Share [Orific] Moefags Creed

Discussion in 'Tulisan' started by BiriBiri, 3 January 2014.

  1. BiriBiri

    BiriBiri Member

    242
    31
    53
    fiksi ini adalah cerita parodi suram dari Assassins Creed dan beberapa karakter didalamnya diambil dari orang beneran :v


    Prolog

    Dunia di cerita ini adalah dunia dimana hiburan menjadi hal yang paling dipentingkan atau bahkan dituhankan, namun di sisi lain terdapat dua organisasi rahasia di dunia tersebut.

    Yang pertama adalah Fujoshi, meski tidak semuanya adalah perempuan, tetapi semua anggotanya menyukai cowok ganteng apalagi yang homoseksual dan punya tujuan mengontrol keinginan semua orang menyukai bishonen & yaoi.

    Yang kedua adalah Moefag, orang-orang pecinta keimutan yang kebanyakan dari loli-loli karena keimutan mereka sampai mereka bilang “kyaa~ kawaii”,”so moeeee~”,”imouto ni natte kudasaaii!!” dan semacamnya, yang unik dari mereka adalah selalu memakai jubah, sangkin miripnya sama kerudung ada cowok imut yang dianggap perempuan, meski begitu persaudaraan mereka sangat ketat meski terkadang suka berantem sendiri kalo waifu yang disuka sama.

    Kenapa kedua kubu saling bermusuhan satu sama lain? Meski awalnya hanya karena perbedaan pendapat, tetapi saat mendengar tujuan sebenarnya para Fujoshi di dunia yang dipenuhi komik dan animasi ini para Moefags langsung mengibarkan bendera perang untuk memberantas homoseksualitas dan hal-hal berbau kegantengan yang sangat tabu untuk mereka.


    Sequence 1

    Moesyaf, 1175

    Di dalam sebuah gua dua orang berjubah mendekati tiga cewek yang sedang membuka peti mencari sesuai seperti harta karun.

    “berhenti!” teriak salah satu pria berjubah memergoki mereka.

    “kalian.. ah, moefags.. aku tak menyangka kalian ternyata juga menginginkan benda ini” jawab salah satu cewek yang terlihat seperti pemimpin-nya memegang benda yang mirip dengan tempat jin lampu seperti di dongeng aladin.

    “aku tak tahu itu benda apa tetapi aku akan merebutnya darimu!” jawab si pria berjubah.

    Setelah itu, pria berjubah yang satunya langsung menyerang sang pemimpin Fujoshi dengan pedang arab-nya, serangannya berhasil dihindari lalu cewek itu membalas dengan pedangnya hingga pria itu terbunuh.

    Melihat saudaranya terbunuh ia tak tinggal diam, pemimpin Fujoshi itu langsung kabur membawa harta tersebut, kedua Fujoshi bawahannya mengeluarkan pedangnya untuk menghadang sang Moefag, masing-masing serangannya berhasil dihindari lalu berlari cepat mengejar pemimpin mereka.

    Mendekati jalan keluar gua sang pemimpin Fujoshi meniup jarinya untuk memanggil kuda dan kudanya datang, si Moefags yang mengejarnya pun tidak tinggal diam, mengetahui jalan keluar dari gua itu banyak belokan seperti labirin dia menemukan jalan pintas keluar gua yang sangat tinggi, beruntung bagi dia tembok-tembok tersebut tidak rata jadi dia bisa memanjati jendela gua tersebut, di bawahnya ada jalan turunan keluar dari gua. Tepat setelah sampai di puncak tembok tersebut Fujoshi yang melarikan diri tadi hanya beberapa meter dari arah kiri sang Moefag, melihat sang Fujoshi si Moefag langsung melompat menjatuhkan kuda itu sampai keduanya sama-sama jatuh dan benda itu terpental.

    Melihat benda yang sama-sama diinginkannya tergeletak tanpa ada yang memegangnya, keduanya mengeluarkan pedangnya masing-masing dan bertarung, setelah sekian lama serangan masing-masing selalu ditepis, sang Moefag mengadu pedangnya lalu menusuk jantung si Fujoshi hidden-blade(jangan ngeres dulu) dari tangan kirinya.

    Setelah misi tersebut, si pria berjubah kembali ke markas Moefag di Moesyaf memberikan benda yang susah payah direbutnya itu kepada C-dix sang Mentor atau bahasa lainnya pemimpin para Moefags.

    “aku tak menyangka kau berhasil mengambilnya, Asahiko” ujar sang mentor dengan terkesan.

    “apa itu artinya kau menginginkanku untuk gagal?”

    “tidak tidak… aku hanya berpikir kau dapat mengurangi jumlah Fujoshi meski gagal mendapatkan artefak itu”

    “benda ini adalah artefak?”

    “iya benar…” jawab mentor sambil mengeluarkan bola berwarna emas diambil dari tempat jin lampu tersebut “benda ini namanya adalah Apple of Edan, meski aku masih belum tahu bagaimana cara menggunakannya tetapi benda ini amat sangat berharga di kalangan Otaku”

    “pantas saja mereka juga menginginkan benda ini”

    “tentu saja..”

    Setelah mentor berkata tersebut terdenar teriakan dari luar jendela dimana ada dua orang sedang berkelahi dan satu orang mencoba melerai mereka.

    “she’s mai waifu!!”

    “no! she’s mine!!”

    “sudah jangan berantem terus, gimana kalau aku bikin karakter lagi yang mirip agar kalian bisa memilikinya masing-masing?”

    “gak akan! Gue cuma suka Hikari-chan!”

    “emangnya cuma lu doang!?”

    Mentor menutup jendela tersebut.

    “berisik...”

    “iya.. “

    Sequence 2

    Sebulan Kemudian

    Di ruangan-nya mentor C-dix sedang memperhatikan Apple of Edan yang sedang ia pegang, tak lama kemudian Asahiko datang.

    “mentor..”

    “ah, Asahiko..”

    “apa yang sedang kau lakukan dengan benda itu?”

    “aku sedang mencari tahu bagaimana kerjanya, meski aku masih kurang mengerti” jawab mentor sambil memutarkan bola emas tersebut “btw aku ada misi baru untukmu”

    “siapa targetku kali ini?”

    “aku ingin kau membunuh 3 orang ini, Adin & Shina di Damoescus, Lalu Toge di Jomblosallem. Aku berharap sesuatu yang bagus darimu”

    “baik, mentor”

    Saat berjalan santai keluar gerbang markas Moesyaf, salah seorang Moefags mendekati Asahiko.

    “Asahiko-san! Lebih baik Yuri daripada Trap kan?!”

    “e-eh.. itu kan selera masing-masing” jawab Asahiko yang kebingungan.

