Share [Oniichan!Trans] Kagerou Days I -in a daze- (Novel)

Discussion in 'Tulisan' started by Dejiko, 18 February 2014.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    Last edited: 23 February 2014
    seis_fleur likes this.
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Kagerou Days I (Hari-hari kabut panas I)
    Mataku seakan menipu. Dunia berubah menjadi monokrom dalam sekejap. Di tengah semua itu, biru langit cerah tak berawan dan rambu... rambu... merah, dan ...... ! Kontras luar biasa terpancar dari hanya dua warna itu dan membakar bagian belakang retinaku.

    Apa yang baru saja menyebar di depan mataku tadi? Aku bertanya-tanya.

    Suara bodoh tangisan jangkrik menusuk telingaku .
    Bau besi bercampur dengan aromamu.
    Tanpa disadari, semua perasaanku langsung merangsang bagian dalam otakku seperti sebuah pukulan.

    Di penyeberangan pejalan kaki ada tanda ban yang tampak terbakar dan tubuh kecilmu yang hampir sama besarnya dengan garis merah yang tergambar di sana. Bukan berarti seolah-olah aku akan mencoba melakukan sesuatu pada saat ini tapi setelah aku berlari ke sisimu, aku bisa merasakan panas menyelimuti tenggorokan, mata, hidung, dan kepalaku yang kenyataannya membantingku dengan keras.

    Orang yang di depanku bukan kau.
    Bukan kau yang aku ajak bicara beberapa saat lalu.
    Itu hanya makhluk merah atau semacamnya.
    Tidak peduli apa yang dikatakan orang, orang ini bukan kau.

    ......Aku mulai merasa mual dan kepalaku terasa sangat sakit. Pandanganku kabur seolah-olah aku mencoba untuk membuka mataku di bawah air, meneteskan air, meninggalkan tanda di atas aspal. Tampaknya aliran air sedang menetes dari kedua mataku .

    Aku menggerakan mulutku untuk mencoba berbicara denganmu, tetapi, aku tidak yakin apakah suaraku tenggelam oleh suara-suara jangkrik atau memang suaraku tidak keluar sejak awal tapi aku tidak bisa mendengar apa-apa sama sekali.

    Aku harus memberitahumu.
    Aku telah memutuskan untuk memberitahumu.
    Aku harus bergegas dan memberitahumu.

    Kabut panas bergoyang (kagerou) berdiri sangat dekat.
    Dia hanya berdiri di sana, seolah-olah ia sedang mengejek kita atau mencoba untuk menghalangi jalan antara kau dan aku .

    Tolong jangan menghalangiku. Akhirnya aku bisa menyampaikan hal ini padanya sekarang.
    Kau dapat menertawakanku sebanyak yang kau inginkan nanti. Itu sebabnya, sudahlah, tinggalkan saja kami sendirian untuk saat ini.

    Ini benar-benar terlambat, dan kau mungkin merasa jijik tapi......

    Sikapmu yang agak sedikit egois,
    Dan kebiasaan burukmu memukulku setiap kali kau sedang malu,
    Dan aroma rambut berkibarmu, semuanya,

    - Aku mencintainya.
     
  3. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Jinzou Enemy (Musuh Buatan) (Part 1)
    Aku terbangun akibat suara sirene yang menusuk. Tiba-tiba, jantungku mulai berdenyut keras. Aku mendongak dan melihat langit-langit putih yang diproyeksikan di atasku. Masih belum sepenuhnya memahami situasi yang terjadi, aku jatuh dari tempat tidur dan menghantam meja kecil di sampingku. "...... Ah !". Aku menghantam pelipis kananku dengan keras. Panasnya rasa sakit langsung terangsang menuju otakku beberapa saat kemudian .

    Saat aku menangis karena rasa sakit dan rasa takut untuk ledakan, aku mengumpulkan kasur yang telah jatuh longsor dan membungkus tubuhku, hingga suara sirene berhenti.

    "Selamat pagi, tuan!"

    Saat aku mendengar suara itu, aku sepenuhnya memahami situasiku sekarang.

    Di tengah-tengah layar adalah seorang gadis -Ene- melihat dan berusaha untuk tidak tertawa dengan mata berkaca-kaca padaku -Kisaragi Shintaro- yang berada di posisi yang tidak wajar, hanya mengenakan celana dalam dengan kasur melilit dan air mata di mataku.

    Ini adalah hari yang sangat panas. Belum lama ini, ada pembicaraan tentang dampak meteorit, jatuhnya peradaban Maya, dan kehancuran dunia. Masyarakat sedang riuh dengan akhir dunia dan semacamnya. "Peran drama pertama yang dibintangi oleh idola super populer!", Sekarang, berita terhangat berisi tentang topik damai seperti ini.

    Setiap kali topik-topik berita seperti ini menggigih, aku menonton dari barisan depan sebagai argumenter tentang kontroversi yang pada akhirnya terungkap di komunitas internet. Itulah sifat dari pekerjaanku. Aku bisa mengatakan kalau situasi saat ini kurang tekanan.

    Yah, bisa dibilang kalau, pekerjaan asliku adalah seorang anak laki-laki biasa 18 tahun dan siswa SMA. Namun, sekarang, aku hidup sebagai seorang pengurung diri. Aku mengabdikan diri untuk penduduk internet dan pertukaran komentar, menghabiskan setiap waktu luang di rumah, mengamati bagaikan seorang penjaga.

    Adapun substansi pekerjaanku, pada dasarnya aku tidak memiliki pengetahuan apa-apa tentang menciptakan musik sejak aku memulainya. Pada halaman video terbaru di dalam sebuah situs video tertentu selalu memiliki beberapa komentar cinta serta kritik, tetapi setiap video akan selalu terus menurun. Aku sudah melakukan hal ini untuk sedikit kurangnya selama dua tahun hingga sekarang.

    Ngomong-ngomong, aku masih belum bekerja.
    Tapi hari ini, tidak biasanya aku penuh motivasi!

    Menjatuhkan diri ke kursi di depan komputer, aku melihati roti isi yang telah dibuatkan ibuku pagi ini. Aku mengincar tempat pertama peringkat pada situs video tertentu, nada dering, pengiriman karaoke, dan album besar......!

    Namun, setelah semua yang kukatakan dan lakukan, aku masih suka manja.

    Biasanya, ambisi tinggiku akan sia-sia. Hanya dalam sepuluh menit , semuanya pasti sudah langsung runtuh setelah komentar kritik dari para komposer, yang kata-kata kasarnya membuat pencapaian tujuanku menjadi tujuan gagal. Hari ini berbeda karena roti isi ini mengandung cinta ibuku dan tampaknya telah menyebabkan depresi itu menurun, membanjiriku dengan banyak kata-kata.

    "Ini akan terjual!"

    Jadi aku berbicara tentang kepura-puraankusementara, sedikit demi sedikit, terus menaruh hati pada pekerjaanku. Tidak mungkin bagiku untuk menciptakan pekerjaan yang menguntungkan selama pikiranku merangkul rasa takut. Namun, belum lama ini, sebuah virus memiliki niat yang jelas, mengambil tindakan tegas, mengganggu pekerjaanku, dan bahkan, bias kubilang, muncul dan melesat di dalam layar.

    "Hari ini akan menjadi hari yang sangat panas. Wow! Tingginya diperkirakan mencapai 35°C di pusat kota!"

    "Whoa. Tampaknya, di wilayah metropolitan, sudah sekitar sepuluh orang menderita serangan panas. Tuan, ketika kau, yang berkepala dingin ini, pergi keluar, kau akan mengambil tindakan pencegahan, kan?"

    Pada hari seperti ini, aku tidak akan berpikir untuk pergi keluar.
    Sejak awal aku memang tidak berpikir untuk pergi keluar.

    "Benar juga. Sirene hari ini adalah alarm darurat negara tertentu yang digunakan untuk risiko tingkat empat atau lebih tinggi, aku meningkatkan frekuensinya ditingkat master akan benci sehingga-"

    " 'Sirene hari ini'! Kau takkan melakukannya lagi besok, kan?! Oh......"

    Aku membenamkan diri lebih dalam. Ini menyebalkan.

    Bergerak-gerak dengan riang dari kanan ke kiri di layar, topik yang orang itu telah angkat menjadi basi dan percakapan terhenti. "Yey!" Seolah-olah dia telah selesai. Sambil tersenyum gembira, ia melanjutkan .

