Share [Puisi] Goresan Pikiranku

Discussion in 'Tulisan' started by TheWizard, 31 October 2013.

  1. TheWizard

    TheWizard Audiophile

    201
    56
    73
    Hai, ini thread gw tentang puisi

    Mumpung gw lagi galau

    Monggo di nikmati

    Memori
    Hilang sosok manusia dalam jiwa
    Kotor tak dapat dibersihkan
    Berbekas bayang hitam
    Buram pada pikiran

    Ingatan...
    Asmara bersama di atas tanah romansa
    Meninggalkan foto kusam nan usang
    Terpampang tegas terbingkai kayu tua
    Memiliki arti luas bak alam semesta

    Kenangan...
    Rasa sakit, rasa sedih telah sirna
    terisi penuh oleh dengki dan amarah
    menyisahkan jasad yang bernafas dan berjalan

    Sayatan sayatan penyesalan
    Menghantui jiwa yang tekoyak
    Mantra mantra kemunafikan tertahan
    Berjalan lurus dalam alam pikiran

    Pintu hati telah tertutup
    Tergembok untuk semua insan
    Hanya engkau yang dapat membukanya
    Dan menghidupkan kembali rasa yang telah binasa

    Kuingat...
    Bagaimana terakhir kali bersama
    Ragamu berbaring dengan sentosa
    Aroma melati semerbak menusuk anganku
    Memamerkan pesona wajah dengan senyuman
    Memandangku dengan kedua kelopak mata terpejam

    Terbuai fatamorgana rasa
    Luka menganga tertutup air mata
    Dirimu terpendam lenyap
    Dalam gelap yang terik menyilaukan
    Wiz - 2013​
     
    s4skiazh and Micchan like this.
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    kenapa ya galau itu bisa membuat orang-orang jadi berpikir bijak dan melankolis?

    saya curiga para puitisi dan penulis kebanyakan memiliki masa galau berlebih dalam hidupnya :sneaky:
     
  3. TheWizard

    TheWizard Audiophile

    201
    56
    73
    ara ara ara

    justru saya tjuriga kalo om deji rajin menggalau~ :coffee:
     
  4. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    wats? :eek:
     
  5. TheWizard

    TheWizard Audiophile

    201
    56
    73
    Bagai cermin utuh yang dipecah kemudian dipungut pecahannya oleh para penghuni ruang dan waktu berumur tiga waktu. Dengan kearogansian, mereka menganggap bahwa cermin yang mereka genggam adalah cermin yang terbenar dan terbaik. -Manusia
     
    s4skiazh likes this.

Share This Page