Share Kisah Nyata

Discussion in 'Tulisan' started by Dejiko, 14 December 2013.

  1. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    Kisah Nyata

    Disclaimer:

    Kisah Nyata © Dejiko

    Genre :

    Suspense, Humor

    Rated :

    M

    Kali ini saya akan bercerita tentang kisah nyata yang benar2 terjadi pada saya. Kalian boleh percaya ataupun tidak. Itu semua tergantung anda sendiri. Tapi saya cuma mengatakan bahwa apa yang saya tulis atau yang akan anda baca ini BENAR-BENAR NYATA dan BENAR-BENAR TERJADI pada saya.

    Selamat membaca

    Waktu menunjukan pukul 2 malam. Saya sedang berjalan di samping jalan raya yang sepi sambil menggendong tas ransel di punggung. Sangat sedih mengingat uang tinggal sedikit dan persediaan makanan dan minuman juga tinggal sangat sedikit. Apa yang sedang saya lakukan?

    Di malam itu saya berjalan menempuh kegelapan malam dan dinginnya udara pada saat itu. Berfikir bagaimanapun seolah2 tidak ada lagi tujuan untuk pergi atau kembali. Berjalan seperti ini serasa berjalan di atas jembatan kematian tak berujung. Hanya menunggu waktu sampai perjalanan hidup ini berakhir dan berlanjut ke kehidupan yang lebih abadi. Tetapi daripada hanya berdiam diri seperti patung, lebih baik berjalan sambil berharap akan ada mukjizat yang datang. "apa aku akan terus seperti ini? Kalau begini terus bisa2 aku akan menjadi seperti gelandangan yang sering kutemui" hal itulah yang saya pikirkan saat ini.

    Ketika berjalan, tidak sengaja saya melewati sebuah rumah yang lampunya masih menyala. Tapi itu bukan rumah melainkan sebuah penginapan. Penginapan tersebut cukup luas dengan 2 lantai. Tetapi yang membuatnya terlihat luas karena memanjang kebelakang. Di teras penginapan ada 2 orang perempuan muda yang sedang mengobrol. Mereka berpakaian mewah namun minim. "pakaian mereka hampir sama seperti model majalah yang dulu pernah kubaca" pikir saya. Ketika saya melewati penginapan tersebut salah seorang perempuan terus memperhatikan saya. Dan tanpa sengaja juga saya terus melihat kearah perempuan tersebut. Kalau diperhatikan sepertinya mereka masih muda walaupun tentu lebih tua dari saya. Mungkin sekitar 20-22 tahun. Tiba-tiba perempuan yang melihat kearah saya itu menghampiri saya. Karena tahu sedang didatangi saya berhenti melangkah.

    "Hai, malam-malam gini mau kemana?" ia langsung bertanya setelah menyapa. Rupanya perempuan ini tingginya sama dengan saya. "Entahlah. Aku juga tidak tahu" jawab saya dingin. "Gak punya tempat tinggal? Gembel donk loe" lalu ia tertawa sendiri. "Mungkin iya" setelah itu saya berniat pergi namun ia menahan tangan saya. "Tunggu. Mau masuk gak?" "Aku gak punya uang" "Mau kerja gak?" sejenak saya berfikir. Mungkin yang sekarang saya butuhkan ialah pekerjaan. Dengan begitu saya dapat tetap bertahan hidup. Mungkin pekerjaan di penginapan tidak begitu buruk. "Kalau mau ayo masuk" perempuan itu mengajak saya masuk.

    Saya menerima tawaran perempuan tersebut dan mengikutinya masuk kedalam penginapan. Pertama melewati lobby lalu naik ke lantai 2. Perempuan itu membawa saya kedepan sebuah kamar. Ia mengetuk pintu kamar sambil memanggil "Mama! Mamaa!". Tidak lama kemudian seseorang di balik pintu membukakan pintu. Yaitu seorang ibu-ibu bertubuh gendut dan besar tapi tingginya hampir sama seperti anaknya yang otomatis juga hampir sama seperti saya. Hanya saja lebih tinggi sedikit. "Ada apa nak. Kamu gak liat ya mama ini lagi melayani tamu" mendengar hal itu otak saya sempat menampilkan gambar yang aneh-aneh. Tapi hal itu saya coba tanggapi secara wajar. "Ma, coba liat siapa yang ku bawa. Katanya dia mau kerja disini lho,ma" Ibu-ibu yang ia panggil mama itu langsung melihat kearah saya. Raut wajahnya berubah menjadi senang. "Eh,tunggu sebentar ya" ia menutup pintu kembali. Mungkin hendak berpakaian karena sepertinya tadi ia tidak mengenakan pakaian. Perempuan yang dari tadi bersama saya mengajak saya menuju lobby.