    "Oh , aku telah membocorkannya~ Jika aku tidak memiliki sesuatu yang lebih menarik besok… Tidak, tidak, aku tidak punya pilihan kedua, aku harus menjaga tamuku."

    "Permisi, lalu apa ini?! Karena kau aku mendapat memar ini! Bukankah itu sebuah insiden yang mengakibatkan cedera?"

    Ohoho! Orang itu mengeluarkan tawa tak menyenangkan sambil dengan panik menggosok tanganya bersama-sama, mengacu pada bekas memar menyedihkan itu.

    Namun, perlawanan tersebut juga sia-sia. Orang di layar itu memiringkan wajah putihnya ke samping sebagai bentuk kebingungan, tanda tanya muncul di atas kepalanya.

    =============================
    Jam 03:00 pagi pada 14 Agustus. Tiba-tiba, suara deringan sirene terdengar di seluruh rumah, sampai ibuku membangunkanku dari tempat tidur .

    Ibuku yang datang berjalan bertemu mata dengan “Gadis cantik” pada layar. Dia kemudian berteriak, mengalihkan kemarahannya terhadap sosok anak laki-laki .

    Karena sirene itu tampak menjadi gangguan lingkungan, suara marah diteriakan sampai sebuah kepalan tangan muncul di depan mataku. Dan percayalah, ini semua terjadi di pagi hari.
    Dan itu adalah bagaimana aku mendapat luka ini. Kupikir ada sebuah memar di wajahku, jika aku benar-benar dapat membawa diriku melihat ke dalam cermin.

    "Sudah biarkan aku istirahat, serius...... jika PC ini hancur, bagaimana kau akan...... bukannya kau juga akan mati ? "

    "Oh ...... Tuan yang baik! Aku lebih suka untuk memberikan bantuan! Pagi ini aku langsung bergegas ke tempatku ketika aku bangun! "

    Mata mantan gadis-komik itu berkilauan sinis, membesar hingga mengisi layar lebih lebar, mengomel dan marah-marah padanya, lagi .

    "Ini salahmu semuanya terhapus karena PC ku yang mati setelahnya!"

    "Kukatakan sekali lagi...... Tuan adalah orang baik, seorang pria yang... diidamkan!"

    Ia seharusnya tidak bicara. Orang itu benar-benar tidak perlu berbicara. Ini sangat tidak menyenangkan .

    Bagaimana bisa semua terjadi seperti ini ......

    Sekitar setahun yang lalu, sebuah e-mail misterius masuk dari pengirim tak dikenal. Saat aku membuka surat tersebut untuk melihat apakah pesan itu dapat dipercaya, aku sekarang tahu bahwa sisa hidupku yang penuh kebahagiaan akan menjadi penuh stres. Surat itu menyimpan data yang berisi orang itu, komputerku dijajah dan, yah, pada akhirnya, tidak "sepenuhnya" diduduki.

    Aku tidak tahu apa yang terjadi pada waktu itu. Aku mengabaikan jendela aplikasi tumpang tindih, efek geometris yang menyebar di seluruh desktop. Aku ingat wajah indah, sepenuhnya pucat, seorang gadis dengan rambut biru di kuncir, yang muncul dan bersinar, kemudian membentuk sebuah wujud.

    Pada pandangan pertama, kupikir kau terlihat "manis" atau semacamnya.
    Ada saat seperti itu. Ya, memang ada.

    Tiba-tiba, orang itu muncul. Penampilannya seperti seorang tokoh utama cerita. Dia muncul di layar dalam sekejap, benar-benar seolah ada kesan "Kumohon, tolong aku...... bertarung bersama-sama...... " saat itu.

    Pada waktu itu tepat di dalam lingkungan masyarakat, aku adalah penghuni ruangan "aku mempunyai KTP!" dan aku percaya itu sudah cukup. Dari sini dimulai konflik dengan organisasi misterius. Di setiap tempat kejadian paranormal terjadi, monster misterius muncul dan mengumpulkan pasukan......! Ini jelas adalah suatu cerita mendebarkan untuk episode pertama! Kesempatan pertemuan yang sempurna akibat kesalahpahaman telah berlalu.

    Namun.

    Yah... tidak ada hal-hal yang diminta terjadi. Bahkan tidak satupun kekuatan supranatural terbangun, tidak ada mata setan terbuka, dan tidak ada kawan untuk diajak berbicara. Satu-satunya monster yang paling mendekati yang muncul tidak lebih dari seekor kecoa. Kemudian percakapan pertama di pertemuan pertama kami dimulai dengan " Ah, mulai hari ini, mohon perlakukan saya dengan baik~"

    ( TN :よろしく お願い し ますadalah frase yang umum digunakan saat bertemu orang lain, setara dengan "Senang bertemu anda" atau “Mohon bantuannya” dalam bahasa Indonesia, namun bisa juga mengemukakan arti yang berbeda untuk meminta/berharap bahwa orang tersebut akan baik padamu.)

    "Ah, ya......" Aku belum pernah mendengar kalimat seperti itu dari sebuah petualangan atau film laga.

    Yah, itu percakapan pertama kami...... Meskipun aku tidak bisa mengatakan itu benar-benar penting karena itu adalah percakapan yang umum.

    "Apa-apaan kau? Aku belum pernah melihat atau mendengar software seperti ini......" Dan pada saat itu, segalanya masih misterius jadi aku harus mengandalkan pendengaranku. "Aku pun tidak begitu mengerti sendiri~" adalah jawabannya. Terkesan seperti itu.

    Nah, kenyataan ini benar-benar muncul. Aku mendengar kau memberiku balasan.

    Meskipun hanya satu minggu telah berlalu, secara bertahap aku telah terbiasa dengan perilakumu yang aneh sehingga, segera setelah aku melakukan pekerjaanku, kau mulai menggangguku, bahkan secara terang-terangan. Pekerjaan memalukanku yang berisi lirik sentimental dan sejenisnya terakumulasi dalam folder yang namanya berubah menjadi "Tonsoku" (kaki babi). Nama folder di mana aku mengumpulkan gambar terbaik yang berharga dalam hidup ini, diubah menjadi "Libido Graveyard" (Kuburan Nafsu)......

    Membutuhkan sekitar satu bulan untuk festival perubahan judul itu untuk membuat jalan di seluruh PC ku serta bagiku untuk membuat demo untuk sebuah lagu. "Sepertinya aku telah merintis sebuah genre baru dengan album yang kubuat......" Kupikir judul lagu itu terlalu sensitif jadi aku membuatnya ulang.

    Tentu saja, untuk masing-masing ini, suara nyanyianku membara sampai-sampai teriakan marahku menghilang, namun, aku menghapusnya karena itu tidak cukup efektif untuk sebutan istimewa.

    "Ayolah...... password loginku berubah." Ini tidak mungkin, aku login dengan baik-baik saja pagi ini. Aku tidak ingat telah mengubah passwordku. Ketika terjadi seperti ini , sembilan dari sepuluh, ini pastilah ulah orang tersebut.

    "Ohh! Seperti yang saya harapkan dari Tuan, reaksi cepat dan bahagia!"

    “Ubah kembali...... Sekarang......"

    "Aduh, aduh, langsung disuruh begitu saja. Terlalu kejam untuk melakukan perintah seperti itu!"

    "Apakah Anda ingin menyimpannya?" Adalah pertanyaannya. "TIDAK" adalah satu-satunya pilihan yang ditampilkan pada layar, semua jendela ditutup dalam sekejap (minimized tanpa jejak).

    "Gyaaaaaaa!"

    Setelah itu, Kamis memiliki bau emas di udara. Empat kuis pilihan berada di layar.

    "Ini adalah pertanyaan pertamanya! Aku akan mengajarkan passwordnya jika kau menebak yang satu ini dengan benar---"

    "Betapa bodohnya kau!? Aku akan mati!?! Lagu! Ini! Lagu!"

    Mulai dari kursiku, suara keras berteriak dari layar menghadap saya, diarahkan pada sosokku, dari sampingku aku melihat anggota gerak yang tampak menggelikan.

    "Haaaa~......"

    Tiba-tiba, aku kehilangan kekuatan dan, saat aku mencoba untuk meletakkan kepalaku di atas meja, aku merasakan sikutku menyenggol sesuatu.

    "Ah! Tuan, Tuan! Minumanmu!!"

    "Eh?"
    --- Minuman berkarbonasiku yang sisa separuh telah tumpah di keyboard dan mouseku.