    “tuh liat, dia aja setuju!”

    Gak mau lama-lama digangguin Asahiko langsung pergi ke kantor Moefags yang tersembunyi di Damoescus untuk bertemu dengan pemantau keadaan disana.

    “Asahiko.. mencari siapa kamu disini?” Tanya Igor yang jadi pemantau disini.

    “nyari seseorang gor, kamu tahu tentang Adin & Shina?”

    “kalau Adin dia cuma dikenal sebagai orang biasa disini, nggak banyak yang tahu tentang dia, sepertinya dia orang biasa yang diajak temennya jadi Fujoshi. Sedangkan Shina termasuk orang yang selalu maksain orang-orang agar semuanya bisa dikhayalin jadi yaoi”

    “hmm.. kalau begitu aku akan cari informasi lagi”

    “dimana?”

    “di kota ini tentunya”

    Asahiko keluar dari tempat tersebut, untuk mencari informasi tersebut Asahiko duduk dibangku sambil nguping hampir setiap omongan orang di Damoescus.

    “oi broh, gue kemaren tamat baca light novel ‘Suka-Suka Dia’, mantep broh.. nanti protagonisnya lebih milih nikah sama si blonde daripada osananajimi-nya”

    “SPOILER KAMPRET!!”

    Asahiko menengok ke arah lain.

    “halo cyiin~ semalem gue baca komik, waktu mau baca halaman terakhir nggak sengaja kertasnya kena lilin disebelah gue, abis itu kebakar deh tuh komik, elo punya nggak cyin? Gue pinjem dong”

    “nggak ah nanti takutnya kebakar juga, nih spoilernya... protagonis-nya dapet jurus baru”

    “wah, berarti nggak sabar nunggu volume berikutnya”

    Asahiko pindah ke spot lain, dan kali ini mendengar seseorang yg mencurigakan.

    “dia disandra trus dicekokin tetep aja dia nggak mempan, gue kasih action juga sama aja.. biasanya kan cowok suka action, tapi nolak keras-keras pake alasan ‘OPPAI-NYA MANA!!?’ pokoknya jijik deh”

    “kalo gitu udah dikasih ke dia tu orang?”

    “iya, karena udah nggak bisa dihasut lagi mendingan di’gituin’ aja”

    Dalam hatinya Asahiko berpikir “maksa ya.. ini ulah Shina, tapi aku harus cari tahu informasi lagi” lalu berjalan mengelilingi Damoescus, dan menemukan seseorang sedang berteriak menyerukan sesuatu sambil dilihat oleh beberapa warga.

    “wahai para otaku! Apakah bagus dan imut-nya karakter itu mencerminkan rating dari sebuah komik atau light novel? Tidak mungkin! cerita, itulah yang kita cari. Yang menarik, tak ada gunanya membaca sesuatu yang imut kalau ceritanya jelek! Sekian terima kasih..”

    Orang itu pergi, Asahiko mengikutinya ke suatu tempat yang sepi lalu memukulinya, orang itu langsung mengalah dan menyerah pada Asahiko.

    “ampun! Kenapa kau lakukan ini padaku? Apakah kau bandit?”

    “bukan, aku ingin tau kenapa kau memaksa mereka untuk mengerti cerita yang bagus dan nggak boleh imut, tapi tidak bilang apa-apa tentang karakter cowok ganteng”

    “memangnya kenapa? Bukankah karakter cowok yang keren lebih banyak disukai daripada yang lemah lalu beruntung memiliki harem? Itu aneh, seakan-akan terjadi padahal cuma bikin iri”

    “dari gaya bicaramu kau adalah salah satu dari mereka”

    “tidak, aku orang yang realistis yang hanya mencari kisah layaknya cerita nyata”

    “kesampingkan itu, apa kau dengar seseorang akan dihukum dalam waktu seminggu ini?”

    “a-aku tidak tahu apa-apa, aku hanya—“

    Asahiko memukul perutnya.

    “jawab dengan jujur”

    “h-hari sabtu nanti, ada sekitar 4-5 orang yang akan dihukum karena pemberontakan”

    “apa kau tahu siapa yang akan mengeksekusi mereka?”

    “Sh-Shina, salah anggota Fujoshi”

    “kau tahu kalau dia Fujoshi, kau pasti salah satu dari mereka”

    “tidak.. aku tida—“

    *jleb*

    Asahiko menusukkan hidden-blade jantung orang itu.

    “kena...pa?”

    “maaf aku tidak ingin keberadaanku diketahui para Fujoshi disini”

    Mengetahui hal tersebut Asahiko langsung melapor ke Igor di kantor tersembunyi Moefags.

    “ini bahaya, salah satunya adalah saudara kita, aku memberikanmu hak untuk membunuhnya”

    Igor memberikan potongan kecil kain sebagai bukti kalau target sudah terbunuh.

    Beberapa hari kemudian, beberapa meter dekat Gereja ada kerubunan ramai yang melihat lima orang tangannya diikat dan masing-masing akan digantung, Asahiko berada di tengah-tengah kerumunan melihat sang pengadil berjalan menuju Moefag yang sedang diikat.

    “ini yang akan terjadi kalau diantara kalian ada yang melanggar peraturan dengan menggambar sesuatu yang tidak senonoh!” teriak Shina menunjukkan tangannya kepada pengadil yang sudah mengangkat kapak besar-nya.

    Tetapi si pengadil menjatuhkan kapaknya tepat saat kapak itu berada di atas kepalanya sendiri, kaki-nya melemas karena tak sadar kalau kaki-nya telah ditusuk oleh pisau lempar. Semua warga yang beraa disitu panik dan lari dari tempat tersebut, di tengah situasi yang menguntungkan ini Asahiko langsung lari sprint ke arah Shina dan menusuk perutnya dengan hidden-blade.

    “ukh... padahal aku tidak salah..” ujar Shina yang sudah melemas.

    “kau mengadili seseorang menyukai komik porno padahal kau sendirinya menyukai homoseksualitas”

    “memangnya kenapa? Hanya cinta antar sesama pria.. bukan cerita tentang berhubungan intim yang menjadi sumber kebejatan sese...orang...” Shina meninggal dengan mata terbuka meninggal di tempat itu.

    “beristirahatlah dengan tenang..” Asahiko mengusap mata Shina yang sudah meninggal lalu mengambil sampel darahnya dengan kain yang diberikan Igor sebagai bukti kalau target sudah terbunuh.

    Para prajurit penjaga disekitar langsung mengepung Asahiko dan menyerangnya, serangan dari kanan berhasil dihindari, serangan datang lagi dari kiri tapi kini Asahiko bergerak cepat lalu menusuk wajah penjaga itu dengan hidden-blade lalu berlari sejauh mungkin dengan memanjat bangunan-bangunan sampai tidak terlihat lalu bersembunyi di hiding spot sampai tidak ada lagi yang mengejarnya.