    Tidak lama kemudian Ibu-ibu itu turun kebawah dan menemui kami. Ketika telah mendekati saya, ia langsung cepika-cepiki sama saya layaknya ibu-ibu yang baru ketemu saat arisan. "Jadi kamu ya yang bilang mau bekerja disini. Aduuh ganteng banget. Masih brondong lagi". Pikiran saya blank sesaat karena habis di cepika-cepiki sama dia. Kemudia saya bertanya "Oh,iya. Saya nanti bekerja sebagai apa ya,bu?" Ibu-ibu itu terhentak. Ia melirik kearah anaknya lalu mengembalikan lirikannya kearah saya kemudian tertawa kecil namun seram. "Soal kerjaan itu gampang. Nanti biar anak saya yang ngasih tau kamu". Dia mengeluarkan segepok uang 100ribuan dari kantongnya lalu memberikan 300ribu kepada saya. Jelas saya kaget apalagi ketika uang itu telah berada di tangan saya "Ini 300ribu sebagai gaji awalanmu bekerja disini" kemudian ibu-ibu itu berbicara pada anaknya "Sekarang kamu bawa anak itu ke kamar nomer 720 (tujuh dua puluh). Cepat ya. Ini kuncinya" "Siap".

    Sekali lagi saya dibawa oleh perempuan tadi. Saya dibawa kesebuah kamar. Ia mengatakan kalau saya bisa istirahat terlebih dahulu di kamar ini. Kuncinya pun diserahkan pada saya. Saya berfikir tempat apa ini? Pekerjaan apa yang ia maksud? Mengapa saya diberikan kamar untuk menginap? Untuk apa uang tadi? Dan begitu banyak pertanyaan yang muncul di benak saya sampai saya ingin melupakan saja semuanya. Di sudut ruangan terdapat kamar mandi. Entah berapa lama sudah semenjak terakhir saya membasahi tubuh saya dengan air. Akhirnya saya memutuskan untuk mandi di sana. Ada sebuah bak mandi cukup besar khusus berendam dan saya mencelupkan tubuh disana. Airnya dingin tapi saya coba tahan. Tiba-tiba saya kaget mendengar pintu depan kamar terbuka dan seseorang masuk kedalam dan menutup pintu kembali. Saya buru-buru berdiri, mengenakan handuk dan melihat siapa yang barusan masuk. Rupanya ada perempuan separuh baya yang sedang duduk di kasur. Ia melihat ke arah saya dan berkata

    "Lagi mandi ya? Ya sudah, mandi aja dulu"
    "Kamu siapa? Mau apa masuk kesini?"
    "Udah mandi aja dulu"

    Akhirnya saya kembali ke dalam kamar mandi. Di pintu kamar mandi tidak ada kunci atau pun grendel yang bisa digunakan untuk mengunci pintu. Akhirnya saya membiarkannya saja dan kembali ke dalam bak mandi. Alangkah terkejutnya saya ketika melihat wanita itu masuk kedalam bak mandi tanpa menggunakan pakaian sehelaipun.

    "Heh! Mau apa kesini?"
    "Mau mandi... bareng kamu"

    Ketika dia mencelupkan diri dalam bak, saya langsung berdiri dengan terpaksa memperlihatkan tubuh saya. saya mengambil handuk di belakang pintu dan pergi ke luar kamar mandi. Dengan cepat saya mengeringkan diri dan memakai pakaian milik saya. ketika hendak keluar rupanya pintu tersebut telah terkunci dan kunci yang sebelumnya diberikan pada saya sudah hilang.

    "Mau kemana?"

    Wanita itu keluar dari kamar mandi dengan tubuh masih basah dan masih telanjang. Ia mendekati saya, menarik sebelah tangan saya dan melempar saya ke kasur hingga tubuh saya terbaring diatas kasur. Ia berbicara kepada saya

    "Kamu orang baru kan jadinya aku paham kalau kamu masih rada canggung. Kerja disini itu enak lho."

    Ia duduk diatas tubuh saya yang masih terbaring. Ia melepas celana yang saya pakai. Entah kenapa saya tidak melawan. Seolah-olah pikiran saya terbuang entah kemana. Setelah celana lepas ia mengelus-elus 'anu' saya dan sayapun mengeluarkan erangan aneh. Setelah cukup panjang ia berbaring diatas kasur sambil memperlebar selangkangannya.

    "Coba deh. Rasain aja dulu"

    Saya membangunkan tubuh saya. saya lihat wanita tersebut dari ujung rambut sampai ujung rambut lagi. Saya memegang kedua pergelangan tangannya dan bersiap untuk 'menembakkan rudal' tapi ternyata...

    Saya lihat ruangan menjadi lebih terang namun berbeda. Selang beberapa detik saya menyadari kalau saya berada di kamar saya sendiri. Saya mencoba membangunkan tubuh sambil menutup mata menggunakan sebelah tangan

    "Damn! Cuma mimpi"

    -Fin-​

    Seperti yang sudah saya katakan diatas ini adalah cerita nyata yang benar-benar saya alami. Terima kasih untuk kalian yang telah membacanya ^_^
     
  2. Ame

    Ame Member

    168
    5
    63
    Ciiee.. memang baru pertama kali? Semangat amat cerita.. Selamat..selamat, saya turut bahagia.
     
  3. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    apanya yg pertama kali?? :eek:
     
  4. Tamura

    Tamura Member

    367
    34
    93
    Panjang banget ga sempet baca.
    Langsung loncat ke ending jadinya ane wkwk
     
  5. Ame

    Ame Member

    168
    5
    63
    Pertama kali mimpi basah.. untuk laki2 itu salah satu pertanda pubertas kan? Makanya saya kasih selamat :)
    Huahahahahaha :teh:
     
  6. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    huahahaha :teh:
     

Share This Page