebanyakan orang menjadi gila, karakter anime akan:
    a) Mati cepat (tetapi sesuai dengan semua hukum lain [misalnya, perlambatan dan eksposisi]),
    b) Dirasuki oleh mereka, terutama jika mereka gadis-gadis cantik atau laki-laki yang dalam posisi untuk mencabuli gadis-gadis cantik, atau
    c) Membunuh mereka, mengusap darah dari pisau mereka, dan berjalan sambil bersiul.


    #75- Law of Celestial Body Control- At a dramatically correct moment, a hero can summon a sun/moon/halo to appear behind him/her to cause a dramatic silhouette.
    Hukum #75 - Hukum Pengendalian Tubuh Surgawi- Pada saat dramatis yang tepat, pahlawan bisa
    memanggil matahari/bulan/halo untuk muncul di belakangnya dan membuat siluet yang dramatis.
     
  4. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    #76- Law of Aura of Forgetfulness- Any hero who wishes his/her identity to remain a secret will invariably succeed regardless of disguise because everyone around him/her will forget everything. Otherwise, how does Sailor Moon keep her disguise?
    Hukum #76 - Hukum Aura Terlupakan- Para pahlawan yang ingin identitasnya tetap menjadi rahasia akan selalu berhasil tidak peduli seperti apa mereka menyamar karena semua orang di sekitarnya akan melupakan segalanya. Soalnya jika tidak, bagaimana mungkin Sailor Moon tetap menjaga penyamarannya?

    #77- Law of Cool Hair Factor- The hair of a hero will always coalesce into thick strands that drape his face into a dramatic fashion, regardless of wind, the elements, etc. *(see Laws 32 & 48)
    Hukum #77 - Hukum Faktor Warna Rambut- Rambut pahlawan akan selalu menyatu menjadi helaian tebal yang menghias wajahnya dengan gaya dramatis, terlepas dari angin, elemen, dll * (lihat Hukum 32 & 48)

    #78- Law of Inverse Coping- Any single event will happen to the ONE character LEAST capable of dealing with it.
    Hukum #78 - Hukum Penanganan Terbalik- Setiap peristiwa tunggal akan terjadi dengan SEDIKITNYA SATU karakter mampu menangani hal itu.

    #79- Law of Martial Arts Training Invulnerability- The Myth that certain martial arts will enable you to become so strong, that you can stop a nuclear warhead with your bare palm. Unfortunately, for most otaku, they found the hard way that it just doesn’t work in real life...
    Hukum #79 - Hukum Kekebalan Latihan Seni Bela Diri- Mitos pada beberapa seni bela diri akan memungkinkanmu untuk menjadi begitu kuat, sehingga kau dapat menghentikan ujung peledak senjata nuklir dengan tangan telanjang. Sayangnya, bagi sebagian besar otaku, mereka merenungkan bahwa hal itu tidak bekerja dalam kehidupan nyata...

    #80- Law of Stereotype Captain characteristics- If a captain of any type of ship is male, he will invariably wear a big captain’s cap, a long overcoat, and have a shaggy beard and mustache (pipe optional), and be a great tactician. If the captain is female, however, she will invariably be young, well endowed, and ditzy as a pole (horny father optional). Yet, she too will be a great tactician.
    Hukum #80 - Hukum Tiruan karakteristik Kapten- Jika seorang kapten dari setiap jenis kapal laki-laki, ia akan selalu memakai topi kapten besar, mantel panjang, dan memiliki jenggot shaggy dan kumis (kadang menghisap pipa), dan ahli siasat yang hebat. Jika kaptennya adalah perempuan, bagaimanapun, dia akan selalu terlihat muda, diberkahi dengan baik, dan langsing seperti tiang (kadang memiliki ayah mesum). Namun, ia juga akan menjadi ahli siasat yang hebat.

    #81- Law of Shades/Coolness Factor- Shades can make you instantly cool, even if you’re normally a klutz.
    Hukum #81 - Hukum Faktor Bayangan/Kekerenan- Bayangan dapat membuatmu langsung terlihat keren, bahkan jika kau biasanya bodoh.

    #82- Law of ****** Plot- The proper response to any change in the plotline of a ****** anime is to start having sex.
    Hukum #82 - Hukum ****** Plot- Tanggapan yang tepat untuk setiap perubahan dalam plotline anime ****** adalah untuk mulai berhubungan seks.

