Diskusi Manusia...

Discussion in 'Pojok Mikir' started by Flame-kun, 10 December 2013.

  1. Flame-kun

    Flame-kun 大蛇武錬葬! Staff Member

    529
    257
    148
    "Aku bukanlah kamu"
    "Dirimu bukan diriku"
    Karena itu, konflik pun terjadi...

    Selamat datang ke thread
    Humanity and its minds
    Being better than angel, or the worst of living being. It's up to you to decide.
    (menjadi lebih baik dari malaikat, atau menjadi makhluk hidup yang paling hina. Itu semua tergantung dirimu)
    I. Pendahuluan
    Tujuan gw membuat thread ini simpel:
    To liven things up here. Untuk membuat sesuatu di forum ini menjadi lebih hidup. Maka dari itu gw membuat satu thread diskusi yang gw harap

    Perbedaan penggunaan kata pada kalimat pembuka diatas sudah mencontohkan, bahwa setiap individunya manusia memiliki pola pikir yang berbeda. Bahkan walau ada manusia yang terlahir sebagai anak kembar, hal itu tidak menutupi adanya perbedaan pola pikir.

    Dalam perbedaan pola pikir yang kompleks ini, manusia tidak pernah lepas dari. Namun ditengah-tengah konflik itu, ada juga hubungan positif yang dapat terjalin antara manusia satu dengan manusia yang lain.

    Mari kita membahas apa saja yang terjadi di dunia manusia!

    II. Peraturan Diskusi
    1. Setiap user harus saling menghargai sesamanya, tidak perduli dia berasal dari kalangan mana.
    2. Tidak dilarang untuk mengambil sudut pandang dari sisi manapun; silahkan utarakan pendapat baik secara subjektif maupun objektif.
    3. Tanggung semua konsekuensi dari semua hal yang telah/akan anda tulis; silahkan memakai kata-kata kasar, tapi jangan heran kalau anda tiba-tiba tulisan anda dihapus atau akses anda ke forum ini dicabut oleh pihak yang berwenang. Atau silahkan menyindir, tapi jangan heran apabila ada pihak yang tersinggung atas apa yang telah anda tulis.
    3. Dilarang menyerang user yang terlibat dalam debat ini dengan alasan apapun. Kalau mau menyerang, serang saja postingannya.
    4. SAYA SEBAGAI TS TIDAK PERNAH DAN TIDAK AKAN MENTOLERIR SEGALA PERBUATAN YANG BERSIFAT MENYERANG USER LAIN YANG TERLIBAT DALAM THREAD INI, BAIK KONTAK CYBER MAUPUN KONTAK NYATA.
    5. Dilarang membuat tulisan yang berpotensi untuk membawa diskusi yang sedang berjalan keluar jalur. Bila dirasa salah satu topik diskusi yang sedang dibahas mencapai titik jenuh dan/atau sudah berakhir, silahkan membuka topik baru dengan persetujuan semua pihak yang mengikuti diskusi bersangkutan.
    6. Bagi para pihak yang berwenang, silahkan tutup/delete thread ini bila dirasa tidak pantas untuk membahas soal ini. Terima kasih sebelumnya...

    III. Bahasan Diskusi
    Anything. Selama itu melibatkan manusia, mengapa tidak?

    Isu yang lagi rame sekarang apa nih? Silahkan dibuka. Saya hanya menyediakan pelatuknya saja (~._.)~
     
    Last edited: 10 December 2013
    Dejiko likes this.
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    reserved for make a topic
    -----------------------------------

    di setiap kota, terutama di kota-kota besar, tidak jarang kita melihat di pinggir pinggir jalan terdapat pengemis. sebagian dari kita mungkin masih sering memberi sedekah kepada pengemis-pengemis itu. tapi tahukah kamu tentang permainan pengemis? sudahkah kamu mendengar tentang seseorang yang menjadi kaya dari hasil mengemis? tidak percaya? mari kita analisa

    asumsikan pengemis mulai turun ke jalan raya mulai pukul 7 pagi hingga 7 malam. berarti 10 jam. dikurangi waktu istirahat 1 jam jadi 9 jam. lampu merah sekali per menit. jika 1 kali lampu merah dapat paling kecil 1000. berarti 1 jam bisa dapat 60.000. dikali 9 jam menjadi 540.000 per hari. jika ia melakukannya selama 1 bulan atau 30 hari maka ia memperoleh 16.200.000/bulan nya. tertarik?

    maka dari itu pemprov DKI memberlakukan sebuah aturan baru. Larangan memberi uang kepada pengemis terdapat dalam Pasal 40 Perda DKI Jakarta No 8/2007 tentang Ketertiban Umum. Warga yang memberi uang bisa dikenai tindak pidana ringan (tipiring). Perda ini tidak mengatur adanya sanksi sosial untuk pelanggarnya. Dalam perda dicantumkan denda mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 20 juta atau penjara selama 1 tahun hingga 5 tahun. ancaman yang sama diberlakukan untuk pengemis itu sendiri.

    saya tidak mengatakan memberi sedekah itu salah. semua itu balik kepada diri anda sendiri.
     
    Last edited: 10 December 2013
  3. mimong

    mimong Member

    473
    140
    123
    Pengemis ya...
    Ini pendapat pribadi saya, dan apa yang saya pikirkan. Yah

    Intinya ngemis itu "Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit kan?" lol
    Coba saja kalian minta ke teman-teman kalian recehan, satu kelas aja udah dapet berapa hehehe (lumayan buat jajan :D)
    oke, basa-basi.