    Sekarang, sudah dua kali aku mengalami jeritan menderu di kamarku. Dengan panik, aku melempar tisu ke keyboard.

    Beberapa cairan manis telah direndam ke dalamnya, pemikirkan "ini adalah skenario kejadian terburuk" melewati kepalaku.

    Jangan berpikir. Sekarang, konsentrasilah untuk menyelamatkan nyawa ini dengan pengabdian penuh terhadap tubuh dan jiwamu!
    Setelah dengan panik membersihkannya, aku menekan setiap tombol, hanya tombol "o, r, t" yang bekerja.

    Sepertinya sudah terlambat. Air mata penyesalan mengalir di pipiku.

    "Tuan! Mouse , mouse!"

    Suara itu kembali membuatku tersadar.

    Tampaknya mungkin masih ada kehidupan untuk diselamatkan!

    Aku mengambil mouse sambil menahan air mata.

    "Kumohon......! Kembalilah......!"

    Suaraku memudar sementara hati dan jiwaku melemparkan tisu. Aku ingin tahu berapa banyak lama waktu telah berlalu.

    Sekali lagi, bahkan dengan tindakanku, hanya klik kanan yang merespon. Sebuah layar menu kejam ditampilkan di monitor.

    Aku bertanya-tanya berapa lama dunia akan tidak masuk akal.

    Apa-apaan yang dikatakan orang itu, kekejaman yang tersisa sudah berakhir.

    "Oh! Tuan dapat mengetik tororo! Atau tunggu, Totor---"

    "Ocehan itu...... lagi......"

    Aku punya keinginan untuk mengganti komputerku dan orang itu, bagaimanapun, sebagai hasil dari pertukaran aku akan mati. Tanganku menutupi wajahku dan mencerminkan perasaan putus asa ku, aku tidak tahu siapa lagi yang harus kusalahkan di dalam diriku. Aku mengambil napas dalam-dalam.
     
  4. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Jinzou Enemy (Musuh Buatan) (Part 2)
    --- Suasanan menjadi diam untuk beberapa saat. Suara pendingin memenuhi ruanganku, membawa udara segar dan dingin di kakiku, lalu secara bertahap mendinginkan kepalaku. Jadi. Orang ini adalah gangguan nomor satuku. Tingkat kesintingan sebelumnya, dan frekuensi banyaknya file yang orang ini hapus, membuatku sering marah. Namun, ada back up di internet di mana aku dapat menghidupkan kembali komputerku berkali-kali, walaupun orang itu akan terus-terusan menghapus semuanya, hingga saat berikutnya dia menduduki layar tampilan. Lalu, bagaimana caraku mengatasinya ketika sedang offline? Tentu saja, beberapa jam dari keadaan tersebut bagaikan neraka, dan sudah jelas untukku mengatakan bahwa aku tak bisa menahannya. Dengan demikian, begituah lingkaran setan itu lahir.

    Tentunya, tangan orang tersebutlah yang menyebabkan semua ini. Oleh karena itu, musuh sesungguhnya adalah "Ene." Aku tidak tahu dari mana dia berasal atau siapa dia tapi, AI seperti ini, dengan kepribadian yang hiper, tentu tidak menyenangkan.

    "Fiuh ......" Aku mengambil napas. Aku telah mengalami rangkaian argumen berkali-kali. Namun, saat ini, ada berbagai perkelahian menumpuk. Gangguan orang ini, dengan pengecualian dari karakter dan esensinya, tampaknya berada pada tingkat kegilaan. Kupikir aku juga sering berada di keadaan seperti itu, jika bisa kukatakan pada diriku sendiri.

    Satu-satunya penyesalanku adalah seseorang tidak menerima pujian sebagai hasilnya. Hikineet. Tidak bisa diharapkan.

    Pikiran asam bagaikan berputar-putar dalam otakku. Aku ingin tahu berapa banyak waktu telah berlalu. Tiba-tiba aku menyadari sebuah keheningan yang aneh. Tidak biasanya orang itu mendengarkan. Perlahan-lahan, aku menggerakan mataku ke layar dan obyek yang tak terduga tiba-tiba muncul.

    Di tengah-tengah layar terlihat bagian pengiriman hadiah dari situs pengataran pesan elektronik yang tersusun berbagai informasi. Namun, aku terkejut dan menangis secara bersamaan. Sambil menundukkan wajah dalam keadaan ini, aku mengintip dan melihat sosok orang itu.

    Mata kami bertemu saat itu "Oh yah......" Aku mengalihkan pandanganku, mengarah pada keyboard dan mouse yang sudah mati.

    “Aku… tidak berpikir akan berakhir seburuk ini. Aku… hanya ingin bermain-main sedikit….”

    Apa yang orang itu katakan? Aku memiringkan kepalaku, menunggu jawaban untuk memahami perilaku dibalik yang ia lakukan.

    "Eh......? Apakah mungkin kau merasa bersalah?"

    "...... Ah!"

    Terkejut dan dengan cepat tersadar, ia mengalihkan pandangannya.

    Kaki orang itu bergerak gelisah dan, untuk beberapa alasan, aku ingat sensasi pertemuan pertama kami . Orang itu juga telah mengalihkan pandangannya. Ketegangan misterius mendominasi pemandangan. Pokoknya, jangan mengatakan apa-apa......!

    "Yah, apa boleh buat kalau memang itu sudah terjadi...... Dan lagipula, benda ini akan menjadi usang suatu saat, dan aku telah berpikir untuk menggantinya cepat atau lambat......"

    Selesai berbicara, ia mengembalikan pandangannya ke layar, memutar punggungnya ke sisi layar dan membesarkan situs pemesanan satu demi satu di tengah-tengah layar.

    "Benar, bukan?! Yah, pada kenyataannya aku berpikir kau lebih baik membeli yang baru! Atau, bagaimana aku harus mengucapkannya, mereka bekerja dengan baik sampai sekarang~ Bukankah ini kematian yang damai?"

    Aku tidak terkejut.

    Tetap saja, aku bertanya-tanya, apakah aku pernah mengalami perasaan ambigu seperti ini sebelumnya?

    Sekarang kemarahan ekstrim maupun duka tidaklaah memenuhi rasa kehampaan di hatiku.

    "Itu? Tapi apakah begitu? Ini tidak menyenangkan~..... "

    Aku melepaskan diri dari perasaan seperti itu dan, tiba-tiba, ucapan orang itu menarik perhatianku.

    "Bukannya tidak baik mengatakan sesuatu seperti itu? Untuk saat ini, akan kugunakan apapun yang kubisa untuk mencari tempat yang akan melakukan pengiriman dihari yang sama."

    "Yah itu...... tanggung jawabku. Juga, ada sedikit masalah."

    "Apa itu?"

    "Tuan, mungkin jika hal ini tidak ditangani dalam satu atau dua haru, kurasa aku akan mati......"

    "Hmmm, kurasa begitu."

    "Benar. Jadi, aku akan coba mencari berbagai...... Tuan, tanggal berapa sekarang?"

    "Oh? Apakah hari ini tanggal empat belas......? Mungkin...... ah!"

    Terkejut, aku melihat hasil pencarian yang terbuka pada seluruh tampilan .

    Semuanya menampilkan "tidak ada pengiriman pada hari yang sama."

    "Hari ini adalah Festival Obon. Karena merupakan hari libur, secara alami, tidak satupun dari mereka akan memberikan pengiriman sampai lusa."

    Saat aku berdiri, aku merasakan kepusingan.

    "Besok lusa......? Dua hari......?"

    Aku menahannya, bersandar kembali ke kursiku.

    Dua hari. Kukira biasanya aku tidak akan mempertimbangkan jumlah hari.
    Namun, sekarang ini adalah masalah hidup atau mati bagiku.
    Tampaknya kehidupanku akan hancur berantakan dalam waktu sekitar dua hari jika aku tidak pergi keluar.
    Kurasa jika aku tidak melakukan apa-apa, dalam waktu sekitar dua hari, hal itu akan terus terjadi.

    ---Tetap saja, pembicaraan ini adalah satu-satunya pengecualian .

    Anggaplah seperti bernafas, tingkat pernapasanku berhenti dan hal yang sama sedang diucapkan. Bisakah kau menahan napasmu selama dua hari? Aku tidak bisa melakukan hal seperti itu.