    #83- Law of Understatement- Anything that is deemed too impossible will become possible.
    First Corollary- Any "Bad Guy" stating "T-that’s impossible!" whenever the hero is accomplishing some new feat/move/projectile will find out too late that he is wrong and will invariably be toastied.
    Hukum #83 - Hukum Peremehan- Segala sesuatu yang dianggap terlalu mustahil akan menjadi mungkin.
    Akibat 1-Setiap "karakter jahat" yang menyatakan "I-itu tidak mungkin!" setiap kali pahlawan adalah mencapai beberapa prestasi/gerakan/proyektil baru akan merasa terlambat bahwa dia salah dan selalu akan terpanggang.


    #84- Law of Dormant Powers- Anytime a hero is somehow outpowered and/or outclassed by the villain, he will invariably release powers/new moves he never knew he could accomplish... but his old teacher did!
    Hukum #84 - Hukum Kekuatan Terbengkalai- Kapanpun pahlawan entah bagaimana Kalah kuat dan/atau kalah tangguh oleh penjahat, ia akan selalu melepaskan kekuatan/gerakan baru yang ia tidak pernah tahu bisa ia capai ... tetapi guru tuanya tahu ia bisa!

    #85- Law of Style Coefficient- In a situation where a Good guy may be in dire straits, he will become stronger, smarter and more cool in a matter of seconds. (see Laws #67, 69, and 84)
    Hukum #85 - Hukum Koefisien Penampilan- Dalam situasi di mana seorang karakter baik mungkin terjebak dalam sudut mengerikan, dia akan menjadi lebih kuat, lebih pintar dan lebih keren dalam hitungan detik. (Lihat Hukum # 67, 69, dan 84)

    #86- Law of Bad Guy Smugness Factor- Whenever the villain actually succeeds in beating the hero, they will begin to gloat uncontrollably, because they’ve never won against the "Good Guy" (because they’re Eeeviiil!!). They usually get so cocky, they tie the hero to a conveyor belt leading to his doom and leave to get a snack. Usually this results in:
    a) The hero escaping.
    b) Clean-up for the underlings.
    c) The villain getting toastied.
    Hukum #86 - Hukum Faktor Kepuasan Karakter Jahat- Setiap kali penjahat sebenarnya berhasil
    mengalahkan pahlawan, mereka akan mulai tertawa tak terkendali, karena mereka belum pernah menang melawan si "karakter baik" (karena mereka Jjaahaaat!). Mereka biasanya menjadi begitu sombong, mereka mengikat pahlawan pada ban berjalan yang menuju ajalnya dan pergi untuk mengambil cemilan. Biasanya yang terjadi adalah:
    a) Pahlawan melarikan diri.
    b) Membereskan para bawahan.
    c) Penjahat akan terpanggang.


    #87- Law of Tableware Nonexistence- There IS no spoon.
    Hukum #87 - Hukum Ketidakberadaan Alat Makan- Tidak ADA sendok. (You Don’t Say :v )

    #88- Law of Goofy Turn-Ons- In ******, ordinary , pedestrian objects sometimes have the magical power of either inducing orgasm or arousal. Some include warm water, rolling on a smooth tabletop, wind, mild electrocution, the character toweling themselves after a bath/shower, and very cold objects... like bottles of 7-up.
    Hukum #88 - Hukum Rangsangan Bodoh- Pada ******, biasanya, obyek pejalan kaki kadang-kadang memiliki kekuatan magis yang merangsang orgasme atau gairah. Beberapa meliputi air hangat, bergulir di meja halus, angin, sengatan listrik ringan, karakter menghanduki diri mereka sendiri setelah mandi/shower, dan benda-benda yang sangat dingin ... seperti botol 7-up.

    #89- Law of Penile Variance- All Anime men in ****** have a ridiculously large penis (lengths of 8, 9, 10 and 11 inches are most common). Some even have ones the size of telephone poles, despite the blood loss that would accompany it...
    # 89 - Hukum Variasi Penis- Semua pria Anime ****** memiliki penis besar yang aneh (panjang 8, 9, 10 dan 11 inci yang paling umum). Beberapa orang bahkan memiliki ukuran seperti gagang telepon, walau berapa banyakpun darah hilang yang akan menyertainya...

    #90-Law of ****** Female Characteristics- All ****** women have the following characteristics:
    1) Very sensitive and/or very large breasts with large nipples.
    2) Very tight and/or sensitive vaginas.
    Hukum #90-Hukum Karakteristik Perempuan ******- Semua Perempuan ****** memiliki karakteristik berikut:
    1) Payudara yang sangat sensitif dan/atau sangat besar dengan puting besar.
    2) Vagina yang sangat sempit dan/atau sensitif.


    #91- Law of Vaginal Variance- ****** Anime women can take penis lengths of 8" and up... completely... despite the fact that they might have a tight and/or sensitive vagina.
    Hukum #91 - Hukum Variasi Vagina- Wanita Anime ****** dapat menerima penis sepanjang 8" dan lebih... dengan sempurna... meskipun ada fakta bahwa mereka mungkin memiliki vagina yang sempit dan/atau sensitif.

