[Ori Fic] Mahou Shoujo...Yuki?

Discussion in 'Tulisan' started by BiriBiri, 3 November 2013.

  1. BiriBiri

    BiriBiri Member

    242
    31
    53
    entah ane kesurupan apaan beberapa hari kemaren di waktu luang ngetik ginian...


    ok let's get down to fvckin' business
    Mereka bilang sihir dan keajaiban itu tidak ada di muka bumi ini… yang ada hanyalah kebetulan, trik, dan kalkulasi seseorang yang tepat. Tapi aku tidak percaya dengan mereka.. aku tahu di suatu tempat sihir itu ada.

    “kalau kau mau sihir aku bisa berikan… dengan syarat kau harus menghapus semua kejahatan dimuka bumi ini”

    Ada seekor anjing putih terbang melayang tanpa menggunakan apapun di sayap dan kakinya yang sedang membuntuti-ku ke jalan sekolah.

    “heeee!? Ada anjing bisa ngomong!!?” jawabku dengan kaget.

    “aku bukan anjing biasa! Aku adalah anjing pelindung bumi, dan kau adalah orang yang terpilih untuk melakukan itu!”

    “heeee!? Tugas itu sangat berat, aku kan hanya seorang siswi SMP! Lagipula mana mungkin aku percaya dengan alien sepertimu wee~” jawabku sambil mengeluarkan lidah.

    “kalau kau tidak percaya lihat saja nanti... akan kubuktikan kalau aku benar, saat kau sedang belajar di sekolah akan ada meteor yang akan turun tepat di atas sekolahmu”

    “oh gitu ya.. yaudah bye bye” jawabku lalu pergi kabur meninggalkannya.

    “OOOIIII!!!”

    (hmph! Mana ada yang kyk gitu... sihir itu kan adanya untuk mempermudah pekerjaan rumah, bukan untuk perang atau bertarung)

    Beberapa jam kemudian disekolah.

    “wah.. ada apa itu”

    “sepertinya akan kesini”

    “kita semua dalam bahaya!!”

    Teman-teman sekelas sedang ribut-ribut dan aku tidak mengerti apa yg terjadi, saat aku mengikuti mereka melihat ke jendela ternyata benar ada sebuah bola meteor besar sebesar kubah masjid yang berapi-api sedang mengarah ke sekolah ini.

    (tidak! Ini tidak mungkin! mana mungkin omongan anjing itu benar!)

    “bukalah matamu..Yuki-chan, semuanya ini benar dan nyata.. kau harus menyelamatkan sekolah ini dan teman-temanmu dari meteor itu dan menyelamatkan bumi.. btw waktumu tinggal 10 menit”

    Anjing yang tadi nongol lagi di belakangku, sepertinya yang lain tidak bisa melihatnya selain aku.

    (10 menit!? Yang benar saja!)

    “kenyataannya begitu... ini pertanyaan terakhirku, kau lakukan atau tidak?”

    (baik! Akan aku lakukan!)

    Anjing itu mengeluarkan sinar seperti mentransfer energi-nya kepadaku, tubuhku bersinar lalu menghilang dari kelas, tiba-tiba aku berada di atas atap sekolah bersama anjing terbang di sebelahku.

    “kau bilang aku jadi mahou shoujo tapi kenapa kostum-ku tidak berubah?” tanyaku dengan heran.

    “kau kebanyakan nonton kartun, kau tidak perlu berubah kostum untuk jadi mahou shoujo.. dan jurusmu adalah semua jurus dari kartun yang kau tonton itu”

    “b-baiklah..” Aku membayangkan aku memegang tongkat sihir dari anime yang kakak-ku suka tonton, dan keluarlah tongkat sihir Meruru “baik sudah!”

    “sekarang tembakkan ke arah meteor itu!”

    “haaaaaa!!”

    Kuarahkan tongkat ini tepat ke titik pusat meteor tersebut, lalu tongkat ini mengeluarkan sinar tembakan yang ukurannya sama seperti meteor itu. Keduanya beradu, ledakannya tidak membesar tapi justru meredupkan ledakan bekas meteor itu.

    “BERHASIIIILL!!!!”

    Rasa senangku meluap-luap, aku selebrasi layaknya Iniesta membobol gawang Belanda di piala dunia 2010.