    Rooftop garden.

    “Asahiko.. kau sudah mendapatkannya, kenapa dia melakukan itu?” tanya Igor di kantor Moefags saat Asahiko sudah kembali.

    “dia tidak ingin hal-hal yang senonoh meracuni masyarakat otaku, dia meyakini kalau ‘saudara’ kita yang membaca komik porno itu harus dihukum karena akan membuat tindakan orang menjadi cabul”

    “hmm.. niatnya baik, tapi sayangnya ada niat terselubung di dalam hatinya” respon Igor sambil menulis nama korban di buku-nya lalu mengambil kain berdarah yang digunakan Asahiko.

    “aku setuju”


    Sequence 3

    Beberapa minggu kemudian di kantor Moefags.

    “ada info baru tentang Adin?”

    “salah seorang informanku datang beberapa jam yang lalu, dia bilang kalau dia mengimpor doujinshi dari negara lain, bisa dibilang itu adalah doujin yaoi dan dia ingin menyebarkannya kepada cewek-cewek normal di Damoescus agar bergabung dengan mereka”

    “ini gawat.. sepertinya aku harus bergerak cepat”

    Asahiko langsung mengambil potongan kain-nya lalu bergerak cepat keluar Damoescus dengan memanjati rumah-rumah orang, membunuh pemanah yang menjaga sekitar genteng, sampai akhirnya keluar gerbang kota Damoescus.

    Diluar terlihat seekor kuda yang tidak dimiliki seseorang, Asahiko langsung mencuri kuda tersebut dan lari ke tempat pedagang doujinshi itu berada.

    Pedagang tersebut ditemukan menaiki kuda yang menarik barang-barang dagangannya dengan gerobak yang tertutup oleh rumput-rumput, Asahiko melompat ke dalam gerobak itu mencari-cari doujinshi yang katanya ada disini tetapi ternyata tidak ada melainkan hanya ditemukan obat-obatan, komik, dan light novel biasa, beberapa saat kemudian kereta kuda ini berhenti.

    “berhenti!” teriak seorang penjaga keamanan kepada penunggang kuda “kami mendengar kau membawa seseorang yang katanya adalah seorang pembunuh”

    “apa? Tidak, aku hanya membawa barang daganganku.. lihat lah gerobak itu”

    Saat ketiga penjaga ini mendekati gerobak, Asahiko melompat keluar dari sarangnya menyambar salah satu penjaga sambil menusuk kepala penjaga itu dengan hidden-blade.

    “dia orangnya!” teriak salah satu penjaga sambil mengeluarkan pedangnya dan menyerang Asahiko.

    Asahiko menangkis serangan tersebut dengan pisau, serangan yang muncul dari sisi yang lainnya berhasil diantisipasi dengan lemparan pisau-nya, tidak kuat menahan pedang dengan pisau Asahiko menendang kaki si penjaga lalu menusuk kepalanya.

    “dimana doujinshi-nya?” ancam Asahiko kepada si pedagang.

    “d-doujinshi? Tadi ditengah jalan ada sekelompok cewek yang mengambilnya, a-aku hanya memberikan pesanan seseorang.. aku tidak salah apa-apa.. aku sendiri hanya tau itu doujinshi tapi tidak tau isinya seperti apa..” jawab si pedangan yang merinding ketakutan.

    “cih..”

    Asahiko kembali lagi ke kantor di Damoescus, melapor kepada Igor kalau ternyata itu tipuan.

    “menurutku itu bukan tipuan, dia benar-benar melakukannya tapi barangnya diambil ditengah jalan, kayaknya itu strategi”

    “aku cari informasi lagi, Adin pasti ada disekitar sini”

    Dia pergi dari kantor itu memutari kota Damoescus, berjam-jam tidak menemukan sesuatu Asahiko pergi ke dalam Gereja duduk di kursi paling belakang, melihat-lihat sekitar dia menemukan sosok Adin yang sedang berbincang dengan asisten-nya dibelakang patung raksasa Kaname Madoka dengan ‘Sukumizu’ yang diagung-agungkan.

    “berhasil.. dengan begini orang-orang akan senang dengan barang-barang kita, disisi lain keuntungan kita juga besar”

    “jangan senang dulu, saat mereka mengetahui-nya kesenangan kita malah berbalik menyerang kita”

    “kalau begitu apa tahap selanjutnya?”

    “dibagikan tentu saja, tempatnya kita diskusikan nanti”

    Setelah berbincang-bincang seperti itu keduanya pergi ke belakang Gereja, Asahiko tidak dapat mengikutinya karena terlalu mencurigakan jadi dia menunggu hari dimana mereka melakukan aksinya.

    Seminggu kemudian aku mendengar ada bazaar yang mengedarkan manga & light novel rilisan terbaru di tengah kota Damoescus, Asahiko berada ditengah-tengah kerumunan yang beramai-ramai ingin membeli semua yang diedarkan di bazaar ini.

    Asahiko membeli serial lanjutan dari komik favoritnya di salah satu stand lalu membacanya sambil duduk di suatu bangku sekalian untuk mengamati pergerakan orang yang mencurigakan, ada cewek yang menggenggam erat barang bawaannya yang ditutupi oleh karung dan Asahiko mengikutinya, lalu cewek itu membuka belanjaannya tersebut yang ternyata isinya adalah Shoujo Manga.

    Setelah salah sangka Asahiko pergi kembali ke bazaar tadi, semua orang sedang terkaget-kaget melihat ada om-om yang tampak kesal berteriak.

    “apaan nih!! Di cover-nya emang Shoujo Manga, tapi ternyata malah ****, yang paling parah cover aslinya disembunyiin! Balikin duit gw!”

    “maaf, transaksi sudah terjadi.. duit nggak bisa kembali”

    “apa-apaan!!?”

    Orang itu kesal sampai ingin memukul si penjual, tapi ditahan oleh penjaga hingga banyak yang juga mulai ikut protes.

    “kita enggak ingin hal seperti ini dijual!”

    “iya betul!

    Teriak orang-orang yang protes mengerubuni si penjual lalu dicegah oleh penjaga, semakin keras usaha para warga disitu semakin keras juga tindakan yang digunakan oleh para penjaga, bahkan satu orang ada yang dilukai dengan pedang si penjaga, Asahiko yang melihat kejadian ini hanya pasrah bersembunyi karena tidak ingin melanggar peraturan dimana seorang target harus didahulukan daripada masalah seperti ini.

