Sekarang, Orang Indonesia Boleh Tak Beragama

Discussion in 'Berita' started by 4_ka_[5h1]+ya+, 13 December 2013.

  1. 4_ka_[5h1]+ya+

    4_ka_[5h1]+ya+ Staff Member

    612
    88
    103
    Menurut Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri,

    Kalau memang ada warga yang mengaku tidak beragama, tidak ada paksaan untuk mengisi kolom tersebut di formulirnya. Tidak usah khawatir, kami tetap akan mengurus administrasi kependudukannya dan mendapatkan pelayanan yang sama.

    Menjamin tidak akan ada diskriminasi antara penduduk beragama dan bukan. Masyarakat justru diimbau untuk jangan mengkhawatirkan identitas agama di e-KTP mereka. Kalau memang tidak menganut satu dari enam agama yang ada, tulis saja jenis kepercayaannya, dan kalau memang tidak beragama, kosongkan saja, ….”

    [berita.plasa.msn.com]

    Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, menyatakan hal tersebut, pada acara sosialisasi Undang-undang No 23 Tahun 2006 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Agaknya, Undang-undang yang telah ditetapkan hampir 10 tahun yang lalu, belum sepenuhnya dipahami dengan baik oleh aparat pemerintah, terutama mereka yang berhubungan dengan admintrasi sipil - publik; apalagi rakyat kebanyakan.

    Akibatnya, ketika ada perubahan dari proses membuat KTP dari form manual ke E-KTP, maka tak sedikit (dari rakyat Nusantara) yang takut tak diurus - tidak perhatikan - dianggap anak tiri oleh Negara, karena tidak mengisi apa agama atau pun kepercayaan yang dianut pada kolom Agama, kertas

    Bahkan, di apara tingkat Rt/Rw, Dusun, Desa, Kelurahan, hal agama-kepercayaan, kadang menjadi permasalahan yang cukup mengganggu.

    [Lebih lagi, jika terjadi perkawinan dan juga kematian; di Indonesia orang sangat sulit menikah beda agama, dan bisa-bisa tak dikuburkan pada kompleks pekuburuan orang yang beragama].

    Memang pernyataan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri ini,

    Menjamin tidak akan ada diskriminasi antara penduduk beragama dan bukan. Masyarakat justru diimbau untuk jangan mengkhawatirkan identitas agama di e-KTP mereka. Kalau memang tidak menganut satu dari enam agama yang ada, tulis saja jenis kepercayaannya, dan kalau memang tidak beragama, kosongkan saja, ….

    bukan atau belum merupakan dasar hukum yang membolehkan orang-orang Indonesia tidak beragama, menolak agama, atau pun sama sekali tak terikat dengan salah satu agama yang diakui oleh Negara.

    Tapi, pernyataan tersebut, sudah cukup untuk WNI untuk bebas tidak terhisab pada agama-agama yang diakui negara; dengan itu, mereka bisa memilih bentuk kepercayaaan yang imaninya, tanpa harus terikat dengan agama-agama yang ada di Nusantara.

    [Mungkin saja, jalan ini bisa dipelajari oleh umat Syiah dan Amadyah di Indonesia!!? Ini cuma mungkin. Jika mereaka bisa meliahta peluang ini, maka tak jika menulis Syaih atau pun Amadyah di kolom Agama pada KTP, tanpa harus takut mengalami diskriminasi].

    Kita lihat sajalah …

    Harapan ke depan, jika ada kebebasan beragama maka harus juga terjadi kebebasan tak beragama di NKRI
    Ungkapan kebebasan beragama memberikan arti luas yang meliputi membangun rumah ibadah dan berkumpul, menyembah; membentuk institusi sosial; publikasi; dan kontak dengan individu dan institusi dalam masalah agama pada tingkat nasional atau internasional. Sepatutnya jika ada kebebasan beragama maka harus ada saudara kembarnya yaitu kebebasan tidak beragama serta berpindah agama. Dua-duanya harus dihargai dan dijamin oleh Negara

    Kebebasan beragama, menjadikan seseorang mampu meniadakan diskriminasi berdasarkan agama; pelanggaran terhadap hak untuk beragama; paksaan yang akan mengganggu kebebasan seseorang untuk mempunyai agama atau kepercayaan.

    Termasuk dalam pergaulan sosial setiap hari, yang menunjukkan saling pengertian, toleransi, persahabatan dengan semua orang, perdamaian dan persaudaraan universal, menghargai kebebasan, kepercayaan dan kepercayaan dari yang lain dan kesadaran penuh bahwa agama diberikan untuk melayani para pengikut-pengikutnya. Dan ini hanya harapan yang terus menerus menjadi pengharapan. Karena, bagi/untuk mereka yang minoritas, tak ada kebebasan seperti itu.

