Share Kala Hujan Turun , A Haikyuu!! Fanfiction

Discussion in 'Tulisan' started by EsFadhaa, 18 October 2014.

  1. EsFadhaa

    EsFadhaa Member

    165
    26
    63
    Haikyuu!! bukan milik saya . Saya hanya meminjam castnya
    OOC,Alur kecepatan . Dont like dont read

    Genre : Family and Friendship

    __________
    Words :1.132
    _______


    Voli. Latihan . Indoor . hujan .


    Sugawara menghela napasnya . salah nya untuk menyuruh Daichi mengadakan latihan –mengingat dua hari untuk inter high- . Ketika mendengar sebuah rintik turun ke Bumi , waktu seakan berhenti . Asahi berhenti memukul bolanya dan membiarkan bola itu menyentuh lantai kuning – agak coklat- yang dingin . Kageyama melepas genggaman eratnya dari bola sehingga bola itu menyentuh tanah . Hinata diam . Namun dia tak sadar secara taklangsung , bola menuju ke arah nya. Plak . Sebuah bola mendarat kepalanya .

    “Siall!!!” teriakan Hinata merubah suara keadaan yang geming kosong seakan waktu berhenti . Tanaka “Sepertinya hujan nya awet . Setidaknya , berhenti jam Delapan saja sudah keajaiban” Botak itu selesai berkata . Dan sedetik kemudian , Blar . Petir menyambar dari udara menciptakan suara menggelegar .

    Kiyoko-san mencoba menutup pintu ruangan klub . Ukai-san menutup tirai . lalu , sebuah suara memecah keheningan “Maafkan aku. Salahku menyuruh Daichi-kun untuk latihan bersama” Sugawara membungkuk. “ Tidak masalah . Dan berhenti membungkuk. Kau jangan terlalu merasa bersalah.” Daichi menghampiri dan memukul pundaknya .

    Sugawara menghela napas “Maaf. Sebagai permintaan maafku , aku akan membuatkan kalian cemilan dan teh serta kopi dan susu. Aku harap kalian menyukainya” . Asahi dan Nishinoya terbelalak .

    “Itu justru akan merepotkanmu, Sugawara-san” Ujar Nishinoya . Tsukishima dan Yamaguchi hanya bertukar pandang . Tanaka menghela napas . Tampaknya Tanaka –yang dari dulu selalu bersama Asahi, Daichi serta Sugawara- Tahu bahwa Sugawara selalu menanggung beban sendirian. “ Tak masalah,” Sebuah senyum mengembang di bibirnya .

    .

    Dan.

    .

    BLAR!

    .

    “ Hwaaaaa” pemuda berambut oranye itu mundur kebelakang . Terjungkal . Tampaknya dia kaget akan suara Petir . Kageyama sebenarnya juga kaget . Namun perlu diketahui . Ia gengsi mengumbarkan ketakutannya .

    “ Sugawara- senpai” Panggil Yamaguchi . Suara pelan itu merubah keadaan menjadi lebih hangat . “ Nani?” suara lembut Sugawara terdengar begitu halus di telinga Daichi .

    “ Bolehkah aku meminta Susu coklat hangat?” ujar Yamaguchi . Dia tampak kedinginan . “ Oi oi Yamaguchi . Kau merepotkannya” Vokal berat Daichi menegur Yamaguchi

    “Ah-ah . Tak apa-Daichi-kun..” Sugawara membela kouhai-nya itu . “ Baiklah, Yang lain mau apa??”

    Barisan kelas delapan mulai memenuhi ruangan dengan suara beratnya . “ Aku mau Teh hangat tawar , Suga-san!” Pemuda bersurai hitam tebal . “ Aku mau susu” “Aku mau teh”

    Tiga suara menjelma bak meminta . Hinata shoyo menambahkan, “ Aku ingin kue manis dan teh , Senpai!” . Sugawara mulai mencatat . “A-aku mau teh hangat . boleh kah?”semburat merah muncul di Kiyoko. “siap siap”

    .

    Sugawara melangkah ke dapur di dekat tangga . Bersama Ukai-san ,dia melangkah diikuti hujan yang semakin deras .

    “Yosh!! Selagi menunggu makan dan minuman , mari kita pemanasan akhir!” Teriak Daichi . Menggema. “Yosh!!”

    .

    .