    Tak lama kemudian Adin terlihat sedang berjalan setelah melihat-lihat keadaan disini, meski banyak warga yang dibunuhi disini, Asahiko seakan tidak peduli dan tidak ingin membuat kesalahan seperti sebelumnya, dia mengejar Adin sampai tersadar kalau dia sedang dikejar, keduanya kejar-kejaran dari tempat yang ramai hingga ke jalan sempit di daerah perumahan Damoescus.

    “penjaga! Saya dikejar oleh pembunuh!” teriak Adin kepaeda melihat dua penjaga yang mengawasi tempat itu.

    Para penjaga itu langsung menyiapkan pedangnya ke arah Asahiko tapi dia melempar pisau ke kepala dua penjaga itu, setelah melewati dua penjaga tadi Adin terlihat berada di tengah tengah kerumunan, setelah melihat Asahiko dia lari dari kerumunan itu, karena kerumunan itu ramai ia mencari jalan lain dan memprediksi ke arah mana Adin akan pergi.

    “hah...hah... aman...”

    Adin yang kelelahan berhenti di area dekat tangga yang sedang sepi, di atas tangga itu banyak rumah-rumah dan dari atap rumah itu Asahiko melompat dan mencekik Adin dari udara.

    “apa tujuanmu sebenarnya?” tanya Asahiko sambil mencekik.

    “tujuan? Ukh.. demi temen dan hobi” jawab Adin.

    “siapa temanmu ini? Tujuannya apa?”

    “sama seperti yang lainnya..”

    “lainnya?”

    “kalau di tempatmu kau mungkin menganggapnya saudara, kita melakukan sesuatu hal yang sama tapi metode-mu melakukan sesuatu lebih hina Moefags, tidak seperti kita yang melakukannya dengan kebaikan”

    “bukan kebaikan kalau kau memaksakan seseorang menyukai apa yang kau sukai padahal dia membencinya, dan yang paling buruk kau melakukannya karena kau punya kekuatan”

    “ukh..haa~”

    “berisitrahatlah dengan tenang..”

    Jantung Adin ditusuk oleh hidden-blade lalu diambil bukti darahnya Adin, dia mati seperti itu.

    Sequence 4

    Moesyaf

    “kenapa semuanya berbicara seakan melakukan tindakan yang baik? Semua target ini Fujoshi kan? Bukan kah mereka niatnya jahat?” tanya Asahiko pada mentor yang lagi memasukkan komiknya kedalam rak buku.

    “karena di dunia ini baik dan buruk tergantung dari pandangan seseorang, kita melihat para Fujoshi sangat terlihat buruk tapi mereka menganggap kita sebaliknya...”

    “jadi maksudmu kebaikan hanyalah tindakan yang menguntungkan seseorang atau suatu kelompok tapi buruk bagi seseorang yang membenci atau memusuhi kelompok tersebut?”

    “benar.. kalau kau masih meragukan sesuatu tentang kebaikan atau kejahatan ingatlah kepercayaan kita.. tidak ada yang benar”

    “dan semuanya diperbolehkan...”

    “begitulah, sepertinya kau juga mendapatkan pelajaran yang bagus dari tugas ini.. sekarang pergilah ke Jomblosallem”

    “baik.. mentor”

    Setelah perjalanan jauh meski menaiki kuda akhirnya Asahiko sampai di Jomblosallem, banyaknya penjaga yang berada didepan gerbang masuk kota ini membuat Asahiko menyusup di tengah-tengah kelompok orang berbaju putih yang kebetulan mirip dengannya, setelah berhasil mengelabui para penjaga Asahiko langsung pergi ke dalam kantor Moefags dan bertemu dengan Salim yang bertugas disana.

    “Asahiko? Nyari apaan disini?”

    “nyari seseorang yang namanya Toge, dia penduduk disini kan?”

    “ohh dia... penduduk yang dari dulu teriak-teriak nyari istri”

    “nyari istri? Memangnya ngapain dia?”

    “dulu dia sempet punya pacar, abis diputusin dia ngerasa hidup gk ada artinya kalo nggak punya istri, apalagi almarhum orang tua-nya yang sekarang udah meninggal nyuruh dia cepet kawin terus”

    “aku agak kasihan...”

    “gw juga gitu.. tapi sejak orang tuanya meninggal dia baik-baik aja nggak teriak-teriak kyk dulu”

    “sepertinya aku mengerti sesuatu... aku pergi mencari informasi dulu”

    “hati-hati Asahiko.. kota ini dalam keadaan agak kacau”

    “baik...”

    Pertama-tama Asahiko pergi ke dekat Gereja yang cukup besar untuk mencari informasi, tapi ditengah perjalanannya dia melihat ada orang miskin yang dipukuli oleh tiga orang penjaga.

    Tanpa basa-basi Asahiko langsung membunuh salah satu penjaga itu dari belakang dengan hidden-blade lalu membacok penjaga lainnya dengan pedang.

    “dasar pembunuh!! Ada kriminal disini! Serang dia!!” teriak penjaga yang memukuli si orang miskin setelah melihat kedua rekannya mati dibunuh, setelah teriakan itu ada empat orang penjaga yang datang untuk menyerang Asahiko.

    “jangan berharap kau bisa lari” teriak penjaga yang lain saat menyerang Asahiko, penjaga itu mencoba menusuk kepala Asahiko tapi serangan tersebut dihindari dan tangannya dipelintir lalu dibunuh menggunakan pedang.

    Tepat saat penjaga itu mati yang lainnya coba membacok Asahiko dengan pedang arab miliknya, serangan itu berhasil dihindari dan Asahiko membunuhnya dengan hidden-blade tepat di bagian jantungnya.

    Asahiko melempar pisau ke penjaga lainnya tepat ke arah lehernya sampai sekarat, Asahiko langsung berlari ke penjaga yang memukuli orang miskin tadi lalu menusukkan hidden-blade tepat di jidat-nya, sisa penjaga yang melihatnya dan masyarakat yang melihat kejadian tersebut langsung lari ketakutan.

    Setelah memutari kota tak menemukan sesuatu yang mencurigakan, Salim datang dengan sangat terburu-buru karena ingin menyampaikan pesan darurat untuk Asahiko.

    “Salim? Sedang apa kau disini?”

    “bahaya! Toge gak ada disini! Sama Moesyaf diserang, jumlahnya nggak sedikit.. lo pergi kesana!”

    “baik.. aku pergi!”

    “semoga kau berhasil!”

    Dengan begitu dia pergi kembali ke Moesyaf dengan kecepatan penuh, tapi ditengah-tengah jalan justru banyak prajurit berkuda berkumpul mengepung Asahiko di luar Jomblosallem, perempuan pemimpin pasukan ini menghampiri Asahiko.