    “jangan senang dulu.. Yuki-chan, suatu hari nanti akan ada sesuatu yang lebih buruk lagi datang ke muka bumi ini, kau harus siap menghadapi itu.. maka dari itu.. banyak-banyaklah nonton kartun-mu itu untuk meningkatkan kemampuanmu dalam bertarung nanti... kalau begitu aku pergi”

    “itu anime bukan kartun!!”

    Anjing itu menghilang, aku pulang ke rumah dengan agak lesu, tapi energiku kembali pulih saat kakak-ku pulang dari sekolahnya. Beberapa saat kemudian aku pergi ke kamarnya untuk meminta beberapa hal.

    “Onii-chan!!”

    “ahh.. Yuki, ada apa?”

    “pinjem anime dong, kalo bisa yang ceritanya fantasi berantem”

    Kakak setuju dan memindahkan semua DVD anime bergenre fantasi ke kamarku, aku menontonnya dengan mata berbinar-binar, kulakukan itu rutin saat malam hari agar punya kekuatan lebih untuk melindungi bumi.

    Seminggu kemudian anjing itu muncul lagi, dia mengatakan kalau kali ini ada Cyclops menyerang sebuah desa.

    Saat aku di teleport ke desa itu, aku terkejut ternyata Cyclops itu tingginya sebesar gedung pencakar langit.

    “kalahkan dia! Kalau sampai dia menang bumi dan alamnya akan rusak” anjing itu memotivasiku.

    Karena lawannya raksasa kali ini aku mengeluarkan senjata yang berbeda, aku mengeluarkan sniper rifle lalu menembaknya dari jarak 3 kilometer dan tepat mengenai lubang telinga raksasa tersebut.

    Raksasa itu mengamuk dan berlari dengan kencang ke arahku, aku mengganti senjataku dengan kostum robot.

    “aku adalah Gundam!!”

    Aku berubah menjadi robot Gundam Strike Freedom, meski begitu ukuranku lebih kecil darinya tetapi kelebihannya bisa terbang.

    Aku terbang sambil mengeluarkan pedang laserku ingin mengadu dengan sang Cyclops, diluar dugaan Cyclops mengeluarkan sinar laser dari matanya dan laser itu melelehkan sekaligus memotong tangan sebelah kiri-ku tapi aku tidak merasa sakit karena ini adalah senjata bukan tubuhku.

    Aku yang sudah berada di dekat Cyclops tersebut mengayunkan pedang secara horizontal dan melukai dadanya, Cyclops yang mengamuk membalasnya dengan memukul perutku, namun usaha itu tidak berhasil karena sebelum mengenai perut-ku tangannya sudah tertusuk oleh penembak laser mini yang menusukkan dirinya ke tangan Cyclops tersebut dari denyut nadi hingga ketiak, lalu menembakkan lasernya hingga menghancurkan tangan tersebut.

    “RAAAAWR!!”

    Disaat Cyclops itu mengamuk karena kesakitan kupenggal kepalanya lalu kutusuk bagian jantungnya, Cyclops itu pun mati dengan musnah menjadi debu.

    Seperti ini lah enaknya punya sihir ajaib, kalau disuruh mengerjakan pekerjaan rumah bisa langsung bersih tanpa kerja keras, misalnya ngepel tapi alat pel-nya terbang-terbang sedangkan aku tidur-tiduran saja di kasur.

    Seminggu kemudian lagi-lagi ada serangan, kali ini monster tentakel menyerang sebuah kolam berenang di SMA kakak-ku. Monster itu berbentuk mata raksasa dengan tentakel sebesar lengan manusia di belakangnya.

    Aku yang sudah sampai di kejadian langsung dikagetkan oleh kakak-ku yang sedang bersama bersama harem-nya diserang.

    “o-oppai!! Eh tidak tidak tidak!” aku menggelengkan kepalaku karena melihat teman kakak diserang “aku akan melidungimu Onii-chan!!”

    Karena aku tak mau identitasku ketahuan aku menggunakan Gate of Babylon, pedang yang keluar memotong semua tentakel monster itu, setelah terpotong gerbang yang masih terbuka itu mengeluarkan tombak untuk menusuk bagian utama dari monster itu lalu mati.

