Iseng Part 1

Discussion in 'Test Area' started by Flame-kun, 4 February 2012.

Thread Status:
Not open for further replies.
  1. Flame-kun

    Flame-kun 大蛇武錬葬! Staff Member

    529
    257
    148
    "Ho? Asmodeus? Kukira kau belum selesai."
    "Aku sendiri kemari untuk mengecekmu, Mammon. Aku melihatnya dari awal"
    "Yaah, sebagai ukuran manusia, dia terlalu hebat karena bisa mengimbangi kecepatanku. Akibatnya aku harus lepas topi ini. Mahal padahal..."
    "11 dari 12 tembakan meleset. Sepertinya kau sudah berkarat, Mammon," setelah bicara begitu Asmodeus tertawa terbahak-bahak.
    "Ah, daripada itu, aku khawatir dengan Lucifer."
    "Soal itu tidak masalah," ucap Asmodeus sembari angkat tangan. "Lucifer sudah membereskan Mikail sejak kau menembakkan pelurumu yang ketujuh"
    "Wah, kok cepat? Mikail tidak niat bertarung ya?"
    "Mungkin begitu. Pokoknya sekarang..."
    "Halo, kalian yang sedang ngegosip," ucap seseorang yang tiba-tiba masuk kedalam pembicaraan. Asmodeus terkejut dan berucap "wah, ada tamu rupanya. Boleh aku tahu siapa namamu?"
    "Saya malaikat yang diutus untuk mencabut nyawa manusia..." makhluk itu melepas topinya dan memperlihatkan wajahnya yang seperti tengkorak.
    "Deathrobe," ucap Asmodeus pelan. "Berarti, bumi sudah..."
    "Sepertinya tidak bisa pakai cara biasa. Wah, aku tidak bawa apa-apa nih kemari. Asmodeus, pinjam pedangmu dong"
    "Enak saja. Mana ada pinjam-meminjam"
    "Yaah terserahmu. Sebetulnya aku tidak mau melepas sarung tangan ini tapi aku tidak punya pilihan..."

    -***-

    Berganti tempat ke Seth, Seth yang sudah kelelahan karena melawan banyak archfiend berturut-turut membuatnya tidak optimal melawan Mason. Walaupun begitu ia masih terus bertarung.
    "Sudah tua, ya? Jutaan tahun di bumi membuatmu berkarat"
    Seth tetap diam dan berusaha untuk menebasnya. Mason pun menepisnya dan berhasil menendang Seth sampai terjungkal dan bertekuk lutut.
    "Sudahlah, kau- UKH!"

    Seketika ada pedang muncul dari dada Mason. "Peranmu selesai sampai disini, beristirahatlah dengan tenang," ucap suara wanita yang ada di belakang Mason. Wanita itu mempunyai 7 pasang sayap berwarna putih, sementara rambutnya hitam dan pupil matanya berwarna oranye. Mason akhirnya tumbang bersimbah darah.
    "L.. Lucifer..." ucap Mason menjelang kematiannya. Sambil melihat keadaan Seth yang memprihatinkan, Lucifer tertawa kecil. "Sayang, Mikail sepertinya sudah tidak seperti dulu. Padahal dulu kami bisa seimbang. Sepertinya dia kurang latihan"
    "Kau... apa yang-"
    "Sederhana. Yang kuat yang akan bertahan, kan? Di dunia manusia itu begitu. Aturan yang kami tanamkan sendiri, agar manusia lebih tersesat."

    Setelah mendengar ucapan Lucifer, Seth kemudian berdiri. "'agar lebih tersesat', ya? Jadi ini maksudmu menggagalkan kiamat?"
    "Kira-kira begitu. Kalian sudah berkali-kali merencanakan kiamat, tapi gagal terus. Sedih juga, ya," tambah seorang gadis yang baru muncul. Gadis itu mengenakan pakaian militer yang nyaris sama seperti milik Lucifer, namun berwarna ungu dan di kepalanya ada tanduk berbentuk mahkota.
    "Nah, Seth, sepertinya kau harus berakhir disini," ucapnya.
    "Sabar, Mephisto. Aku ingin tahu kenapa dia tidak membuka penutup matanya sampai akhir"
    Seth terdiam, kemudian menjawab tantangan Lucifer; "sebenarnya aku tidak boleh membuka penutup mata ini sampai amalan para manusia dihitung. Namun sepertinya aku tidak punya pilihan," Seth mencabut penutup matanya dan membuka kedua matanya perlahan. Begitu Seth membuka matanya secara penuh, aura di sekelilingnya berubah dan cuaca yang tadinya suram menjadi cerah kembali.
    "Lucifer, bagaimana ini?"
    "Mephisto, kau cukup mengawasi dari jauh. Sepertinya ini akan seru"
    "As you wish," Mephisto menghilang dari pandangan dalam sekejap. Lucifer tersenyum dengan penuh keangkuhan, merasa kalau pertempurannya dengan malaikat yang ada di depannya akan lebih seru dari semua pertempuran yang ia alami.

    "Hari kiamat adalah hari tetap. Kalian tidak boleh mencampurinya, apalagi menganggunya," ucap Seth.

    --Ganti chapter--
     
Thread Status:
Not open for further replies.

Share This Page