    Diriku ko’ masih membayangkan Negara menjamin adanya kebebasan tak beragama; dengan tujuanmenghindari konflik, pertikaian, tindakan brutal, rusuh, serta sulit membangun rumah ibadah, dan lain sebagainya.

    Apalagi di Negara ini, tidak ada satu pun Undang-undang – peraturan, yang mewajibkan atau mengharuskan seseorang beragama, menjadi umat beragama, mengikuti salah satu aliran keagamaan, dan seterusnya. Juga, tak ada undang-undang yang sama yang mengharuskan rakyat Nusantara percaya atau pun tak percaya adanya TUHAN – Allah – Dewa/i dan seterusnya.

    Karena tak ada satu pun Undang-undang di NKRI yang mengharuskan seseorang menjadi umat beragama, maka rakyat RI di Nusantara, boleh dan dibolehkan tak beragama, bahkan tidak dilarang percaya adanya Tuhan atau pun tidak.

    Ini adalah suatu kemerdekaan; kemerdekaan pada diri manusia Indonesia, yang tak perlu ada sanksi hukum, jika ia tak beragama.

    Crots: http://politik.kompasiana.com/2013/12/12/sekarang-orang-indonesia-boleh-tak-beragama-615935.html

    Hahahahahahahahahahahahahhahahahahaha....
     
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    well,,, that's escalated quickly

    sebenarnya itu pilihan masing-masing. tapi yang namanya masalah agama itu masalah yang sensitif. terkadang kita cuma berpikir apa yang telah diberikan agama kepada kita. tetapi kita tidak pernah berpikir apa yang telah kita berikan untuk agama kita.
     
  3. s4skiazh

    s4skiazh kembali! Staff Member

    231
    180
    136
    Harapan kedepannya itu... bukankah sudah jelas Indonesia merupakan negara yang mengakui adanya Tuhan? bukan seperti negara-negara liberal, tapi seperti yang telah lama kita ketahui, negara kita negara Pancila 'kan? Bukankah ini malah menyalahi dasar sendiri?

    Hayo~ arti lambang bintang pada dada garuda apa, Pak? lupa, nggih?

    Tak ada satupun UU yang mengharuskan masyarakat Indonesia sebagai umat beragama? Jika kita memahami dasar negara saja kita sudah tahu apa jawabnya. Lalu bagaimana dengan UUD pasal 29? 'v'


    Tak ada satu pun UU yang mengharuskan seseorang menjadi umat beragama? Hmm...
    Bagaimana dengan UUD pasal 29? 'v'
     
    Last edited: 15 December 2013
  4. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    pasal 29 dalam UUD 1945 membahas tentang agama

    Pasal 29 :
    (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
    (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap - tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing - masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu

    pasal 29 ayat 1 dengan butir 1 pancasila memiliki maksud yang serupa. negara Indonesia adalah negara yang bertuhan. ada 2 pengertian disini. pertama, Indonesia mengakui keberadaan agama dalam rakyatnya. kedua, Indonesia mengaku kalau ia bukan negara komunis.

    tetapi Indonesia tidak menekankan rakyat untuk harus memiliki agama. seperti yang mereka katakan, tidak ada hukum yang mengharuskan rakyat memeluk agama. kalaupun ada, itu hanya tersirat. yang dijelaskan hanyalah "Negara menjamin kemerdekaan tiap - tiap penduduk untuk memeluk agama". ini sama saja seperti aku memperbolehkanmu masuk ke dalam rumahku memakai sepatu, tetapi aku tidak melarang jika kau melepasnya. namun jika kau masuk memakai sepatu, pastikan kau mematuhi beberapa peraturan seperti tidak berlari, tidak meloncat, dan pastikan sepatumu bersih.
     
    4_ka_[5h1]+ya+ likes this.
  5. seis_fleur

    seis_fleur nomor absen 12 Staff Member

    2.118
    705
    258
    ini bukan sekedar masalah UUD
    ini masalah Pancasila sila pertama kawan-kawan~~~~
    sila pertama udah nyimpang nih, sila yang lain bakal gimana?

    yah saya udah mengenal beberapa atheis emang. Bukan cuman tahu tapi kenal.
    gak dari islam ktp bahkan yg kristen ktp juga ada

    saya tidak pernah merendahkan atheis. seperti yg saya bilang tadi, saya kenal mereka seperti biasa aja,
    tapi dasar negara kita yang pertama aja udah "Ketuhanan Yang Maha Esa" loh

    ah saya ngomong apa
     
  6. 4_ka_[5h1]+ya+

    4_ka_[5h1]+ya+ Staff Member

    612
    88
    103
    sila yg lain? dah menyimpang dari awal........

    1. ketuhanan yang maha esa

    coba cermati kata katanya =)))) dari awal emang dah di langgar kok,,,
     

Share This Page