    Aku sebenarnya agak heran kenapa aku melakukan semua ini, aku ingin menanyakan ini kepada anjing itu.

    “hei anjing!!” Sebelum anjing itu pergi aku menangkapnya dengan kedua tanganku “monster-monster itu sebenarnya siapa dan apa tujuan mereka?”

    “huh..dasar, mereka itu adalah kumpulan dendam manusia yang bunuh diri.. mayat yang masih mempunyai sifat dendam dimanfaatkan oleh teknologi alien untuk mengurangi jumlah populasi manusia, dan pengurangan itu digunakan untuk membagi sumber daya alam di bumi untuk mereka, sebagai bukti banyak orang di dunia yang sedang kelaparan”

    “kalau begitu harusnya aku mengalahkan mereka bukannya melawan monster-monster itu dong?”

    “sebenarnya kau punya potensi untuk melakukan itu, tapi aku tidak mau menyusahkan-mu..”

    “bilang dong.. k-kalau begitu kau sebenarnya siapa!?”

    “aku adalah Inui Fernandez, makhluk yang muncul dari kumpulan manusia berbaik hati dari zaman purba hingga sekarang, tanpa teknologi tapi datang dengan keajaiban”

    “Fernandez!!? Bagus amat! Itu pasti self-proclaimed name! Aku tetap akan memanggilmu Inu-chan!”

    “HEEEE!!!?”

    “kalau begitu beritahu aku markas mereka dimana!”

    “di bulan tentunya, satu-satunya tempat dimana mereka bisa memantau bumi dengan mudah, tapi sebaiknya jangan dulu.. tentu saja mereka punya agen di bumi untuk mengoleksi kekuatan mayat manusia jahat”

    “siapa saja mereka?”

    “aku tidak tahu.. tapi aku punya cara untuk mengetahuinya”

    Lalu Inu-chan membisikanku strategi-nya, tapi kami harus menunggu kalau ada serangan lagi.

    Dua minggu kemudian serangan itu baru datang, kali ini adalah sebuah Godzilla yang ada di lautan Pasifik, mereka sepertinya ingin menyerang bumi wilayah Oceania.

    Kali ini aku terbang melayang tanpa apapun, karena lawannya besar dan tempatnya di laut.

    “NGAAAA!!!” Godzilla mengeluarkan serangan api dari mulutnya.

    “Moe Moe BEAAAAAMM!!!” aku membalasnya dengan beam yang keluar saat aku melakukan pose moe moe kyun.

    Kedua serangan saling berbenturan tapi tidak ada yang kalah diantara keduanya, aku coba menyerang-nya dari jarak dekat, ekor-nya bergerak untuk menyerangku, tetapi gerakanku yang seperti nyamuk menyusahkannya karena gerakan Godzilla ini agak lamban.

    “HAAAAAAA!!!” aku mengeluarkan tombak dengan sihirku untuk merobek bagian yang kulewati dari ekor hingga leher.

    Setelah lehernya kurobek aku menusuk tepat ke jantungnya, tapi aku gagal, Godzilla ini masih hidup dan dari lubang tersebut tidak ada apa-apa, ini berarti jantungnya tidak berada di mana jantung manusia berada.

    Aku coba menusuk yang sebelah kiri, tapi tangan kanan Godzilla ini menangkapku, aku tak berkutik. Mulutnya terbuka karena ingin melahapku, aku langsung membuka Gate of Babylon untuk mengeluarkan ribuan pedang demi menyerang Godzilla, seranganku berhasil dan Godzilla tersebut kesakitan lalu melepasku dari genggamannya.

    Aku yang lepas terbang mundur beberapa jarak untuk mengeluarkan sedikit kekuatanku yang dengan kata lain mengubah tanganku menjadi tangan Gundam yang memegang pedang laser, dan menambahkan jet sayap Gundam ke punggungku agar bisa bergerak lebih cepat.

    Lalu aku menusuk bagian atas perut sang Godzilla lalu merobek sebuah bagian tubuhnya, karena aku masih khawatir dia hidup aku mencincang-nya sampai waktunya dia musnah.

    Di sisi lain alien dengan piring terbangnya menjauh dari keadaan, aku muncul di atas piring tersebut yang berukuran 2 kali ruangan kelasku.