    Sejak kehidupanku dari dua tahun yang lalu, tubuhku telah menjadi tidak berguna karena terjebak di internet. Aku juga punya ponsel, tapi untuk beberapa alasan kami memiliki penerimaan yang benar-benar buruk di rumah ini. Atau mungkin aku harus mengatakan, tidak dapat diandalkan, pesan yang kukirim dapat bekerja dengan baik.

    PC itu sendiri tidak rusak dan masih dalam kondisi yang cukup baik tetapi terminal operasi sebelumnya benar-benar mati dan itu adalah akhir dari "kotak ini." Apa gunanya lagi benda ini? Namun, orang itu masih duduk di dalam tampilan "Cuma sedikit, tapi aku tahu sebuah cerita." Jika itu yang terjadi, mungkin segalanya tidak begitu serius .

    Namun, dalam waktu dua hari... Aku bertanya-tanya apakah aku harus pergi ke luar dengan orang itu jika stres dari mulai besok akan menyebabkan sebuah lubang terbuka di perutku dapat membuatku mati atau semacamnya.

    Meskipun kita belum memulai pembicaraan sampai sekarang, diantara yang lain, lubang mulai terbuka. Meskipun, bisa dikatakan, dari kalimat ini, ‘apakah kau punya permintaan?’ Seandainya aku bisa menggunakan metode usulan/saran semacam itu. Orang itu, yang mata bersinar seperti anak kecil yang baru mendapat mainan baru, tampaknya baik-baik saja.

    Kenyataannya, tidak terlalu lama kemudian, "Ayo...... Bukannya kau tidak punya pilihan lagi......? Ayolah......!" Aku mendengar suara pertanyaan dan merasakan tatapan membara darinya.

    ---Bukannya ada dua pilihan?

    Apakah aku menyerah pada PC ku yang mati yang menjadi mainan orang itu ketika akhirnya mati?

    "Ada dua pilihan......"

    Perasaan putus asa keluar dari mulutku bersama dengan desahan.

    Sejujurnya, kupikir aku tidak masuk akal. Rasa percaya diriku telah benar-benar lenyap. Ini bukan lelucon. Dari situasi sangat mencurigakan dan konyol ini, hanya pilihan kematian yang muncul, air mata mengalir di mataku.

    "......Em~"

    "Ada apa......?"

    "Yah, um...... aku merasa, setelah melakukan beberapa pemikiran, bahwa kali ini aku benar-benar melakukannya dengan berlebihan......"

    Mengatakan hal yang sama belum lama ini, aku tertipu oleh wajah yang menunduk malu-malu.

    "Modus permintaan maafmu sudah ketahuan! Aku tidak akan tertipu lagi!"

    "Err...! Tunggu sebentar, aku bersungguh-sungguh! Aku benar-benar menyesal! Kali ini, dalam waktu sekitar tiga atau empat hari, anggota badan Tuan sudah akan sembuh!"

    Dengan putus asa mengaku telah membuat rencana gelap.

    "Hah?"

    "Nah, karena itu, sampai barang yang dipesan tiba, aku akan berfungsi sebagai keyboard pengganti dan lain-lain yang seharusnya cukup! Berhenti main-main! Karena aku mengerjakan sesuatu tepat seperti apa yang diperintahkan...... ! Sungguh......"

    Mataku sedikit berkaca-kaca, sementara itu, ia meningkatkan ukurannya.

    Orang itu......! Memiliki macam-macam variasi......!

    [​IMG]

    Hal ini dengan mudah membuat hati perawan laki-laki berusia delapan belas tahun ini berdetak dengan cepat, itu yang kusesalkan.
     
  5. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Jinzou Enemy (Musuh Buatan) (Part 3)
    Namun, aku tidak akan menyerah dengan mudah di sini...... atau itulah yang kupikir, tetapi, beberapa waktu lalu, aku melihat-lihat apakah situs pemesanan itu dapat dipercaya.

    Dan itulah yang kuyakini. Tiba-tiba, orang itu telah menemukannya, dan memasukkan sebuah huruf ke dalam, sesuatu di belakang mereka.

    Apa......?

    Aku mengarahkan mataku ke sudut kiri bawah layar, di mana orang itu, sedang memperbaharui empat pertanyaan yang dipilih dari aplikasi kuis yang ia digunakan beberapa waktu lalu.

    "Pertanyaan # 1 : Jawablah pertanyaan ini dengan melihat kata dan memasukkan satu huruf! Jika kau membuat kesalahan, Tuan, aku akan terus memposting koleksi gambar berhargamu, satu gambar sekali, di internet agar semua orang bisa lihat. Ingat itu...
    Untuk menjawab, kau harus-"

    " ...... Oi "

    Tetap saja, mata menangismu dan caramu memiringkan kepala ke kiri dalam kebingungan, sungguh terlihat manis.

    Tapi, aku tidak lagi merasakan emosi semacam itu.

    "Dibelakang itu"

    "......? ......Aha!"

    Dengan bingung, aku melihat ke belakang dan menutup aplikasi itu tanpa segan-segan, sehingga sekali lagi, mata orang itu berkaca-kaca menangis ketika aku menatapnya. Secara jelas, ekspresinya menjadi lebih aneh dari sebelumnya karena perbuatanku tadi, jumlah air mata di matanya bertambah.

    " ............ "

    " Ah, emm~...... ? "

    "...... Ini masih bagus"

    "Eh?"

    - Dua tahun. Mengingat berbagai kenangan, aku tenggelam dalam perasaan yang lembut. Aku tidak punya pilihan lagi, aku harus melakukan ini agar bisa bertahan hidup.

    Aku bangkit dari kursiku dan membuka lemari. Mengingat bahwa aku bahkan tidak pernah pergi ke lingkungan luar, pakaian yang kupakai tidak perlu diputar. Maka dari itu, pada dasarnya aku jarang memakai lemariku.

    Hanya untuk hari ini. Hanya untuk hari ini saja benda ini terbuka.

    "T......Tuan?"

    "Tidak mungkin dari belakang!' Seolah-olah aku mendengar suara yang mengagetkan.

    Selebihnya, mataku tertuju pada kaus bertudung dan jerseyku yang masih terlihat baik.

    Ketika aku mengenakannya, kenangan yang telah lama tertutup langsung tertuang sekaligus.

    "Oof ......"

    Ketika mengingat berbagai hal dari masa laluku, sebuah luka tua, yang berdenyut-denyut, kurasakan seperti sedang melandaku. Kugelengkan kepala lalu aku mengambil jersey yang terlipat di bagian atas sisi kanan dan menutup laci itu.

    Aku pindah ke laci kedua, mataku tertuju pada celana kargo dan celana pendek yang juga terlipat rapi. Aku memilih celana kargo khaki dari sana dan segera menutup laci itu juga.

    "Tuan! Ada apa?"

    Sampai sekarang, aku selalu mengenakan kaus yang sekarang aku lepas. Aku memilih pakaian untuk dipakai dan, tanpa diduga, dihadapan orang itu sehingga ia menjadi bingung.

    "Kau tidak pernah berpakaian seperti itu sebelumnya! Apa sih yang kau.....?"

    "Belanja......"

    "Eh ......?"

    "Aku akan belanja! Maaf!"

    "Belan...... ja......?"

    Sepertinya itu balasan yang tak terduga.

    Sial, setelah ini, apa yang akan orang itu dan aku pikirkan?

    "Benar...... aku akan pergi membelinya sendiri. Aku tidak akan bergantung padamu."

    "Belanja kau bilang......?! Apa? Jangan heran?! Kau benar-benar akan mati, jika kau berpikir untuk melakukan hal itu!"

    "Kau akan mati? Pria macam apa yang akan mati karena soda tumpah di keyboard-nya?!"

    "Tidak, tapi itulah Tuan."

    "Hmmm, betul juga......"

    Mungkin aku tidak bisa melakukan ini. Sayangnya, itu juga benar dari semua yang bisa kuingat.
    Kusarankan untuk tidak bertindak konyol dan berdebat ini itu ketika aku sedang berpakaian.

    "...... Yah, sejak awal mana mungkin aku akan melakukan hal semacam itu."

    Aku menarik ritsleting sampai mencapai puncak jersey, berpakaian pun selesai.
    Pakaian ini agak sedikit sesak karena aku tidak memakainya dalam waktu yang lama. Untuk beberapa alasan, ada sebuah sensasi seolah-olah aku baru memakainya untuk pertama kali.

    "Heh~ ! Tidakah itu terlihat keren!? Dan, aku berpikir penampilan yang biasamu akan segera berakhir."

    "Oh ...... begitukah? Kuharap ini tidak apa-apa......?"

