Diskusi Macet?

Discussion in 'Pojok Mikir' started by Sheratan, 14 March 2013.

  1. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    Beberapa dari kalian pasti udah dengar berita soal sayembara 100 juta Jasa Marga.

    Bagi yang belum dengar, silahkan cek link ini dan link ini

    Nah, gw penasaran. Bagi kalian yang tinggal di/sekitar Jakarta, kira-kira menurut kalian solusi dari masalah macet ini apa sih?

    Bagi yang tinggal di luar Jakarta, bagaimana pendapatmu mengenai kemacetan di Jakarta? Bagaimana perasaanmu saat terkena macet di Jakarta?

    Kalau bagi gw yak, solusi macet di Jakarta hanya ada 1:
    Pindahkan Ibukota dari Jakarta.

    Nah menurut kalian? Ini bukan soal hanya di Jalan Tol dalam kota yak. :p
     
  2. kirishima

    kirishima Member

    448
    38
    108
    jakarta sudah terlalu padat memang,
    tapi yang utama : sistem transportasinya masih jelek, harusnya pakai transportasi massal, memang udah ada sih transjakarta ama kopaja(?),
    tapi ada 1 masalah : orang2 banyak yang pakai kendaraan pribadi misal mobil, trus yang ngisi cuma 1 dibwa sendiri, harusnya ada peraturan, kalo bawa mobil, penumpang harus penuh
    1: mahalin harga bbm naikin 400% sekalian . biar mikir2 kalo mau pake sepeda motor, bakal kere langsung, * pengecualian kendaraan transportasi umum
    2: 1 keluarga 1 mobil, kalo dipake keluar, isinya ga boleh 1 doang
    3: peraturan lalu lintas yang strict kayak di singapura, sekali melanggar, cabut ijin mengemudinya, ga boleh bawa kendaraan lagi
    4: usir PKL PKL yang makan badan jalan
    5: transportasi massal yang nyaman murah dan aman, mungkin trem bisa diterapkan. disurabaya mau dibuat loh, udah ada plannya , entah kapan mulainya
    pokoknya gimana gimana caranya masyaakat lebih tertarik pakai transportasi massal dari pada bawa kendaraan sendiri
     
  3. Flame-kun

    Flame-kun 大蛇武錬葬! Staff Member

    529
    257
    148
    Ibukota Indonesia emang harusnya jangan Jakarta.

    Kesampingkanlah masalah macet; masih ada masalah banjir tahunan yang tahun ini lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya.

    Soal banjir itu dibahas di tempat lain aja ya :p. Sekarang kita bahas soal kemacetan di Jakarta. Teehee~

    Diatas kan udah dijelasin ya, mobilnya makin banyak tapi jalannya ya segitu-segitu aja. Mau dimodifikasi juga udah nggak bisa. Modifikasi jalan di Jakarta secara keseluruhan ya berarti modifikasi tata kota secara keseluruhan juga.

    Solusinya untuk sekarang ya itu tadi, mengurangi jumlah pemakai kendaraan bermotor dan menghimbau warga untuk memakai kendaraan umum.

    Kemudian bisa anda lihat sendiri, bagaimana angkutan umum itu bertingkah.

    Liat ada angkutan umum lain didepan, langsung tancap gas berharap ingin menyusul. Jelas ini membahayakan keselamatan penumpang. Ya bagus kalau nggak terjadi apa-apa. Gimana kalau sh*t happens?

    Terus ngetem dimana aja. Di pinggir jalan yang udah tahu itu jalan sempit masih ngetem disitu. Akibatnya ya macet juga jadinya...

    Udah gitu tiap ngetem pasti lama. Kalau lagi hoki iya cepet penuhnya. Kalau lagi apes? Bisa 1/2 jam sendiri nungguin ntu angkot.

    Karena kejadian diatas itulah muncul pendapat seperti ini:
    "Menunggu angkutan umum hanya menghabiskan waktu secara percuma, mengapa tidak membawa kendaraan sendiri saja?"

    Kalau mau sekalian bahas soal kepadatan penduduk di Jakarta, gw sih hanya berpendapat untuk menggusur bangunan yang ada di lahan resapan air dan mendeportasi secara paksa mereka yang tiduran di jalanan. Ongkos? Gak bakalan lebih dari seratus ribu lah. One-way ticket is enough for all.