    “a-apa!? Ada seseorang yang membajak kapal ini!!?” sang agen melihat layar yang memperlihatkan Yuki berdiri di atas kapalnya tetapi tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada sistem perlindungan atap, senjata hanya ada di bagian bawah piring terbang itu.

    “haaaaa!!!”

    Tanganku memukul piring terbang ini sampai membolongi setengah dari ukuran atap itu, lalu masuk sambil menodong sang agen alien sedang menyamar menjadi manusia dengan tongkat mahou shoujo yang bagian ujungnya sudah menyalakan serangan.

    “jangan bergerak! Jawab padaku kenapa kau melakukan semua ini!!?” tanyaku dengan nada tinggi.

    “mana mungkin aku memberitahu rencana kami HAHAHA!!!” sambil tertawa sang agen menekan tombol yang berguna untuk mengeluarkan tembakan laser dari segala sisi dan mengarahkannya padaku.

    Serangan tersebut justru berbalik menghancurkan senjata laser yang menembak-ku saat hampir mengenai tubuhku.

    “b-bagaimana bisa!?” agen itu kaget sambil kesal karena dia mengalami kekalahan.

    “kau tidak perlu tahu! Aku akan mengalahkanmu! HAAAAA!!” sinar yang kutahan semakin lama semakin membesar.

    “tidak... TIDAAAAKK!!”

    Kapal dan agen itu kuledakkan, aku sempat menganggap ini akan sangat sulit tapit ternyata tidak juga. Mungkin karena dia kurang mempersiapkan senjata untuk mengantisipasi kedatanganku.

    “kerja bagus Yuki... besok kita akan serang markas mereka” Inu-chan muncul secara ajaib di sebelahku sambil mengatakan tugasku, mungkin untuk yang terakhir kalinya.

    “kenapa harus besok?” tanyaku yang agak heran.

    “kalau kita menundanya mungkin saja makhluk jahat itu akan mengirim agen yang lebih berbahaya lagi, aku tidak tahu apakah yang kau kalahkan tadi akan mengirim sinyal pada mereka atau tidak, karena itu aku harus mengantisipasinya”

    “hadeh.. baiklah”

    “kalau begitu sampai jumpa besok”

    Dan dengan begitu si anjing menghilang lagi, aku agak heran sih kenapa dia hanya muncul saat ada serangan dan tidak selalu bersamaku seperti di anime mahou shoujo kebanyakan.

    “disini Yuki 01 misi selesai, desu~” aku menghubungi kloningan yang ku buat lewat kekuatanku dengan telepon sihir.

    “Yuki 02 selesai, menghilang untuk penyatuan tubuh, desu~” jawab Yuki 02 yang berhasil mengalahkan Godzilla.

    Hari itu aku pulang dengan sangat lelah, terbang sana-sini memang bikin pusing, Inu-chan bilang besok pagi aku harus pergi ke bulan, untuk sekarang lebih baik mengisi tenaga dulu.

    Tapi aku justru enak-enakan nonton tv sambil makan cumi.

    “maaf sesungguhnya aku telah memiliki orang lain...”

    Setelah wanita itu menunjukkan orang yang dimaksud.

    “kakek!?”

    (bffftt— WHAT THE HELL!!?)

    Hari terakhir jadi mahou shoujo ya... hidupku nggak susah-susah amat kayaknya waktu jadi mahou shoujo, bahkan lebih gampang karena sihir hidupku bisa dipermudah. Tapi kalau yang namanya ‘hari terakhir’ itu adalah hari terakhir aku hidup bagaimana jadinya ya.. ah tidak tidak tidak, aku tidak boleh berpikir buruk, aku kan melakukan semua ini demi umat manusia, andai aku mati aku akan mati demi mereka, aku yakin itu.

    Keesokan harinya di atap sekolah.

    “kau siap?” tanya Inu-chan.

    “iya!”

    Sambil memangku Inu-chan di bahu kananku kami berdua terbang ke bulan untuk menghajar markas mereka, aku terbang karena memakai teleport terlalu berbahaya, apa saja bisa terjadi kalau aku langsung sampai disana.