    #92- Law of Hero Identification- All heroes are introduced by way of appearance while someone talking about their (in)famous-ness, or by way of a voice-over of them introducing themselves.
    Hukum #92 - Hukum Pengenalan Pahlawan- Semua pahlawan diperkenalkan dengan cara ketika seseorang berbicara tentang keterkenalan mereka, atau dengan cara suara langsung ketika mereka memperkenalkan diri.

    #93- Law of Cute Mascots- Any anime either Shojo or Shonen has GOT to have at least one cute, furry little mascot by penalty of death!
    First Corollary- If it is a Shonen Anime, the hero will be accompanied by a Dog, Cat or any kind of animal, real or fake, that would be found with a hero of the male persuasion. Any animal that would be associated with girls that is following him around is there because:
    1) It’s his girlfriend’s.
    2) It is following him, despite his insistence not to do so.
    3) Chicks will dig him more.
    Second Corollary- If it is a Shojo Anime, the heroine will be accompanied by a cat, cute lil’ mouse, or some disgustingly cute monster, or any kind of animal, real or fake, that would be found with a hero of the female persuasion. Any animal that would be associated with guys that is following her around is there because:
    1) It’s her boyfriend’s.
    2) It is following her, despite her insistence not to do so.
    3) It makes her look cool.
    Hukum #93 - Hukum Maskot Imut- Setiap anime baik Shojo atau Shonen akan MEMILIKI setidaknya satu maskot kecil yang lucu dan berbulu.
    Akibat 1- Jika itu adalah Shonen Anime, pahlawan akan disertai dengan Anjing, Kucing atau segala jenis hewan, nyata atau palsu, yang akan ditemukan oleh pahlawan laki-laki. Setiap hewan yang akan bekerjasama dengan perempuan yang mengikuti dirinya ada karena:
    1) Dia pacarnya.
    2) Dia mengikutinya, meskipun si cowok mendesak untuk tidak melakukannya.
    3) Si cewek akan lebih menyukainya.
    Akibat 2- Jika itu adalah Shojo Anime, pahlawan akan disertai dengan kucing, tikus kecil lucu, atau beberapa monster lucu menjijikkan, atau segala jenis hewan, nyata atau palsu, yang akan ditemukan oleh pahlawan perempuan. Setiap hewan yang akan bekerjasama dengan laki-laki yang mengikuti dirinya ada karena:
    1) Dia pacarnya.
    2) Dia mengikutinya, meskipun si cewek mendesak untuk tidak melakukannya.
    3) Hal itu membuatnya terlihat keren.


    #94- Law of The Force- Most Anime heroes are blessed with a unique sort of ability that enables bad things to happen to those that deserve it or makes things like bullets or debris totally miss them (Also referred to as "Dumb Luck"), even though they are mostly unaware of it. Those who have this ability include Vash the Stampede, Captain Justy Ueki Tylor, and Jar Jar Binks.
    Hukum #94 - Hukum Kekuatan- Kebanyakan pahlawan Anime diberkati dengan semacam kemampuan unik yang memungkinkan hal-hal buruk terjadi pada orang-orang yang menginginkannya atau membuat hal-hal seperti peluru atau puing-puing benar-benar tidak menyakiti mereka (Juga disebut sebagai "Keberuntungan Bodoh"), meskipun sebagian besar dari mereka tidak menyadarinya. Mereka yang memiliki kemampuan ini adalah Vash the Stampede, Kapten Justy Ueki Tylor, dan Jar Jar Binks.

    #95- Law of Naughty Tentacles- All Anime Tentacles are VERY horny and will rape any human female, regardless of age ("She’s 18! No! Really, she is! I’m not lying!...")
    First Corollary- Even when raped or molested by tentacles, ****** Anime girls eventually get into it & begin squealing in ecstasy. NO one knows WHY this is, but some theorize there may be some kind of chemical that is secreted through the skin of the tentacle...
    Second Corollary- Women who are impregnated by a tentacle creature never experience morning sickness, and also find it to be intensely pleasurable (Also known as the Goofy Meter Redline Effect).
    Third Corollary- Similarly, the resulting... offspring of tentacle/human relations is immediately sexually active, often impregnating its own mother again.
    Hukum #95 - Hukum Tentakel Nakal- Semua Tentakel Anime sangat mesum dan akan memperkosa setiap perempuan, tanpa memandang usia ("Dia 18! Tidak! Sungguh, memang benar! Aku tidak bohong! ...")
    Akibat 1- Bahkan ketika diperkosa atau dianiaya oleh tentakel, gadis Anime ****** akhirnya menikmatinya & mulai memekik dalam kegembiraan. TIDAK ada yang tahu MENGAPA ini terjadi, tetapi beberapa berteori mungkin ada semacam jenis bahan kimia yang disekresi melalui kulit tentakel...
    Akibat 2- Wanita yang dihamili oleh makhluk tentakel tidak pernah mengalami sakit di pagi hari, dan juga merasa hal itu sangat menyenangkan (Juga dikenal sebagai Efek Titik didih Meteran Kebodohan).
    Akibat 3- Demikian pula, yang dihasilkan ... keturunan hubungan dari tentakel/manusia akan segera aktif secara seksual, dan sering menghamili ibunya sendiri lagi.