    ----

    Okeh, itu buat yang jalan umum. Kalau buat jalan tol, solusinya sudah ada diatas (mengurangi jumlah pemakai kendaraan bermotor)
     
  4. Odahviing

    Odahviing Member

    523
    22
    73
    Jakarta sebenarnya kota Ember

    dibangun dengan "sangat" tidak teratur...

    bandingin aja ama daerah sekitar Tangerang seperti BSD atau gk banteran Bintaro

    kalau soal seharusnya kita pindah ibukota sepertinya kurang memungkinkan,soalnya lambang kejayaan yang dibangun oleh Bung Karno diatas tangisan dan keringat krisis monter 1970-an"Tugu Monas" jadi apa?,masalahnya bukan di "Monas" nya lho,tapi nilai historisnya

    dan Jakarta dulu juga punya banyak alasan buat dijadikan ibukota pada awalnya,(toh ibukota sempet di Yogya dulunya)
    tapi yah kesana-sana pembangunannya tidak terkontrol...

    dan jangan salah.. dulu Jakarta itu disebut "Vanesia dari Timur" saking indahnya kota tersebut,tapi yah kesana-sana makin gk kekontrol yah jadinya begitu deh..

    semua faktor mempengaruhi

    tapi paling jelas menurut gw Jakarta dibikin kayak Water Seven saja sudah lol
     
  5. seis_fleur

    seis_fleur nomor absen 12 Staff Member

    2.118
    705
    258
    dan masalah itu juga ya gara-gara angkot dah kebanyakan, sama aja kayak kendaraan bermotor yg dah banyak :yaoming:
    kenapa pengen ngebut nyusul? karena udah ada yang narik setoran di depan
    kenapa ngetem? biar ga terlalu mepet ama yg uda narik setoran di depan, dan ga tau jg nanti di jalan dapet penumpang apa ngga
    sebenernya bisa diselesaiin kalo yang mau naik banyak sih. Kalo dah tau yg mau naek bakalan banyak, ga perlu ngetem lama juga kan tuh angkot.

    jangankan angkot, Transjakarta aja bisa sejam kali nunggu nya. Mungkin lebih bagus dikasih jadwal, tapi mengingat banyak yg ngebajak jalur busway jadi kalo jalanan macet, transjakarta juga macet, dan meniadakan salah satu manfaat busway :yaoming:

    miris ane pernah liat ambulans susah lewat buat macet, mobil pribadi enak-enak aja lewat jalur busway
    well walo pake jalur busway macet jg sih lol
     
  6. Flame-kun

    Flame-kun 大蛇武錬葬! Staff Member

    529
    257
    148
    Ya ngetem mah ngetem aja, tapi setidaknya jangan ganggu lalu lintas atuh say~

    Nah, kalau kasusny udah melibatkan ambulans itu udah termasuk fatal. Kalau kyk gitu kan kelihatan kualitas kotanya seperti apa dalam hal penanganan kesehatan.
     
  7. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    400%? Program mobil pribadi wajib pertamax aja gitu... o_O
     
  8. TheWizard

    TheWizard Audiophile

    201
    56
    73
    1. Okey, efektif. Berarti dengan ini pajak kendaraan juga dinaikkan dengan angka yang mencekik. Mungkin efek awal akan demo sono sini. Tapi dengan begini juga mengurangi polusi
    2. Kalau memang begitu, kenapa nggak lebih baik 'Kendaraan Pribadi Terjadwal'. Jadi Kendaraan pribadi dengan nomor x - sekian boleh keluar hari senin, yang lain hari selasa, dan seterusnya.
    3. Ini yang susah. Tau lah 'oknum' yang cuma suka '50k'. Mustinya pakai kamera pengawas bersensor. Jadi setiap kendaraan 'LEGAL' yang lewat, akan di sensor apakah melanggar atau tidak. Dan yang 'TIDAK LEGAL' langsung deh ketahuan.
    4. Ini tindakan yang salah kaprah. Dengan mengusir mereka Kota Jakarta jadi hanya terkesan 'kota'. Bolehkan mereka berjualan tapi dengan catatan 'Saat Malam Hari'. Mereka pun perlu uang untuk mencukupi kebutuhan.
    5. Dana darimana... Arsitek dari mana... Denah planning kota dimana... [tau sendirilah]

    Jangan cuma mobil, tapi semua kendaraan pribadi. Toh biar sekalian mengurangi trek-trekan liar.

    Ada juga penyebab kemacetan sih. Jalan yang tidak rata akibat pembangunan drainase yang berada DIBAWAH jalan. Kenapa coba bangunnya nggak di bawah tempat pejalan kaki. Ini malah di tengah jalan sehingga membuat jalan tidak rata.
     
  9. Odahviing

    Odahviing Member

    523
    22
    73
    Gatot Koco nyediain jasa service bidang transportasi tidak yah? :rolleyes:
     

Share This Page