    Disaat sudah dekat dengan bulan ada hal tidak mengenakkan menghampiriku, pasukan mecha berbentuk ksatria eropa dengan tameng berbentuk ufo menyerang ke arahku. Aku tidak tinggal diam, aku mengkloning diriku menjadi ratusan dan semuanya berubah menjadi bermacam-macam robot dari mecha-anime yang pernah aku tonton.

    Meski kloninganku semuanya menjadi mecha aku yang asli tidak, aku menghilang dan terbang langsung ke daratan bulan.

    Pertarungan dahsyat terjadi di angkasa, terutama saat pasukan alien menambah pasukannya ratusan jumlah sampai para kloninganku agak kesusahan melawannya, mecha para alien yang baru datang menembak kloninganku dengan mengeluarkan laser dari tengah dan ujung bagian depan tameng mereka, pasukanku yang tidak terkoordinasi gerakannya bergerak dengan sembarangan tetapi berhasil membuat pasukan musuh yang baru datang mengenai temannya sendiri.

    Melihat mereka semua seperti itu pasukan alien mengeluarkan tiga penembak laser besar yang keluar dari daratan bulan, penembak laser itu menahan tembakannya selama 20 detik lalu menembakkan lasernya, meski aku tidak terlihat salah satu diantaranya mengarah kepadaku, tetapi tembakan itu memantul dan justru mengarah ke penembak laser tersebut, sebelum mengenai penembak itu lasernya justru menyebar random sebanyak 8 arah hingga mengenai ketiga alat penembak laser dan beberapa pasukan mecha punya musuh, di sisi lain dua tembakan yang mengarah ke kloninganku juga memantal dan mengenai 1/3 jumlah mecha kloninganku, kalau sampai tinggal sedikit aku tidak bisa menghabisi semua pasukan musuh karena lebih baik tidak ada yang tersisa.

    Sesampainya di daratan bulan aku melupakan pasukanku yang berperang melawan para alien di angkasa, karena aku harus menghancurkan semacam pembangkit listrik yang ada di dalam bulan ini karena benda itu lah yang menjadi alat pernapasan para alien di bulan ini.

    Di daratan tidak ada yang menyerangku meski aku sudah mematikan sihir invisible milikku, sempat kebingungan sedikti mencari jalan masuk aku menemukan sebuah goa dimana para mecha milik alien tersebut keluar. Jauh masuk ke dalam aku menemukan sebuah garasi besar tempat mecha-mecha milik mereka dibuat, beberapa diantaranya masih menyala dan ada juga yang dirakit untuk membantu pertahanan mereka saat ini.

    “manusia! Serang dia!!” teriak salah satu mekanik alien berkepala besar saat melihatku.

    Tiga mecha berdiri mendekatiku, bersamaan dengan itu perisai ufo yang ada di tangan kiri mereka mengangkat terbelah sedikit dan dari celah sempit itu keluar beam saber yang membuat mereka bertarung dengan dua pedang.

    Aku mengeluarkan listrik dari tanganku dan mengarahkannya kepada mecha paling depan, mecha itu tersetrum lalu berbalik arah memenggal kepala dari mecha yang berbaris di belakangnya dengan pedang besi, setelah terjatuh mecha-nya dibelah dengan beam saber hingga meledak.

    “k-kau! Kenapa kau berhianat!” tanya pengguna mecha belakang.

    “aku tidak bisa mengendalikannya! Robot ini dikendalikan oleh manusia itu!!” jawab pengguna yang mecha-nya dikendalikan.

    Keduanya bertarung balas-balasan tapi tidak ada yang menang, daripada basa basi aku memunculkan koin dengan sihirku, dengan begitu aku tidak mengendalikan mecha tadi lagi.

    “mau apa dia!?”

    Koinnya ku lempar ke atas dan disaat berada didepan kepalaku aku sentil dengan jempolku untuk mengeluarkan tembakan railgun, sinarnya berhasil menembus dua mecha tersebut dan merobohkan sedikit dari dinding garasi disini.

    Aku berlari merentangkan tangan sambil mengeluarkan sinar laser dari tanganku untuk menghancurkan semua mecha yang ada di garasi, meskipun mecha itu rusak ataupun tidak.