    "Tentu saja tidak apa-apa! Kau pria yang tampan!"

    "Benarkah? Ini agak memalukan."

    Meskipun tidak merasa malu seperti yang kau akan percaya, aku berbalik menghadap arah layar untuk melihat gambar yang tersusun dari busana model bergengsi dan menarik. Dan kemudian, dari sisi lain dari gambar, aku mendengar suara "Kenapa? Kau benar-benar keren! Seperti yang diduga dari Tuan. Selera pakaian yang bagus! "

    "Sudah...... hentikan......"

    "Eh? Ada apa?"

    "Lupakan saja . Aku mengerti kalau......"

    Dalam sekejap, antusiasme pergi keluarku terguncang. Tapi aku tidak berniat untuk mundur lagi sekarang.

    Aku melepas tas yang tergantung di lemari, dan menggantungnya melalui kepalaku. Setelah sebuah serangan sistem kecil, persiapanku sudah hampir selesai.

    "Coba lihat, dompet...... ada yang kuperlukan lagi?"

    Aku mengambil dompetku dari samping tempat tidur yang hanya berisi pembayaran surat biasa untuk dilunasi.

    "Aku ingin tahu apakah aku harus melakukan ini. Fiuh...... baik, aku pergi."

    Aku mengambil napas dalam-dalam, mendekati pintu kamarku.

    "Tu-Tunggu sebentar, tunggu, Tuan , kumohon!"

    Pada saat aku meletakkan tanganku di pintu, sebuah suara memanggilku untuk berhenti. Aku melihat kembali ke arah layar.

    "Ada apa...... ? Sudah cukup karena, di balik situasi yang tak terduga ini, semua belum berakhir."

    "Bukan...... em, bukannya aku takkan kadaluarsa setelah waktu yang lama walaupun aku pergi keluar? Makanya, maksudku, um...... bukankah dua orang yang lebih baik daripada satu~?"

    "Dua orang? Apa? Kau mengundang dirimu sendiri, bukan?"

    Terima kasih padamu, aku tidak sendirian. Sepertinya aku menganggap sesuatu darimu seperti teman, bahkan jika kesempatan untuk bertanya tentang perasaanmu dan semacamnya telah berlalu.

    "Tidak, yah, bukan berarti...... err...... Jika itu masalahnya, aku bisa bekerja sebagai pemandu......"

    Kurasa itu semacam,,, banyak hal untuk dikatakan dari sifatnya. Tentu saja tidak ada alasan untuk tidak menilai pesan yang berbunyi "membawa." Apakah kau akan berkata aku harus membawa komputer?

    "Bagaimana caramu ikut? Yah, aku akan membawa dan memindahkanmu dari sini jadi kau bisa keluar."

    "Eh? Benarkah!? Kalau begitu, mulai sekarang, aku akan meninggalkan ini......!"

    Orang itu tersenyum sambil menunjuk lemari kecil di samping tempat tiduku.

    - Di atasnya terdapat ponsel layar sentuh berdebu yang lama tak terpakai.

    Ini adalah hari yang sangat panas. Ini benar-benar hari yang sangat panas. Aku bertanya-tanya, apa semua musim panas sebelumnya selalu sepanas ini? Hingga sekarang aku selalu berada di ruangan dingin. Aku mendengar suara mendesis dan merasakan keringat mengucur dari tubuhku.

    Baru duabelas detik berlalu. Meskipun aku hanya keluar berjalan, life pointku berkurang di depan mataku.

    "Ah~ testing, testing. Bisa Tuan mendengarku? Ah~ ah~"

    "Apa sebaiknya aku langsung pulang saja...... ?"

    "Eh? Kau mengatakan sesuatu? Tolong berbicara sedikit lebih dekat~"

    "Er ...... bukan apa-apa ......"

    Kuraasa pemilik suara menyebalkan ini tidak bisa merasakan panas ini. Aku sungguh cemburu.

    Aku memasang earphoneku, dalam keadaan ini ponselku berfungsi seperti sebuah penghantar. Aku merasa aku tampak seperti sedang melakukan semacam operasi.

    Pagi ini dihabiskan oleh suara bunyi sirene. HP bar sekolah lamaku dengan nama asliku, dari sinilah aku dapat membuat permintaan teman, dan akhirnya dikalahkan oleh tekanan untuk mengajak seseorang bersama.

    Saat aku hendak mengubah ponsel pada mode standby, wajah orang itu muncul pada layar dengan senyum di wajahnya. Ini tidak tampak seperti ia berniat untuk menetap, bergerak cepat dan melesat-lesat.

    Operasi hari ini sangatlah mudah......
    Terutama mengingat bahwa si operator adalah hama modern yang mengganggu, namun...

    Ketika menginjak jalan, aku akhirnya menyadari kekuatan serangan musim panas.
    Di ujung depan jalan, kabut panas bergoyang.
    Rasanya seperti seolah-olah makhluk baik dari Arktik atau Antartika akan terlemparkan ke sebuah padang rumput .

    "Panas". Tidak peduli seberapa tipis kelembabannya...... Ini benar-benar "panas".

    "Yang benar saja...... Apakah 'musim panas' selalu seperti ini......?"

    "Aku sudah mengatakannya beberapa saat yang lalu! Sepertinya hari ini banyak orang telah pingsan karena serangan panas meskipun beberapa telah pulih. Oh , apakah Tuan memiliki kartu asuransi?"

    "Aku punya...... aku membawanya bersamaku setiap saat jadi tidak apa-apa......"

    Bahkan jika semuanya akan baik-baik saja, aku masih membawanya bersamaku saat aku meninggalkan rumah. Dengan begitu, bahkan jika saya harus pingsan di tempat terburuk sekalipun, mereka tetap akan dapat mengenaliku.

    "Oh! Syukurlah! Sekarang, ayocepa berjalan!"

    "'Oke......' bagaimana bisa kau berkata seperti itu!? Sejak awal semua ini salah siapa---"

    "Ah! Tuan, persimpangan ada di sebelah kanan, kanan!"

    "Eh? Di sini? Oh, maaf...... aku tidak ingat jalan ini sama sekali. Aku bahkan sudah tidak tahu aku dimana."

    "Tuang benar-benar tidak pernah pergi keluar. Terakhir kali kau pergi keluar itu, jika ingatanku benar, dua tahun yang lalu... kan? Peta kota telah benar-benar berubah sejak saat itu bukan?"

    Aku tidak menyadari dampak dari panas yang luar biasa, sungguh rasanya agak aneh.
     
  6. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Jinzou Enemy (Musuh Buatan) (Part 4)
    Dengan hanya beberapa ingatanku yang tersisa, semua informasi yang tersimpan di benakku tidak lagi berguna. Sekarang ada sebuah bangunan yang amat besar dan banyak apartemen yang baru dibangun. Tampaknya inilah yang disebut pertumbuhan kota. Setelah tinggal di kota ini dalam waktu yang lama, harusnya tidak mungkin semuanya berubah begitu drastis hanya dalam waktu dua tahun. Atau mungkin inilah perbedaan antara pengalaman mengurung diri di kamar dalam waktu yang lama dan kemudian pergi keluar.

    Aku tiba-tiba merasakan bahwa seseorang telah memperbaharui kota ini sedikit demi sedikit. Selain itu, penduduk kota ini, termasuk aku sendiri, telah hidup tanpa memperhatikan apapun dan sama sekali tidak menyadarinya. Sambil berpikir seperti itu, aku berjalan ke persimpangan dimana seharusnya aku akan belok kanan, jalan utama nampak di ujung pandangan. Tanpa diduga, rupanya tempat dimana rumahku berada memiliki lokasi sebagus ini. Sebagian besar arus lalu lintas sedang terburu-buru. Orang-orang pun terburu-buru. Kiri kanan gedung saling merapat dengan sebuah jalan di depannya. Dari kiri ke kanan, dari kanan ke kiri, orang-orang berkumpul dan menghilang dalam arus lalu lintas. Tidak seperti pandangan biasaku yang hanya mengamati layar computer yang tak pernah berubah.

    "U-uh, jalan tujuan kita ada di sebelah kiri peta~ dan, tampaknya, berada di sepanjang jalan di depan. Dan kemudian belok ke kanan...... Tuan?"

    "Eh? B...baiklah. Kurasa aku mengerti. Jadi, kemana berikutnya?"