    “wah..wah.. aku pikir orang-orang sepertimu sedang berada di dalam benteng Moesyaf sekarang.. heheheh”

    “apa tujuan kalian menyerang kami? Kalau orang-orang kalian kubunuh seharusnya kalian mengincarku bukan orang-orang di Moesyaf”

    “kamu kan Moefags, mereka juga.. jadi kenapa enggak semuanya aja? Lagian kan kalo kamu mati nanti pasti ada yang ngegantiin tugasmu kan? Karena itu lebih baik sumbernya aja langsung”

    “kita semua ada dimana-mana nggak cuma berdiam diri di tempat layaknya orang bermeditasi, meski semua Moefags disini mati terbunuh.. mereka akan kembali lagi suatu saat nanti, karena meski kami telah musnah kepercayaan kami tidak dan suatu saat nanti akan ditemukan kembali oleh seseorang”

    “begitupun juga kita, hasrat terpendam untuk mengatur dan menguasai dunia animasi ini tidak akan hancur hanya dengan semua anggota kami mati, setiap pembuat light novel dan komik action pasti akan membuat karakter cowok yang keren dan tidak sedikit... dari sanalah kita akan bangkit lalu membuat perdamaian”

    “perdamaian apa? Kalian hanya mengontrol kehidupan mereka.. apalagi dengan menyukai benda homoseksual, kalian tidak akan memiliki keturunan...”

    “oh tidak tidak tidak... justru karena benda homoseksual itu kedua pasangan yang sehobi akan menjadi cocok dan berjodoh..”

    “apa itu artinya kalian ingin mengatur dunia untuk menyukai satu hal saja? Ingin agar manusia hidup bersama layaknya robot raksasa yang dijalani oleh banyak orang”

    “ternyata kau mengerti juga... manusia itu nggak akan pernah maju, nggak akan pernah bersatu, nggak akan pernah akur kalau terus dipisahkan oleh perbedaan pemikiran..”

    “kau salah, hidup itu seharusnya dipenuhi oleh banyak warna... hitam dan putih, jahat dan baik, peperangan dan perdamaian, kehidupan dan kematian, Fujoshi dan Moefags”

    “hmph... sepertinya aku emang nggak bisa berdamai sama kalian.. semuanya pergi ke Moesyaf! Aku sendiri yang akan menangani dia!”

    Semua pasukan-nya sudah pergi, hanya mereka berdua berhadapan satu lawan satu.

    “pada awalnya aku pikir aku akan mati.. tapi sepertinya kau mempermudah pekerjaanku, siapa namamu?” tanya Asahiko sambil mengambil pedang dari sarungnya.

    “Dekina, namamu?” jawabnya sambil mengambil pedangnya juga.

    “Asahiko”

    Keduanya yang menunggangi kuda menjaga jarak masing-masing, lalu maju dengan waktu yang bersamaan dengan kecepatan penuh, keduanya pedangnya beradu dan terpental ke tanah.

    “kita seri, tapi bukan berarti kita selesai kan!?” teriak Dekina sambil mengambil pedang Asahiko yang terjatuh di sebelahnya.

    Meski lawannya menggunakan pedang di pertarungan kuda Asahiko justru mengambil pisau yang ia kantungi dalam pertarungan ini.

    Keduanya mengebut berhadapan satu sama lain lagi, tapi ketika di jarak yang sudah berdekatan Asahiko justru melompat dari kudanya lalu melakukan tendangan memutar sampai berhasil mengenai wajah lawannya tersebut.

    “guh.. dasar curang, itulah yang kalian Moefags selalu lakukan... melakukan segala cara sampai trik-trik haram untuk mengalahkan kami, karena kalian tau kalau kalian tidak akan mengalahkan kami dalam pertarungan yang jujur..” ujar Dekina yang kesal sambil melihat Asahiko berjalan mendekatinya.

    nothing is true... everything is permitted” jawab Asahiko.

    Pedang diayunkan ke kepala Dekina namun berhasil ditepisnya, tepat setelah ditepis kepala
    Dekina ditusuk oleh hidden-blade.

    Karena tidak ada perintah dari kantor untuk membunuh dia Asahiko tidak harus mengambil darahnya sebagai bukti.


    Sequence 5

    Pertempuran terjadi di pedesaan sekitar Moesyaf, para penduduk sebagian besar sudah diamankan di tempat yang tersembunyi sedangkan sisanya ikut membela Moefags meskipun tidak punya skill yang sama dengan mereka, tapi para penduduk ini rela mengorbankan diri mereka demi nyawa istri dan anak mereka.

    “mundur! MUNDUR!!!” teriak salah seorang penduduk yang melihat pasukan Fujo menyerang dengan pasukan berkuda.

    Meski ada beberapa orang yang tidak bisa lari karena sedang berhadapan satu lawan satu mereka tidak gentar menghadapi serangan musuh.

    Beberapa tentara berkuda mengebutkan kudanya agar dapat membunuh pasukan musuh mereka yang sedang kabur, namun tepat sebelum mengayunkan pedangnya prajurit berkuda itu dan rekan-rekannya terbunuh lebih dahulu dengan hidden-blade para Moefags yang melompat dari atap-atap rumah warga lalu merebut kuda mereka sehingga dapat mengimbangi pasukan berkuda milik Fujoshi.

    Disaat itu juga warga yang melarikan diri tadi kembali sambil melempar tombak-tombak yang disembunyikan disemak-semak, ternyata penduduk ini hanya memancing pasukan musuh dan itu adalah bagian dari strategi sang mentor menghadapi hal seperti ini.

    Mensiasati strategi seperti ini pasukan Fujoshi menggunakan crossbow dan berhasil menjatuhkan para pasukan berkuda Fujoshi, penduduk yang tadi pun sampai harus mengambil tameng musuhnya yang telah gugur untuk melindungi dirinya dari serangan anak panah musuhnya itu.

    “Bapak **** yang pengertian menuntun kita untuk kemenangan!! Serbu mereka!” teriak Toge menyemangati pasukannya untuk mempenetrasi markas musuhnya, teriakan itu pun berhasil membuat pasukan Fujoshi melangkah mendekati markas utama Moefags meski mereka harus mendaki tempat yang cukup tinggi dan rawan dengan serangan tersembunyi pasukan Moefags.

    Toge menyuruh pasukannya diam sejenak sebelum ke tanjakan markas tersebut untuk beristirahat sekaligus mensiasati prajurit dadakan Moefags yang dianggapnya berkemungkinan untuk menyerang dari bukit sebelah tanjakan ke arah markas.

    Asahiko yang menunggangi kuda muncul di depan desa membacok kepala Fujoshi yang sedang bertarung dengan salah satu penduduk yang ikut melindungi desa, lalu membunuh dengan melempar pisau kepada musuh yang lainnya, meski begitu dia tak mengendurkan kecepatan kudanya karena tak ingin mentor C-dix yang menjadi target diserang.