    Beberapa alien datang lagi, kali ini menggunakan skateboard terbang dan menembakku dengan pistol laser mereka. Aku berhasil menghindari semua tembakan mereka, sambil berlari aku mengeluarkan katana dari telapak tanganku lalu membantai semua yang datang menyerangku, aku berhenti lalu melihat ke belakang, darah mereka yang muncrat kemana-mana tidak beda jauh dengan manusia hanya saja warnanya hijau.

    Lebih dalam lagi, pergi ke lebih dalam lagi, sampai aku berpikir ada sebuah lubang yang aku anggap sebagai perut bulan.

    Dengan jetpack Gundam di punggungku aku terbang dengan cepat ke dalamnya, ruangannya sangat luas, di tengah ada tabung raksasa yang berisi gas berbentuk pelangi yang disekitarnya ada jembatan besi yang sepertinya mengarah ke jalan keluar.

    “ini dia... kau harus menghancurkannya!” perintah Inu-chan yang ada di bahuku.

    “k-kau yakin?” tanyaku.

    “kita melakukannya demi kebaikan bumi, meski mereka akan menjadi spesies yang punah, tapi kepunahan mereka akan membuat hidup para manusia lebih baik”

    “b-baiklah”

    Aku mengeluarkan pedang Excalibur untuk menghancurkan benda ini, ini semua agar aku bisa hidup dengan lebih baik lagi.

    “Ex...” aku mengangkat pedangku, sinar-sinar kekuatan dan kemenangan menghampiri ujung pedangku “calib—“ namun sesuatu yang tidak kuduga terjadi, perutku tertembak oleh laser entah darimana dan aku lupa mengaktifkan jurus pertahananku, aku terjatuh ke lantai jembatan penghubung jalan keluar dan tabung raksasa.

    “Yuki!!” Inu-chan terjatuh agak jauh menghampiriku.

    Sebuah mecha seperti baju astronot besi berukuran 2 kali tinggi tubuhku dengan alien yang memakainya datang, sambil berjalan dia mengarahkan pistol yang ia gunakan tadi untuk menembak perutku.

    “kau hanya mengganggu hidup kami saja manusia... memang kesalahan besarku untuk menghancurkan kalian pelan-pelan dan tidak langsung menghancurkan kalian” ujar alien itu.

    “makhluk seperti kalian memang lebih baik musnah!” teriak Inu-chan yang melindungiku.

    “kau mau mati juga anjing kecil? Padahal kita bisa membicarakan ini baik-baik”

    “tidak ada yang perlu dibicarakan! Aku akan melindungi anak ini!”

    “baiklah kalau begitu...”

    Sang alien menembak lasernya, tembakan itu mengenai kaki kiri Inu-chan hingga terputus, tembakan kedua mengarah kepadaku tetapi Inu-chan melompat melindungiku, perutnya tertembak dan perlahan musnah.

    “Inu....chan?”

    “pengganggu pertama sudah selesai, sekarang giliranmu gadis kecil” dia menembakkan pistolnya ke arahku, tembakan itu aku pantulkan ke arah tabung raksasa hingga pecah, gasnya menyebar kemana-mana dan saat gasnya ada di dekatku aku tidak merasakan apa-apa, tapi entah mengapa aku merasa kalau itu adalah oksigen.

    (eh? Inu-chan sudah menghilang tapi aku masih memiliki kekuatannya, bagaimana ini bisa terjadi?)

    “hei manusia... sepertinya aku lebih suka menyiksamu dulu sebelum membunuhmu..” ancam sang alien dengan mengeluarkan dua beam saber dari kantungnya dan berjalan mendekatiku.

    “h..halo? masih ada orang?” tanyaku yang sedang lemah kepada telepati antar kloningan.

    “Real Yuki? Ini Yuki 095, pasukan alien tiba-tiba terdiam, sepertinya sang pilot semuanya sudah mati, desu~”

    “apa kau satu-satunya yang ada disana?”

    “iya benar.. semua unit sudah kalah, yang tersisa hanya aku, desu~”

    Setelah 095 selesai melapor, alien pengguna baju astronot sudah ada tepat di depanku.

    “gahh!!” tangan kananku diinjak oleh kaki besi dari baju mecha si alien.

    “menghancurkan markasku lalu memusnahkan bangsaku.. untuk mannusia kecil seperti dirimu kau berani juga..” dengan menahan emosi marah dari mulutnya, alien ini menusuk tangan kananku dengan beam saber.