    "Sudah kubilang, jalan tujuan kita ada di kiri! Setelah itu, belok ke kanan! Ada apa, Tuan, Kau agak linglung.......! Apakah mungkin kau terkena serangan panas!?"

    "Tidak, Kupikir bukan itu masalahnya. Tapi, aku merasa agak aneh...... Apakah tempat ini benar-benar sebuah swalayan?" Setidaknya, tidak ada yang sebesar ini dua tahun lalu . Terlalu berlebihan untuk pergi kesini kalau hanya ingin membeli elektronik biasa.

    "Benar juga. Mhm~ dan...... , di halaman situsnya tertulis, ' Swalayan lingkungan anda! Menjual segala barang mulai dari furnitur, elektronik, hingga persediaan dapur'. ......Ah! Tapi tampaknya penjualan ini baru dibangun musim semi ini."

    "Huh...... ya sudah. Aku tidak tahu alasannya, tapi kenapa di tempat seperti ini......?"

    "Mmm. Tapi bukankah perkembangan di sini dan di daerah sekitarnya tampak maju lebih pesat akhir-akhir ini? Rumah sakit besar yang baru kudatangi ada di sini, setelah sekolah baru..... Dan tampaknya ada sebuah perpustakaan besar di seberang sana. Dan semuanya dibangun sekaligus sejak akhir tahun lalu hingga tahun ini!"

    "Mereka sudah melakukan sebanyak itu?! Sepertinya tempat ini benar-benar berubah..... Oh, apakah ini jalan utama?"

    Ketika keluar dari jalan, panorama kota terbuka sekaligus. Baliho dengan iklan, pohon-pohon yang berjajar di jalan, restoran di gedung perkantoran, siswa-siswa mengenakan seragam, seorang pekerja kantor meminta maaf untuk alasan yang tidak diketahui, ponsel di tangan. Mereka semua memancarkan kebisingan, kebisingan, dan kebisingan. Aku tidak bisa melakukan apapun kecuali mengalami kepusingan akibat berbagai informasi yang kuperoleh.

    "Whoa ...... Melakukan hal seperti ini memang mustahil. Haruskah kita kembali? Baiklah, ayo kita kembali."

    "Sepertinya ada banyak orang di sini. Jadi, inikah kekuatan Festival Obon? Ayo kita berjuang!"

    "Kau pasti tidak mendengarku...... Ah~ Sudah mulai banyak orang di sini......"

    Rasanya agak damai berjalan di bawah naungan pohon-pohon di pinggir jalan. Trotoar ini baru saja dibangun dari jalur sebelumnya. Namun, berjalan menyusuri jalan, datang dan perginya orang-orang dan mobil menyebabkan suhu tubuhku meningkat tinggi. Sambil mengeluh dengan suara lirih saat aku berjalan menyusuri jalan, aku mendekati persimpangan besar.

    "Semenjak Tuan meninggalkan rumah, kau sudah sangat mengganggu dengan berkata 'aku akan mati~ aku akan mati~'. Bersabarlah sedikit!"

    "Kau...... Ah sudahlah, Tidak ada gunanya berbicara denganmu, aku tidak ingin membuang-buang tenagaku. Oh, ini hijau, kan? Apakah kita menyeberang......?"

    Aku menyeberang ketika lampu lalu lintas di persimpangan berubah menjadi hijau dan melihat taman kecil di depan dengan ayunan, hutan pipa, dan air mancur. Jika tidak ada anak-anak, mungkin aku tidak akan ragu untuk mencoba beberapa peralatan bermain itu. Berjalan lurus dari sana, masih bernaung di bawah pohon-pohon di pinggir jalan sampai sekarang, mataku melihat sebuah swalayan besar dengan papan iklan besar di atas gedung di sisi kanan yang baru saja muncul dan masih nampak kecil.

    I-ini jauh lebih besar daripada yang kukira......! Aku tidak yakin aku bisa melakukan ini......"

    "Tampaknya swalayan ini adalah yang terbesar di kawasan ini! Kalau sudah di sana, bagaimana kalau kita melihat-lihat baju?"

    "Bodoh. Bukankah kubilang 'Kita hanya akan keluar untuk hari ini’? Ini omong kosong, aku sudah sakit dan lelah dengan teriknya dunia ini."

    "Begitukah~? Kalau memang begitu, jika Tuan tidak bersedia untuk membeli pakaian, maka ketika kita kembali aku akan menyarankan tempat ini 119 kali!"

    "Memangnya aku manusia purba? Setidaknya aku juga beli baju! Bodoh!"

    "Oh, jadi nanti kita bakal beli?"

    "Y, yah...... Kapan pun selain hari ini tidak masalah......"

    Setelah mengatakan hal itu, aku mendengar tawa "Pukkuku......". Aku merasa wajahku memerah lalu aku meletakkan ponsel ke dalam saku.

    "Uwaa! Cuma bercanda, Tuan! Ayo kita kembali lagi lain kali, ya?" Sebuah suara terdengar dari sakuku. Tapi sepertinya aku tidak bisa mendengar apa-apa dari sana.

    "Lain kali......" Gumamku.

    Melanjutkan perjalanan menuju tanah papan iklan, sekali lagi dua jalan bertemu untuk membentuk persimpangan besar. Melalui celah di deretan bangunan, di sisi lain dari persimpangan, swalayan itu terlihat.

    Setelah melihat keseluruhan bangunannya, satu-satunya kata yang terlintas di pikiranku adalah "besar".
    Meskipun aku tidak tahu seluas apa yang ada di bawah tanah, disini terlihat lapangan tenis dan tempat parkir yang besar, diisi sampai penuh karena aliran konstan lalu lintas dari jalan utama dan terus berputar, dengan berbagai warna mobil pada sisi berlawanan. Swalayan yang sepertinya memiliki lebih dari sepuluh lantai ini memiliki dua bangunan terpisah yang dihubungkan oleh sebuah lintasan berbentuk lengkung pada setiap beberapa lantai.

    "Ini luar biasa...... Bagaimana mereka mampu menyelesaikan bangunan seperti itu hanya dalam waktu dua tahun......?"

    "Oh! Kita sudah sampai? Hei, Tuan~!?"

    "Kita masih harus menyeberang persimpangan. Kita belum sampai."

    "Aku juga ingin lihat! Tolong, tuan~!"

    " Ahh , diam! Aku mengerti, aku mengerti!" Terlalu berisik untuk diacuhkan, aku pun berteriak. Karena tidak kuat menahannya, aku mengeluarkan ponselku dari saku belakang, sambil menunjuk kamera kearah swalayan.

    "Uwaa ...... ! Memang luar biasa! Bangunan itu terlihat seperti kastil!"

    "Yah, mengingat berapa lama waktu bagi kita untuk sampai ke sini , ia memang terasa seperti kastil."

    "Huh ....... Ah! Aku lihat ada taman hiburan di atap! Ayo ke sana!"
    Sambil menggerutu, aku mengaktifkan fungsi getar, mengungkapkan tekanan yang kudapat dan ketegangan yang meningkat.

    "Tidak akan! kita takkan pergi! Bahkan jika kita pergi ke tempat seperti itu, kau tidak akan bisa berbuat apa-apa......"

    "Oof......"

    Vrrhh vrrhh. Seperti yang kuharapkan, ponselku berhenti bergetar, aku menerima pesan, hanya nada dering yang keluar. Tentu saja, karena tidak ada orang lain yang akan mengirimiku pesan, pastilah itu ulah orang ini.

    "......? Apa itu?"
    Aku melihat ponsel untuk melihainya. Sambil menatapku, tergambar ekspresi keras di wajahnya. Serangan tatapan bergetar yang tidak biasa.

    "Tuan benar-benar tidak adil! Aku juga punya tempat yang ingin kulihat!"

    "Hah? Jadi kau masih ingin pergi meskipun kau tidak bisa menaiki satupun wahana ... Apanya yang menyenangkan!? Bukankah itu membosankan?"

    "...... Hmph! Sudah cukup! Kau bisa pergi berbelanja sendirian... atau kau akan menaiki wahana yang menyenangkan di merry- go-round!"

    "Aku tidak akan menaikinya, paham......?"

    Untuk sesaat aku berpikir ia memelototiku sebelum layar terbelah jadi dua dan ponsel kehilangan dayanya. Layar waktu belum hilang, apakah ponsel ini sedang dalam mode hemat daya? Terlepas dari itu, layar menjadi gelap gulita dan suara menghilang.

    "Oi! Ada apa, o-i......"