    Karena kehilangan kesabaran sekitar sepuluh Moefags yang berada dibukit itu keluar menyerang Toge dan prajuritnya yang berjumlah belasan dengan melempar pisau, meski beberapa prajuritnya terbunuh tapi Moefags itu berhasil dikalahkan, tepat setelah itu Asahiko muncul dari belakang mereka.

    “Toge.. aku tak menyangka kau cukup pintar untuk mengelabuiku” ucap Asahiko setelah menghindar dan membunuh serangan yang muncul secara tiba-tiba dari belakangnya.

    “oh? Moefags ber-ranking Master udah dateng ternyata...”

    “kau tahu aku siapa?”

    “oh pastinya.. kita punya daftar semua anggota Moefags dari berapa jumlahnya hingga nama-nama mereka semuanya..” jawab Toge sambil membentangkan tangannya.

    “intinya ada mata-mata di tempat kita.. aku tak sadar kalian sepintar itu..”

    “itu bedanya kita, kalian kan selama ini cuma ngebunuh orang suruhan orang tua sedangkan kita punya inisiatif sama metode yang macem-macem buat mencapai target”

    “aku harus akui kalian memang lebih pintar, tapi metode kami akan lebih efektif dari yang kalian kira”

    Asahiko mengeluarkan pedangnya lalu pasukan Toge menyerangnya, serangan pertama dihindari lalu dibalas dengan tusukan kearah punggung, serangan selanjutnya Asahiko langusng membacok orang itu dan beberapa orang selanjutnya, tapi ada serangan yang tak terduga sampai harus ditepis Asahiko hingga dia terjatuh, menendang kaki musuhnya itu lalu menusuknya dengan hidden-blade, tiga orang sisanya mati dengan dilempar pisau.

    “bravo.. memang begitulah kehebatan seorang Master” ujar Toge yang bertepuk tangan melihat aksi Asahiko lalu mengambil pedangnya dan maju ke Asahiko “tapi ingat ini belum selesai”.


    Credit to google img, bukan gambar gue.

    Toge menyerang duluan dengan mengayunkan pedangnya lalu ditepis, Asahiko membalasnya dengan mendekatkan tangan kirinya ke wajah Toge tapi serangan hidden-bladenya tertahan oleh perisai, Toge menendang kaki musuhnya itu hingga terjatuh lalu mengayunkan pedangnya secara untuk memenggal Asahiko tapi dia menunduk duluan lalu menusuk kaki kanan Toge dengan hidden-blade, Toge yang tertusuk menendang kepala Asahiko dengan kaki kirinya.

    Asahiko melempar pedangnya namun ditepis oleh tameng, disaat itu juga Asahiko mengincar tangan kiri Toge tapi justru terpukul oleh tameng lawannya itu sampai jatuh lagi, Toge menginjak kepala Asahiko tapi dia berhasil menghindari lalu mundur, sadar Toge tidak bisa bergerak karena cedera di kakinya Asahiko melemparinya dengan pisau sehingga Toge harus bertahan total dengan tamengnya.

    Karena kehabisan pisau Asahiko mengambil crossbow dari pasukan musuh yang gugur tadi dan menyerang sampai tameng Toge tertembus oleh anak panah crossbow tersebut lalu menembak tepat ke dada Toge sampai sekarat.

    “Toge, apa tujuanmu selama ini.. padahal kau hanya orang biasa bertahun-tahun lalu”

    “orang biasa? Haha justru karena itu gw benci diri gw sendiri, biarpun gini gw pingin punya istri biar nggak ngenes dan para Fujo ini setuju, ya meski belom dapet satupun palinggak dikelilingin cewek itu menyegarkan mata.... uhuk.. haha waktu-ku mau habis... mungkin kita kalah kali ini, tapi besok... nggak dalam beberapa tahun kedepan kalian yang kalah, checkmate!” teriak Toge yang sedang terbaring sekarat.

    “bertahun-tahun kedepan? Apa tujuan kalian yang sebenarnya?”

    “musnahin Moefags, karena gw gagal... terpaksa kita pake rencana terakhir... dia...uhuk..”

    “apa!?”

    Disaat penasaran tentang apa yang selanjutnya akan terjadi justru Toge sudah terlanjur mati, Asahiko menutup matanya lalu mengambil darah bukti Toge telah mati.

    Sequence 6

    Setelah membunuh Toge tiba-tiba sebuah sinar muncul dari tubuh Asahiko dan membuatnya tidak bisa bergerak, perlahan cahaya itu menunjukkan gambar macam-macam seperti anime yang bergerak, orang yang menggambar manga, dan visual novel sekaligus suara-suaranya.

    “apa ini? Bagaimana mereka bergerak? Bagaimana mereka bersuara? Bagaimana bisa?”

    Kepala-nya terasa pusing mendengar semua suara itu secara langsung, setelah semuanya hilang dia melihat sosok mentor-nya yang berdiri didepannya memegang Apple of Edan.

    “mentor?”

    Mentor C-dix mengambil pedang Toge yang tergeletak lalu mendekati Apple of Edan ke kepala Asahiko, dari benda itu keluar sinar yang membuat kepala Asahiko pusing seperti dirusak aliran listrik.

    “untuk seorang murid kamu hebat.. tapi gimana kalo lawannya guru?”

    “kenapa kau lakukan ini?”

    “kenapa? Tentu saja karena kalian musuh..”

    “musuh? Jadi kau sudah berpaling ke pihak Fujoshi sekarang”

    “enggak enggak, lebih tepatnya aku memang anggota Fujoshi sejak lama.. tapi ingin menghancurkan kalian semua dari dalam.. kalau mau bukti liat dibelakangmu! Tak ada Moefags yang tersisa.. hanya kau, sisanya bisa dicari di kota.. mereka pasti bersembunyi di kantor ”

    Asahiko menengok kebelakang dan yang terlihat hanya sekumpulan prajurit ber-armor mengumpulkan mayat-mayat Moefags untuk dibakar didepan gerbang desa Moesyaf.

    “C-dix.... aku tak peduli kau guru atau bukan aku harus membunuhmu!” dengan sangat kesal dia menantang gurunya itu.

    “kalau aku perintahkan kau untuk tidak membunuhku apa kau akan melakukannya? Wahai murid”

    “satu lagi, dimana warga desa sini!?”

    “mereka ada di markas kita, mereka aman..”

    “aku pikir kau akan membunuh mereka nanti..”

    “oh tidak mungkin, mereka tidak bersalah.. aku hanya ingin mengakhiri perang bodoh ini agar tidak ada pertumpahan darah karena hobi kecil yang dibesar-besarkan!”