    “kha—sakit sakit sakit sakit sakit!!” teriakku menjerit kesakitan sampai air mataku keluar.

    “sakit? Sakit kau bilang? Bangsaku merasakan yang lebih buruk lagi daripada ini... kau sebaiknya tidak usah protes!”

    “haa---!” punggungku diinjak, bagian yang tertembak laser tadi di tekan-tekan oleh kakinya.

    “sekarang tangan kiri—“ dia ingin menusuk tangan kiri-ku, tetapi dia justru tertembak peluru dari jauh saat sedang mengangkat tangan kanannya yang ingin menusukkan beam sabernya kepadaku.

    Alien ini langsung melupakan diriku dan fokus melindungi dirinya dengan tameng ufo dari tembakan beruntun yang ada dari ruang gelap yang ada di seberang jembatan.

    “siapa disana!?” teriak si alien sambil menembak banyak laser ke dalam ruangan gelap.

    (aku ingin langsung membunuhnya... tapi rasa sakitnya menahanku untuk melakukan itu, tetapi tidak mungkin 095 yang ada di ruangan sana dapat mengalahkan alien ini, kalau dipikir-pikir aku tidak ingat unit 095 menggunakan mecha apa)

    “HAAAAA!!!” terdengar teriakan dari dalam ruangan gelap yang ditembak alien.

    Terlihat sosok mecha Lancelot Albion mengebut dengan roda di kakinya sambil menangkis tembakan laser si alien dengan perisai ufo yang diambil dari pasukan musuh dan menembak dengan tembakan rifle ukuran Knightmare.

    Alien berjalan mendekati 095 sambil menembak, disaat jaraknya tinggal setengah dari jarak awal 095 bersembunyi si alien melempar ufo yang sudah ada beam sabernya layaknya melempar sebuah shuriken.

    Kaki kiri Lancelot pun terkena dan putus sampai gerakannya menyeret lantai karena tidak seimbang, sang alien mengambil dua beam saber miliknya dan berlari cepat mendekati 095, tapi 095 tidak menyerah, Lancelot mengeluarkan Slash Harken dan menusuk tangan si alien.

    “gha—na..faa...” teriak alien sambil kesakitan, Lancelot mengeluarkan beam saber dari perisai ufo lalu membelah perut si alien, dengan seketika ia pun mati.

    “sudah selesai kah ini semua?” tanyaku lewat telepati.

    “iya.. aku rasa begitu.. desu~” jawab 095.

    “menurutmu dengan kondisi seperti ini apa aku bisa kembali ke bumi sekarang?”

    “aku meragukannya.. lebih baik kau menyembuhkan diri dulu.. sihirnya masih ada kan? desu~”

    “heheh... kau benar juga”

    Begitu lah jadinya... pada akhirnya semua ini selesai, aku pulang ke rumah saat tengah malam. Keluargaku di rumah langsung memarahiku karena pulang malam dan aku bungkam tidak menjawabnya, hari-hari selanjutnya hidupku berjalan biasa saja.. seminggu, sebulan, beberapa b ulan, sudah tidak ada masalah lagi.

    Dengan kekuatanku yang bertambah dari menonton banyak anime, bulan sudah kuperbaiki isinya hingga kembali seperti dulu sebelum alien meninggali tempat itu.

    “Onii-chan tungguin! Makanannya belum habis om nom nom”

    “yaudah cepet abisin, sebelum telat”

    “iya iya!”

    Dengan begitu hidupku berjalan dengan tenang dan menyenangkan.

    Aku pernah kepikiran, kalau manusia yang sudah meninggal masih mempunyai sifat dendam, apa suatu hari nanti aku harus mengulangi hal seperti sebelumnya? Melawan monster yang datang entah darimana dengan tujuan apa, meskipun sekarang sudah tidak ada aku tetap siap, karena dunia ini penuh kejutan, meskipun hidup seseorang telah sampai ke happy ending, belum tentu setelah itu akan bahagia selamanya.
     
    Dejiko likes this.
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    cerita yang mengharukan....... indah sekali :cry:

    10/10
     
  3. 0026ueki

    0026ueki Member

    570
    50
    68
    ...................................................Mary Sue bener................................
    7/10
     

Share This Page