    Ponselku berdengung saat aku menggoyangkannya, sambil menekan tombol dengan paksa, tidak ada bagian tertentu selain tampilan waktu yang berubah, setiap detik aku diberitahu berlalunya waktu.
    Saat ini adalah pukul 12:30 di siang hari.

    "Apa, apa...... aku tidak mengerti apa maksudnya ini...... -Ah!"

    Tepat saat kami melintasi persimpangan, seseorang menabrakku sehingga aku berhenti di dekat pintu masuk ke swalayan.

    "Ah, wah, maa---"

    Aku mengangkat wajahku, dan tiba-tiba aku melihat "mata"nya...... Untuk sesaat, waktu seolah berhenti.

    Meskipun itu adalah hari yang sangat panas, ia mengenakan jaket ungu muda lengan panjang. Pandangannya nyaris menyembul dari bawah tudung tebal yang menepi kepalanya. Ia tampak sangat dingin, seolah-olah ia sebuah patung. Itulah ekspresi yang tergambar di wajahnya.

    Aku tidak bisa melihatnya, ia memiliki hawa bagaikan seseorang yang kau harus hindari dengan segala cara. Caranya memandangku membuatku merasa tidak enak, keringat mengalir dari tubuhku.

    "Uhh...... emm...... err... m-maaf-"

    Aku yakin setiap upaya untuk berkomunikasi dengannya dijamin gagal, kegugupanku terlihat jelas sampai-sampai aku menurunkan kepalaku untuk meminta maaf. Ini sudah tidak berguna. Ia akan menyakitiku. Ibu, terima kasih untuk semua yang telah kau berikan hingga sekarang. Setidaknya itulah yang ia inginkan.

    "... Tidak apa-apa, jangan khawatir. Itu salahku."
     
    Last edited: 21 February 2014
  7. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Kagerou Days II (Hari-hari kabut panas II)
    Aku melihat mimpi yang mengerikan dan tidak menyenangkan. Sebuah mimpi di mana kau menghilang tepat di depan mataku.
    Aku telah melihat mimpi ini lagi dan lagi.
    Ini semua mimpi yang kulihat kemarin.

    Aku tidak tahu berapa kali mimpi itu muncul hari ini.
    Aku tidak tahu berapa kali mimpi itu muncul kemarin.

    Aku tidak tahu berapa kali sudah kita berbicara di taman ini.
    Ini mungkin pertama kalinya untukmu tetapi aku tidak tahu berapa kali sudah ini terjadi padaku.
    Aku juga sudah membicarakan hal ini denganmu sebelumnya.
    Aku sudah membicarakannya denganmu berkali-kali.
    Dan setiap kali pula, kau mempercayaiku.
    Kau benar-benar khawatir tentang hal itu.

    Tapi selalu saja, pada akhirnya kau akan selalu mati.
    Setiap kali kukatakan padamu tentang hal itu, kau akan khawatir dan membuat wajah sedih.
    Itulah mengapa aku memutuskan, untuk tidak memberitahumu lagi.

    Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah tidak apa-apa.
    Dan aku mulai agak menyukai saat-saat di mana kita akan berbicara di taman.

    Tidak apa-apa selama aku bisa mendengarmu berbicara.
    Meskipun, karena kau akan membicarakan tentang hal yang sama setiap kali, aku sudah ingat setiap huruf dan setiap kata yang akan kau ucapkan.
    Meskipun begitu, tidak apa-apa.
    Tidak apa-apa karena semua yang kuinginkan adalah untukmu tetap dapat berbicara.

    Disaat di mana aku mendengarkan suaramu, aku merasa nyaman tanpa mendengar suara jangkrik yang berisik ini.
    Karena aku hanya bisa mendengar suaramu.

    Ketika kita melihat jam, waktu menujukkan pukul 12:30.

    "Haruskah kita segera pulang?"

    Ketika aku memegang tanganmu, wajahmu merona sambil menggenggam tanganku.
    Pada akhirnya kau memang benar-benar menjijikkan, ya......
    Itulah sebabnya kenapa kau tidak populer.

    Nah, sekarang sudah waktunya jadi akan kuserahkan semuanya disini.
    Terima kasih untuk segalanya, Hibiya.

    Seperti yang kukira, jangkrik yang berisik,
    berdirinya, sang kabut panas bergoyang

    ......dan musim panas, aku benar-benar membenci mereka.
    - Saat aku mendongak, tiang besi turun di depan mataku dengan seketika.
     
    Last edited: 22 February 2014
  8. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Kisaragi Attention (Perhatian Kisaragi) (Part 1)
    " Oh, selamat pagi, Momo-chan! Kau cantik lagi hari ini!"

    "Ya... ahaha..."

    Sambil membungkuk sedikit, aku melaluinya dengan terburu-buru. Dengan begini, ini adalah yang ketiga puluh tujuh kalinya.

    Jika aku menggunakan jalan yang sebagian besar siswa gunakan untuk sampai ke sekolah, aku pasti akan lebih menghemat waktu, tetapi menyimpang dari jalur tersebut, aku berjalan melalui distrik perbelanjaan yang sepi, di mana tidak begitu banyak orang di pagi ini. Pada saat ketika tidak ada toko-toko yang sudah buka, pembeli tidak akan melihat apapun, atau memang begitu seharusnya, tapi distrik perbelanjaan ini secara perlahan mulai semakin ramai. Dari toko tempatku berjalan, orang-orang muncul tiba-tiba satu per satu, seolah-olah bersamaan, langsung memulai berbagai percakapan denganku.

    "Oh, Momo-chan! Apa kau menuju ke sekolah? Pasti sulit, harus pergi sekolah di saat liburan musim panas!"

    "U-umm... ya, itu benar... haha..."

    Tiga puluh delapan kali.

    Setelah dengan canggung menyapa pedagang sayur yang tiba-tiba muncul entah dari mana, aku menghadap ke depan untuk melihat jalan-jalan yang akhirnya mulai dipenuhi orang-orang.

    "Cih...!"

    Aku ragu sejenak, tapi aku sudah hampir kehabisan waktu. Merunduk di bawah rana di samping pedagang sayur, lalu berbelok ke kanan di toko obat itu, aku melarikan diri ke jalur yang lebih kecil.

    Setengah berlari, Aku melirik jam tanganku.
    Dengan begini, aku cukup beruntung untuk hari ini.
    Jika hari ini adalah hari yang buruk, mungkin saat ini aku sudah berlari kembali ke rumahku.
    Masih ada kemungkinan untukku bisa melewati gerbang sekolah sebelum mereka menutupnya hari ini.

    Aku meningkatkan kecepatan secara spontan, dan ketika aku sampai di ujung pertigaan, aku berbelok ke kanan. Pada saat itu , aku menyadari sebuah kehadiran di pikiranku.

    Di halte bus tepat di depanku, mungkin karena bus itu sedang tertunda, ada banyak sekali orang sampai-sampai dua bus tidak mampu untuk menampung mereka, terparkir berbaris. Seorang pria yang berdiri di belakang melihatku, dan ketika ia mengeluarkan suaranya,"mata" setiap orang secara bersamaan mengarah kepadaku.

    ...Gawat. Ini benar-benar buruk.
    Aku mengernyit saat mereka bersorak dalam satu paduan suara dan kebetulan akupun melihat ke jam yang tergantung di atas stasiun bus, wajahku mulai memucat saat aku mengetahui jam berapa sekarang.
    Mungkin jam tanganku kehabisan batrai, tapi aku benar-benar merasa seperti seolah-olah tidak ada waktu yang berlalu.
    Sebuah "uueee..." keluar diri dari mulutku, namun suaranya tenggelam oleh kicau keras dari jangkrik.
    ===================
    "Gaaah...! Sudah kuduga ..."

    Gerbang sekolah sudah ditutup, sangat rapat sehingga tidak ada satupun orang yang mungkin bisa melewatinya.
    Yah, jika ada cukup ruang bagi seseorang untuk melewatinya, maka sejak awal tidak ada artinya memiliki gerbang, sehingga dengan begitu, kurasa kau bisa mengatakan bahwa gerbang tersebut telah melakukan pekerjaannya dengan baik.

    Pukul 09:10 tanggal 14 Agustus.
    Aku telah mencoba untuk tepat waktu, tetapi pada akhirnya masih sangat terlambat bahkan untuk periode pertama pelajaran tambahan.
    Meskipun aku berhasil menghindari serangan dari orang-orang di halte bus, tetapi memang sudah dipastikan pada waktu itu kalau aku akan terlambat, mulai dari aku mengambil rute terpendek, jalan utama, putus asa, dan kemudian keberuntunganku telah habis.