    Sugawara dan Ukai memasuki ruangan dapur yang disambut dengan foto klub voli dulu . Ah . Ruangan ini memang penuh memori,pikirnya . “ Yosh “ Aku akan membuat kopi dan susu. Kau membuat teh dan kue nya ya , Suga-san!”Ukai mengucap . “Haik”

    Suga mengambil Telur dan panci . Dia meletakkan panci ke arah kompor . Klak. Suara kompor yang menyala . Dia mengambil air bermerk Avio ke panci dan menutupnya . Membiarkannya matang . Sugawara lalu fokus ke arah kue kue nya . Dia menuang telur , tepung, air dan gula. Apa ini akan bantet?,pikirnya. Dia mengocok dan menuang adonan itu ke loyang dan mengovennya . 15 menit. Yak , sudah disetel

    Suga melirik ke arah Ukai . Telaten , pikirnya . Dia melihat gerakannya memasukkan bubuk kopi dan takaran gula yang pas . Sudahlah , tak ada juga gunanya untuk melihat kemampuannya terus terusan . Suga meletakkan delapan gelas dan meletakkan 6 teh tanpa rasa . Dan 2 teh sakura . Lalu dia menuang air mendidih itu ke arah gelas yang sudah disiapkan . Daichi dan Nisimura tawar , Dia melakukan titah itu dengan baik . Teh Sakura itu tawar juga , tampak Suga berprinsip “ Teh Sakura akan manis walaupun tawar(?)”

    Tring .

    .

    Bunyi Oven membuka keheningan . Suga segera mengambil sarung tangan dan mengambil loyangnya . Tidak terlalu panas. Suga meletakkan loyang itu diatas meja . Dia mengambil pisau dan memotong sedikit lalu memasukkannya ke mulut . “Hoeeeeek...” Sugawara memuntahkan kembali kue itu ke tempat sampah . “Ada apa , suga? “ Suara Ukai ..

    “ Ini bantet , Ukai-san.” Ujarnya datar dilanjuti katak Oh dari mulut manusia pirang itu . Suga mencari alternatif lain . Ah , dia lupa untuk meletakkan gula di sebagian teh. “Baka.”

    Suga menaruh gula di beberapa teh . Lalu kembali fokus ke kue nya . Sepertinya .... Kue kering??

    Suga bersyukur . Setidaknya ada kelebihan adonan . Dia membuat adonan seperti lingkarang sekitar 0,5 cm . Lalu dia meletakkan coklat diatas adonan itu . Kemudian , dia segera menutupnya . Suga melirik jam . jam 18.00 . Dua jam lagi , hujan akan berhenti . Namun itu belum pasti . Suga tersadar . dia segera membuat adonan seperti itu sebanyak limapuluh buah . Itu melelahkan jika orang tak terbiasa. Namun Suga sudah terlatih sejak kecil . Untuk bekerja keras

    Suga selesai membuatnya . semoga ini tak bantet,Harapannya . Dia meletakkan loyang berisi 50 kue kering ke oven . Ah , dia lupa Ukai . Dia melirik kecil . Ukai masih menunggunya! Dia tak menyangka.

    Ah . Suga menyetel waktu 20 menit agar matang sempurna luar dalam . Suga segera mengambil nampan . Meletakkan teh Sakura di sisi kiri dan teh biasa di kanan-yang tentunya dibedakan . Teh tawar di arah kanan . Otomatis teh manis di kiri- . Dia melirik kerja Ukai. Kopi dan Susu bercampur tak dipisahkan . “Tak usah dibawa ribet , Suga” suara Ukai . “Arigatou na..”

    5 menit lagi . Suga melirik jam . Mereka pasti sudah kelaparan , intinya . Suga melirik ke arah loyang . Dia harus siap . Dengan meraih sarung tangan disisi kiri , Ia segera mengenakan nya . 1 Menit lagi . Suga tak sabar menunggunya. Lalu , Tring! Suga mengambil kue kering itu . Lalu meletakkan loyang di atas meja . Ah , jangan lupa toples yang dia letakkan sedari tadi yang lupa kutulis . Dia memindahkan kue kering itu ke dalam toples .

    .

    1 menit.

    .

    Suga dan Ukai keluar dari dapur diikuti dengan suara “Woaahhh” dari seluruh yang ada di ruangan . Ukai dan Suga lalu mendekatkan diri ke arah mereka dan meletakkan makanan dihadapan mereka yang sedang duduk . Sebagian tangan berebutan mengambil kue kering . Sisanya meminum minuman hasil buatan mereka . Melihat hal itu , Suga dan Ukai hanya tersenyum kecil

    Lalu , “ Anoo .. sepertinya , yang aku lihat di berita Internet ...sepertinya hujan akan mengguyur sampai jam 10 malam..” Kageyama Tsundere . Daichi membalas, “Yang penting , kita semua berada disini!!”

    ==END==
     
    s4skiazh likes this.

Share This Page