    #96- Law of Cat-Fighting- Two females with a grudge can and will go at each other, sometimes ripping off clothes. Sometimes it escalates so much, that property damage begins to occur.
    First Corollary- A running fight can be so destructive, you can follow it from a distance just by watching for the smoke. (Also known as the "A-ko/B-ko Thing")
    Hukum #96 - Hukum Pertarungan Kucing- Dua perempuan dengan dendam bisa dan akan menyerang satu sama lain, kadang-kadang merobek pakaian. Kadang-kadang meluas terlalu besar, sehingga kerusakan properti mulai terjadi.
    Akibat 1- Pertarungan Berlari dapat begitu merusak, kau dapat mengikutinya dari jarak jauh hanya dengan mengamati asapnya. (Juga dikenal sebagai "Hal A-ko/B-ko")


    #97- Law of Healing- Most anime heroes have a Wolverine-like healing factor that enables them to regenerate from a massive wound or broken bone within minutes. Being immortal sometimes helps. (Also known as the "Priss Effect".)
    Hukum #97 - Hukum Penyembuhan- Kebanyakan pahlawan anime memiliki faktor penyembuhan seperti Wolverine yang memungkinkan mereka untuk beregenerasi dari luka besar atau patah tulang dalam beberapa menit. Terkadang bisa seolah-olah abadi. (Juga dikenal sebagai "Efek Priss".)

    #98- Law of Stereotype Crew Characteristics- All ships, either waterborne or spaceborne, have the following crew members:
    1) The captain
    2) His Lieutenant
    3) Various female technical staff
    4) A hotshot pilot
    5) A cute little girl/twins (either stowaways or not)
    6) The Doctor
    7) The Doctor’s assistant (either a spy or not)
    Weighted among the crew are various quirks which include:
    1) Extreme coolness/luck
    2) Amazing Intelligence
    3) Incredible irritation
    4) Extreme cuteness
    5) Irresponsible drunkenness
    6) Homophobicness
    7) Emotionless (Idiots.)
    Hukum #98 - Hukum Tiruan Karakteristik Kru- Semua kapal, baik kapal laut atau pesawat ruang angkasa, memiliki awak berikut:
    1) Kapten
    2) Letnannya
    3) Berbagai perempuan staf teknis
    4) Seorang pilot jagoan
    5) Seorang gadis kecil yang lucu/kembar (baik penumpang gelap atau tidak)
    6) Doktor
    7) Asisten Dokter (baik mata-mata atau tidak)
    Diantara kru ada berbagai kebiasaan yang meliputi:
    1) Ketenangan/keberuntungan luar biasa
    2) Kepintaran luar basa
    3) Luar biasa mudah marah
    4) Moe Overload
    5) Pemabuk yang tidak bertanggung jawab
    6) Homophobik
    7) Tak berekspresi (Idiot.)


    *#99- Law of Sparklies- Whenever a character of the main character’s interest appears, flowers, sparkles, or abstract circles of pastel colors appear around said character, or both. Roses with exaggerated thorns appear when it is dangerous love. No one knows why this is, though most have a theory: Anime characters are freaks! At least, Marker Apenname seems to think so...
    Hukum #99 - Hukum Kilauan- Setiap kali karakter yang disukai karakter utama muncul, bunga, kilauan, atau lingkaran abstrak warna pastel muncul di sekitar karakter tersebut, atau keduanya. Mawar dengan duri berlebihan muncul jika itu adalah cinta yang berbahaya. Tidak ada yang tahu mengapa hal ini terjadi, meskipun sebagian besar berteori: Karakter anime itu aneh! Setidaknya, Marker Apenname tampaknya berpikir begitu...

    #100- Law of Anime Events- Much like wrestling, anything and everything can happen.
    Hukum #100 - Hukum Kejadian Anime- Sesuatu seperti gulat, apapun dan segala sesuatu bisa terjadi.
     
    Last edited: 18 December 2013
  5. EsFadhaa

    EsFadhaa Member

    165
    26
    63
  6. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    exactly
     

Share This Page