    Di jalan, lagu yang kunyanyikan yang berjudul "Setiap orang menyukai masa muda", yah, judul lagunya memang tidak bisa diharapkan, tetapi lagu tersebut diputar dengar keras, dan poster untuk single baruku juga sedang tergantung.
    Selain itu, pada monitor raksasa terdapat PV yang berisi diriku yang sedang menari, mengenakan gaun dengan perhiasan yang tak terhitung jumlahnya, dan di kanan bawahnya terdapat toko rekaman yang meluncurkan CD rekaman tersebut, dan barisan panjang orang-orang yang menginginkan Produk Edisi Terbatas (posternya) sedang berantri di luarnya.

    "Jika aku tidak lewat pada saat itu, siapa yang tahu apa yang akan terjadi padamu sekarang..."
    Terparkir di luar sekolah, mobil manajerku hampir terasa seperti surga dengan AC-nya yang dihidupkan .

    Di kursi pengemudi di sampingku, seorang wanita dengan rambut pendek dan aura lelah seperti tampak baru pulang dari kerja, meskipun ini masih pagi, bersandar pada kursinya sambil mendesah.

    "M-maaf... t-tapi, kau tahu! Hari ini, yang terjadi adalah, um... busnya ditunda, sehingga para siswa...."

    Aku mencoba untuk mengabaikannya dengan isyarat tangan saya, tapi aku tertahan oleh napas datar; "Haaa..."

    " Yah, bukan berarti aku tidak mengerti perasaanmu... Aku tahu kau tidak suka terlalu mecolok dengan pergi ke sekolah menggunakan mobil."

    "Umm... ya..."

    "Aku ingin menghormati perasaanmu selama yang kubisa, tapi seperti yang diduga, mungkin sudah saatnya... aku berpikir kalau aku harus melakukan percakapan seperti ini denganmu cepat atau lambat..."

    Karena dia mulai berbicara dengan nada sesal, aku pun mulai merasa kalau aku harus minta maaf.

    Setelah beberapa detik keheningan berlalu, cepat-cepat aku menatap jam tanganku dan menyadari bahwa sudah hampir waktunya istirahat setelah periode pertama.

    "...Ah! Aku harus pergi...! Umm, aku akan menghubungimu nanti! Maaf!"

    Aku harus masuk ke sekolah sekarang, kalau tidak aku akan kehilangan pelajaran berikutnya juga.
    Setelah turun dari kursi penumpang, aku berbalik dan membungkuk sedikit ke arah mobil, dan melihat dia melambai padaku dengan senyuman yang mengatakan, ‘Wah, wah ...’
    Saat mobil mematikan lampu dan mulai berjalan, aku membungkuk padanya sekali lagi.

    Aku menuju pintu masuk fakultas dan staf di ujung gerbang yang menutup halaman sekolah dan bangunan utama . Karena perubahan suhu dari mobil dingin yang baru kumasuki, aku merasakan keringat mengumpul di dahiku. Masalahnya, berkeringat ataupun tidak, bagian belakang seragamku sudah menempel dengan punggungku gara-gara masalah tadi pagi, sudah pasti aku berkeringat banyak karena berlari di cuaca sepanas ini.
    Sungguh kacau. Aku hanya ingin pulang dan mandi.

    Ketika aku telah melewati pintu gerbang , lonceng mulai berbunyi.
    Uh oh. Setelah waktu istirahat 10 menit berakhir, periode kedua kelas tambahan akan dimulai.
    Sambil berlari kecil, aku mencapai pintu masuk ruang fakultas dan staf, dan menekan tombol interkom berbentuk kecil. Dalam beberapa detik, speaker kecil mulai berdering.
    Suara yang terdengar merupakan karakteristik dari sekolah, dan bunyi itu keluar dari sebuah speaker kecil, membuatku merasa seperti aku berada di semacam dimensi alternatif. Berpikir bahwa aku akan memasuki ruang ini dalam beberapa menit membuatku hampir depresi dari lubuk hatiku.

    "Ada yang bisa saya membantu?"

    "Ah, ya! Umm, saya adalah Kisaragi, kelas satu... saya terlambat di pelajaran tambahan saya, jadi saya ingin tahu apakah anda bisa mengizinkan saya untuk masuk..."

    Aku tidak tahu sudah berapa kali aku mendengar suara petugas wanita ini.
    Sudah empat bulan sejak aku mendaftar di sekolah ini, tapi sepertinya orang yang paling nyaman kuajak bicara adalah orang ini . Fakta bahwa percakapan melalui interkom mungkin benar-benar mencapai lebih dari 90% dari semua percakapan yang kulakukan. Dan nampaknya hal itu terasa menyakitkan di satu sisi.

    "Ah, Kisaragi. Kalau begitu, saya akan membuka pintu gerbang, jadi pergilah ke ruang guru."

    Fakta bahwa mereka tidak membutuhkan alasan-alasan, memarahi, atau meragukanku merupakan satu-satunya keselamatan bagiku.

    "Maaf... Terima kasih..."

    Dengan bunyi klik, kunci terbuka, dan aku mendorong pintu untuk memasuki lingkungan sekolah.
    Pintu tertutup secara alami di belakangku, dan terkunci sekali lagi dengan bunyi klik.
     
  9. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    reserved for
    • Kisaragi Attention (Perhatian Kisaragi) (Part 2)
     
  10. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    • Kagerou Days III (Hari-hari kabut panas III)
    Aku bertanya-tanya kapan sebenarnya ini bermula.
    Permulaan yang sebenarnya.

    Untuk mengerjakan tugas musim panas, seharusnya kami pergi ke rumah saudara Hiyori yang ada di pedesaan.
    Jika ingatanku benar, itulah yang seharusnya kita lakukan.

    Aku tidak begitu ingat nama orang berambut putih yang berada di rumah itu.
    Aku merasa kalau itu adalah sebuah nama yang sangat aneh.

    Yah, sebenarnya aku tidak bisa benar-benar berbicara tentang orang lain. Sebuah nama seperti Hibiya tentulah merupakan nama yang cukup aneh juga.

    Orang tinggi yang melakukan hal-hal atas kehendaknya sendiri.
    Mungkin aku harus bertanya pada Hiyori. Mungkin saja, dia mengingat namanya.

    Hanya saja, aku merasa seolah-olah aku telah menanyakan hal ini berkali-kali di masa lalu.
    Aku ingin tahu nama macam apa itu...... yah, terserahlah.

    Sekarang aku berpikir, aku penasaran kemana Hiyori pergi.
    Aku yakin kalau kami meninggalkan rumah bersama-sama.
    Apakah ada saat dimana kami sendirian seperti ini?
    Aku merasa sepertinya begitu, tapi di sisi lain aku merasa tidak pernah.

    Huh...... bahkan sekarang turun hujan.
    Ini mungkin yang pertama kalinya, kurasa......

    Di dalam mimpi yang terus berulang-ulang,
    hujan yang tidak prediksi oleh pengabar cuaca mengubah pemandangan kota.
    Suara-suara tangisan jangkrik yang begitu banyak,
    dan kabut panas berdiri pun, benar-benar tersembunyi di balik bayangan hari ini.
    "Hei ...... kau."
    "Ada apa?"
    "Apakah kau datang ke sini sendirian?"
    "Tidak...... aku datang dengan seorang teman, tapi kami terpisah."
    "Teman?"
    "Ya. Kami selalu bersama-sama. Tapi untuk beberapa alasan aku merasa seperti kami tidak akan dapat melihat satu sama lain hari ini......"
    "Aku mengerti. Apakah kau ingin bertemu 'dia'?"
    "...... Ya."
    "Aku mengerti. Kalau begitu semua akan baik-baik saja. Kau, dan juga dia, pasti akan......"
    "...... Kemana kau pergi?"
    "Aku tidak keberatan jika kau mengikutku, tapi apakah kau yakin tidak akan menyesal?"
    "Ya."
    "Kalau begitu ikutlah denganku. Orang-orang sepertimu , orang-orang yang akan membantu, pasti sudah menunggu."
    "Membantu......?"
    "Karena pasti ada sesuatu yang 'mata' mereka dan 'mata'mu bisa lihat......"
    "-Itu sebabnya, jangan pernah melupakan apa yang terjadi hari ini."
     
    Last edited: 23 February 2014
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page