    “padahal kami semua mempercayaimu selama ini karena tindakanmu yang selalu bijak, memotivasi, dan memberi alasan seseorang untuk bangkit dari keterpurukan tapi ternyata...”

    “tak ada yang benar, semua diperbolehkan”

    “MENTOR!” teriak seseorang dari bukit, keduanya menengok ke atas melihat dua orang yang melompat menyerang C-dix.

    “kami akan membunuhmu penghianat!” teriak Igor dan Salim.

    Ketika jarak keduanya semakin dekat dengan C-dix Apple of Edan menyala menyinari kedua orang yang menyerangnya tersebut. Sinar tersebut membuat mereka tubuhnya berputar, jadi mereka mati dengan kepala pecah.

    “Salim! Igor!” teriak Asahiko yang shock melihat rekannya yang tersisa meninggal seperti itu.

    “benda ini bisa mengendalikan otak dan tubuh manusia, di sisi lain benda ini juga bisa memberi pengetahuan seperti yang aku perlihatkan tadi”

    “kenapa kau memberitahuku kalau itu bisa memberikan pengetahuan? Kenapa tidak digunakan untuk membunuhku?”

    “aku penasaran denganmu sejak kuberi gelar Master, aku ingin duel satu lawan satu denganmu untuk menentukan siapa Moefags yg terhebat disini, sekaligus aku ingin kau membuat tempat ini damai”

    “damai? Bukannya kalau aku masih hidup jumlah Moefags akan bertambah lalu peperangan akan terjadi lagi..? itu berarti kau harus membunuhku kan?”

    “ya, tapi kalau aku kalah aku akan memberikan ini padamu... memberikanmu giliran untuk memberikan kehidupan yang lebih baik daripada sekarang.. konflik dan kematian yang bodoh selama ini terjadi demi nama Moe dan Yaoi itu cukup gila.. aku harap kau dapat mengakhiri konflik tersebut”

    Setelah berkata tersebut C-dix memberikan pedang yang Asahiko lempar saat melawan Toge tadi.

    “apa kau yakin mentor? Aku akan membunuhmu kalau menang” tanya Asahiko sambil berancang-ancang menyerang.

    “kita memang saling bunuh disini..”

    Lalu keduanya bertarung saling menyerang dan menangkis pedang satu sama lain meski Asahiko lebih tertekan karena setiap serangannya selalu ditepis dengan mudah sedangkan serangan lawannya selalu membuat dia agak kewalahan.

    Asahiko coba menusuk perut mentor-nya itu tapi berhasil dihindari, C-dix membalasnya dengan ayunan pedangnya yang berhasil ditepis hidden-blade Asahiko hingga patah.

    Asahiko ditendang hingga terjatuh, C-dix menusuk kepala Asahiko tapi tidak kena karena lawannya berhasil menghindar lalu mengambil bekas pisau lempar yang terbuang di pertarungan sebelumnya.

    Dengan pedang dan pisau Asahiko ingin menandingi mentor-nya yang hanya menggunakan satu pedang karena tangan kirinya sedang memegang Apple of Edan.

    Saat keduanya beradu pedang pertarungan mereka semakin seimbang meskipun sang mentor hanya menggunakan satu tangan, saat pedangnya beradu Asahiko coba menyerang wajah C-dix tapi kepalanya berhasil menghindari serangan itu tapi tangan kirinya tidak sehingga dia menjatuhkan Apple of Edan itu.

    Dengan cepat Asahiko mengambil bola itu mengarahkannya ke depan C-dix hingga keluar cahaya yang membuat mentornya itu tidak bisa bergerak.

    “i-ini... bukannya kau pernah bilang ini sulit untuk di gunakan?” tanya Asahiko yang agak terkejut.

    “aku hanya membohongimu.. benda itu mudah digunakan untuk siapapun, bahkan orang yang tidak tahu sekalipun..”

    “kau bilang kau ingin aku bisa menjadikan tempat ini lebih baik.. apa kau tahu apa yang akan terjadi di masa depan?” tanya Asahiko sambil berjalan mendekati C-dix.

    “bukankah yang seperti itu dinamakan spoiler kalau di dunia animasi?”

    “hmm... kalau begitu beritahu padaku apa rencana Fujoshi untuk menguasai tempat ini, kau pasti tahu kan?”

    “Jomblosallem... tempat dimana pria-pria kesepian tinggal, karena Fujoshi sendiri juga dibilang aneh menyukai hal berbau **** mereka kesepian sama seperti pria-pria itu, karena itu mereka menikahi orang-orang disana dan secara diam-diam anak perempuan mereka saat sudah jadi remaja diberikan novel BL sedangkan yang laki-laki diberikan hiburan manga action yang banyak karakter cowoknya biar mereka perlahan suka lalu jijik dengan sesuatu yang imut-imut.. kau tidak bisa menghentikan mereka Asahiko, itu akan mengganggu ketentraman hidup mereka”

    “kecuali aku membunuh mereka satu per satu... sudah waktunya kau pergi, mentor!”

    “aku menyerah, murid terbaikku”

    Jleb.

    Dengan pedang yang berada di tangan kirinya ditusuklah C-dix tepat dijantungnya.

    “beristirahatlah dengan tenang diluar sana... mentor”

    “Asahiko!!” teriak salah satu dari para penduduk desa yang datang setelah bersembunyi di dalam markas Moesyaf.

    “Moefags! Serang mereka!!” di sisi lain puluhan tentara Fujoshi yang tersisa mengepung Asahiko dan warga bekas pengungsian tadi.

    “F-Fujoshi! Kau tidak akan mendapatkan bisa melewati kami!” teriak penduduk tadi, tapi setelah melihat C-dix meninggal fokusnya beralih “m-mentor!! Siapa yang membunuhnya.. ini kejam sekali” orang itu mendekati C-dix dan sedih melihat seorang pemimpin yang dijunjung tinggi olehnya meninggal.

    “aku yang membunuhnya..” jawab Asahiko hingga membuat para warga terkejut.

    “kenapa!? Kau kan muridnya! Kau pernah bilang dia seperti ayahmu sendiri!”

    “padahal dia juga menganggapmu anaknya sendiri!”

    “iya benar!”

    “dasar pengkhianat!”

    “dia pasti telah dihasut oleh Fujoshi!”

    “iya betul! Pasti dia pingin dapet harem karena banyak ceweknya disana!!”

    “pengkhianat!

    “pengkhianat!”