    Kalo dihadapkan dengan seorang pengemis, ada semacam dilema (ceilah) yang muncul. Pertama, rasa iba. Kedua, pemikiran berlogika yang menganggap pekerjaan seperti mengemis itu malas. Dengan ngemis aja bisa kaya sekarang...
    Kalau saya sih biasanya lihat-lihat dulu. Kalo pengemisnya itu masih muda (setidaknya masih mampu untuk bekerja) saya ada rasa enggan untuk memberi. Kalau misal sudah tua renta saya biasa kasih, toh gak ada salahnya ngasih recehan.

    Ini sih di daerah saya (walau daerah lain juga mungkin banyak). Katanya pengemis di perempatan dekat kampus saya pernah dikasih tawaran sama pemilik warung di sekitar situ. "Daripada ngemis, mending kerja sama saya saja," katanya.
    Tapi pengemis itu menolak dan tetap memilih untuk mengemis.

    Kalo kayak gini, rasanya mereka udah nyaman sama ngemis
    "Cuma menengadahkan tangan, pasang muka melas, dapet duit. Gampang kan?"

    Emang sih setelah faktanya terungkap, muncul perasaan, "Pengemis aja lebih kaya dari aku, bahkan hape mereka lebih bagus" (serius, duh). Tapi terkadang juga mikir, "Gak semua pengemis seperti itu."
    Bisa jadi beberapa diantara dari mereka memang miskin, dan sedang terdesak...entahlah.

    Yang aku miris itu kalo sampe ada anak-anak yang ikutan ngemis. Mereka udah dari kecil di didik untuk cari uang. Aku juga mikir, mereka mau jadi apa entar?
    Mungkin kalian udah pada dengar... pengemis-pengemis pun punya macam organisasi terstrukturnya, jadi ada semacam juragannya... Para pengemis disebar, lalu uang yang mereka dapatkan diberikan ke juragannya itu.
    Lebih miris ini sih, soalnya pengemisnya pun bisa jadi gak dibagi hasil uang yang terkumpul tadi, terlebih anak-anak yang lemah.

    Tapi bingungnya lagi, kadang anak-anak yang aku lihat ngemis, uangnya buat beli jajan yang mahal-mahal ahahaha :rofl:

    orz
    Yah lebih baik sih, sedekah sama yang pasti membutuhkan. Kayak panti asuhan, panti jompo, atau sekolah-sekolah yang butuh dana untuk memperbaiki sekolahnya, pembangunan masjid (itung-itung amal jariyah gan)
    Kalo pengemis sekarang udah banyak bohongnya nih....
     
  4. TheWizard

    TheWizard Audiophile

    201
    56
    73
    Pengemis?
    gw anggep sebagai makhluk hina

    Toh kalo udah tua diambil sama pemerintah kasih ke panti jompo (sekolah gw deket panti jompo). Kalo masih bapak'' bukan ngemis lagi malah MALAK.

    Tapi kalo masih anak-anak..
    Miris sih, udah ada pendidikan MURAH (bukan gratis lho ya). Kok tetep aja disuruh ngemis.

    Saran aja, kalo ngasih sumbangan langsung ke yayasan(yang terpercaya) aja. Biar jelas dananya ngalir kemana.
     
  5. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    Jika kalian iba pada pengemis, jangan berikan uang kepada pengemis. Berikan makanan.
     
  6. Ame

    Ame Member

    168
    5
    63
    Tergantung

    Kalau dia cacat (anggota gerak ga lengkap, biasanya cuman pake roda2 kalo jalan), ga ada salahnya dikasih uang.
    Kalau dia masih kuat, dewasa, ga perlu dikasih
    Kalau dia anak-anak.. & kita kebetulan lagi megang jajan ya kasih sebagian jajanan, klo uang menurutku ga perlu, takutnya uang dari hasil ngemis disalahgunakan, soalnya pernah dapat info kalo uangnya dipakai untuk beli 'sesuatu' yang mirip seperti sabu-sabu (narkoba) yang asapnya bikin mabok & ketagihan.. hanya 'sesuatu' itu lebih murah dan biasa kita pakai sehari-hari, pasti tau 'sesuatu' itu apakan?
    Hohoho..
    Betul kata diatas saya, lebih baik berikan makanan.
     
    Last edited: 12 December 2013
  7. tomynight

    tomynight User

    3
    2
    86
    kadang kita harus lebih cuek untuk menilai pengemis, ga perlu banyak tau tentang liku2, trik dan seluk beluk kehidupan mereka, beramal ya beramal aja, kita hanya cukup percaya dan merasa iba terhadap apa yang kita lihat, abaikan aja kecurigaan, itu hanya akan menekan kita untuk menyalurkan dan mengapresiasikan rasa berderma kita sebagai sesama manusia, perkara mereka hanya berpura2 mengemis biar kita serahkan saja urusan yang satu itu pada Tuhan,bukankah kita masih percaya pada Tuhan, dan niat kita berderma juga adalah untuk mendapatkan perhatian dan belas kasih dari Tuhan.

    jangan sampe juga gara2 kelakuan pengemis yang negatif seperti itu, berimbas pada diri kita yang membuat kita jadi kikir, awalnya curiga tapi lama2 tanpa disadari kita menjadi lebih kikir dan semakin enggan untuk bersedekah karena setiap kali ingin bersedekah selalu dihantui dengan rasa curiga
     

Share This Page