    Asahiko hanya terdiam mendengar semua orang membenci-nya karena dia membunuh C-dix karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Asahiko berbalik arah menatap kepada mereka dan berkata “iya benar! Aku yang memunuh mentor! Aku juga telah berkhianat dengan membunuh para Moefags dan pergi ke seberang! Ayo para Fujoshi! Kita bunuh mereka semua lalu kita ambil markas mereka!” dia berteriak sambil mengangkat Apple of Edan.

    Para Fujoshi yang dibelakangnya menyerang warga tersebut dan warga-warga tersebut dibunuhi semua termasuk oleh Asahiko sampai akhirnya semua tentaranya berada di dalam markas.

    Saat semua tentaranya berada di halaman markas depan gerbang, perempuan dan anak-anak bersembunyi di dalam markas tersebut karena takut terbunuh.

    Gerbang masuk markas Moefags mendadak tertutup hingga membuat para tentara itu kaget saat melihat ternyata salah satu dari mereka adalah orang yang menutup gerbang itu karena pikirannya telah dikendalikan oleh Apple of Edan milik Asahiko.

    “ini balasanku karena kalian telah membunuh semua saudaraku!!” teriak Asahiko yang berada di depan mereka semua sambil mengangkat Apple of Edan yang sinarnya semakin terang lalu membuat para Fujoshi saling membunuh satu sama lain sampai semuanya mati.

    Setelah mereka mati Asahiko berjalan ke dalam markas, didepan pintu ada anak kecil yang menghadang lajunya lalu berkata “om pembunuh! Om orang jahat!.”

    Asahiko hanya tersenyum melihat anak itu, dia jongkok mengelus kepala anak itu lalu berdiri lagi dan berkata “semuanya! Kalian termasuk anak-anak disini adalah calon Moefags, aku tidak ingin melarang kalian menjadi salah satunya... tapi jangan bunuh orang lagi, meski itu Fujoshi atau siapapun! Kita disini hidup bersama-sama dengan hobi masing-masing, kalau orang lain tidak suka dengan apa yang kalian suka hormati pilihan mereka! Kalau orang lain menghina apa yang kalian suka kalian boleh berdebat tapi jangan gunakan kekerasan atau buat mereka dendam hingga punya keinginan membunuh kalian! Sudah saatnya kita mengakhiri hal ini dan hidup dengan tentram.”

    Setelah berkata hal tersebut Asahiko pergi dari Moesyaf, menyendiri tinggal sendirian di tempat yang sepi, menghabiskan waktu dengan melihat pengetahuan bagaimana ada yang namanya Photocopy untuk mempermudah pencetakan manga dan light novel, bagaimana gambar menjadi bergerak hingga dikenal orang-orang hampir di seluruh dunia dan nasib orang-orang yang hidup di masa depan.

    Moefags dan Fujoshi akan tetap bertempur meski dengan cara yang berbeda dan diam-diam,
    Apple of Edan memang benda keramat yang sangat penting tapi bukan satu-satunya, peperangan akan tetap ada meski hanya saling menghina di internet, Asahiko sempat menangis saat menyadari perjuangannya di Moesyaf tidak ada gunanya.

    Beberapa tahun setelah menyendiri tersebut Asashiko kembali ke markas Moesyaf yang sudah lama tidak ditinggali orang, warga yang tinggal di desa ini bersembunyi saat melihat Asahiko kembali, meski ditatap sinis dan mengerikan oleh orang-orang disekitarnya Asahiko tetap bertekad tinggal di markas lamanya karena dari kecil dia sudah berada disini, semua kenangannya yang baik ataupun buruk ada disini.

    Sampai suatu ketika ada wanita petualang yang datang ke tempat itu karena rasa penasaran, wanita itu hanya bisa terkagum-kagum mendengar cerita Asahiko tentang kisahnya dulu sebagai Moefags yang suka membunuh orang, wanita itu mengaku bahwa dia adalah Fujoshi tetapi Asahiko tidak membunuhnya melainkan menganggapnya layaknya saudara seperti teman-teman Moefags-nya dulu.

    Wanita itu membuat buku tentang kisah perjalanan Asahiko yang sampai sekarang dikenal dengan Al-Moelim guru moe yang melegenda, setelah beberapa tahun tinggal di Moesyaf wanita itu menyatakan kalau ia sudah lelah berpetualang, lalu mengajak Asahiko untuk menikahinya.

    Beberapa tahun kemudian orang-orang dari berbagai kalangan pun datang ke markas tersebut dengan harapan dapat menjadi Moefags yang bijak seperti Asahiko, Moefags sekali lagi mengisi tempat Moesyaf sebagai tempat tinggal sekaligus markas mereka, meski Fujoshi sempat menentang hal ini mereka membuat perjanjian untuk tidak saling membunuh satu sama lain.

    Puluhan tahun berlalu sehingga Asahiko sang mentor meninggal, sejak saat itu Moefags mulai seperti dulu lagi, membunuhi siapapun yang menentang Moe karena mereka percaya kalau tidak ada yang benar dan semua diperbolehkan, perang dengan Fujoshi terjadi lagi di tahun 1250 hingga para Moefags harus menyerah dan meninggalkan tempat itu.

    Apple of Edan yg diwariskan Asahiko ke anaknya tidak pernah dipakai dalam perang itu karena ayahnya pernah berkata “jangan pernah gunakan benda itu sebagai senjata, gunakan demi pengetahuan.”

    Saat tinggal di negara lain dia selalu menjadi sasaran karena mempunyai Apple of Edan, karena merasa benda ini punya kekuatan dahsyat dia menyembunyikannya di suatu tempat dan memberikan tantangan berat agar hanya seoarng Moefags yang punya skill selevel dengan Master yang dapat mengambil benda ini.

    Meski masih ada konflik Moefags dan Fujoshi yang juga terjadi di tempat tinggalnya yang baru ini, Anak itu memutuskan untuk hidup sebagai penulis light novel dan hidup tenang sebagai orang biasa hingga akhir hayatnya
     
    Last edited: 30 January 2014
    igorkun and Arashi354 like this.
  2. Arashi354

    Arashi354 Menghitung waktu.... Staff Member

    640
    276
    138
  3. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
  4. BiriBiri

    BiriBiri Member

    242
    31
    53
    Last edited: 3 January 2014
  5. Ayano

    Ayano Staff Member Uploader

    =))

    _____

    Buat BiriBiri loli dan author yg post di SF Tulisan
    Walau post nya mmg dari karya kalian (baik fic, puisi,dll), kali lain jangan lupa ditulis semacam ini :
    Contoh, semacem ficnya Micchan atau Deji
    Biar lebih enak ngedata (sekaligus masukkin di arsip ffn oniichan) karya kalian
    Tengkyu buat perhatiannya x)

    _____

    Ayok Kel, ditunggu lanjutanyah =))
     
    igorkun likes this.

Share This Page