Info Debian Server Setup - Sheratan Style

Discussion in 'Komputer dan Gadget' started by Sheratan, 6 January 2014.

  1. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    [​IMG]
    Salam kegelapan bray...

    Kali ini gw mau beri kalian beberapa tutorial bagaimana cara membangun server berbasis Debian dengan baik. Namun sebelum kalian ikuti, ada beberapa catatan:
    1. Tutorial ini bersifat generik, alias ditujukan untuk belajar. Keamanan yang diberikan tutorial ini tidak terjamin!
    2. Tutorial ini dibuat berdasarkan Debian 7 dengan menggunakan repo dotdeb.org
    3. Tutorial ini menggunakan Percona sebagai pengganti MySQL bawaan
    4. Tutorial ini dapat digunakan untuk linux berbasis debian seperti ubuntu, xubuntu, dsb. Namun untuk lokasi dan bentuk perintah kemungkinan besar berbeda.
    Daftar isi:
    1. Mengapa Debian?
    2. Konfigurasi awal
    3. LEMP (linux-nginx-mysql-php)
    4. Exim4 - Dovecot
    5. BIND
    6. Percona
    7. Konfigurasi keamanan dasar / Bagian 2
    8. XenForo pada Debian
    9. dst dst (belum tahu harus apa)
     
    Last edited: 28 February 2015
    Dejiko likes this.
  2. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    1. Mengapa Debian?

    Jadi mengapa TS memilih debian?

    Saya sendiri sudah mulai menggunakan Ubuntu (turunan dari Debian) mulai dari 2008 (Ubuntu 8.04 LTS) Bisa dikatakan, inilah kenapa saya lebih memilih Debian daripada CentOS untuk kebutuhan server. Karena sudah terbiasa dengan sistem Debian. Debian sendiri cenderung memiliki paket yang lebih baru (walau bukan yang terakhir) daripada CentOS dikarenakan rilis Debian yang tidak tergantung oleh apapun (CentOS tergantung dengan rilis RHEL)

    Selain itu, Debian adalah OS yang paling banyak punya turunan, serta salah satu rilis OS berbasis linux yang senior (Ada sejak tahun 1993) Dan satu hal yang unik dari Debian, setiap rilis dari Debian diberi nama dari karakter film Toys Story. :lol:

    Oke cukup curhatnya. Jadi gw harus download versi apa?

    Debian memiliki 2 jenis installasi: Small (Network) dan Complete.
    • Gunakan small jika kamu punya koneksi yang kencang atau kamu ingin debian tanpa paket yang kamu tidak akan dan tidak mau gunakan.
    • Gunakan versi complete jika kamu gak suka ribet. CD atau DVD? CD saja. :D
    • 64 bit (amd64) atau 32 bit (i386)? Kalau server tentu yang 64 bit bray... Kalau buat dirumah ya gunakan yang 32 bit saja. Kecuali kamu pakai RAM diatas 4GB ya pakai 64 bit.
     
    Last edited: 6 January 2014
    habib84 likes this.
  3. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    2. Konfigurasi Awal

    Anggap kamu sudah menginstall Debian dengan baik. Berikutnya adalah membuat agar debian kamu menggunakan repo lokal (kambing.ui.ac.id)

    Kenapa lokal? Agar proses install dan setup lebih mudah.

    ganti nama file /etc/apt/source.list menjadi source.list.bak

    Lalu buat source.list baru yang isinya:

    Code:
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy main
    deb-src http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy main
    
    #deb http://security.debian.org/ wheezy/updates main
    #deb-src http://security.debian.org/ wheezy/updates main
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ wheezy/updates main contrib non-free
    deb-src http://kambing.ui.ac.id/debian-security/ wheezy/updates main contrib non-free
    
    # wheezy-updates, previously known as 'volatile'
    deb http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy-updates main
    deb-src http://kambing.ui.ac.id/debian/ wheezy-updates main
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/dotdeb/ wheezy all
    deb-src http://kambing.ui.ac.id/dotdeb/ wheezy all
    
    deb http://kambing.ui.ac.id/dotdeb/ wheezy-php55 all
    deb-src http://kambing.ui.ac.id/dotdeb/ wheezy-php55 all
    
    deb http://repo.percona.com/apt wheezy main
    deb-src http://repo.percona.com/apt wheezy main
    
    Yeah, Percona FTW!

    Selanjutnya, buat file baru /etc/apt/preferences.d/00percona.pref yang isinya:

    Code:
    Package: *
    Pin: release o=Percona Development Team
    Pin-Priority: 1001
    Setelah itu, agar repo dapat dikenali, jalankan:

    Code:
    wget http://www.dotdeb.org/dotdeb.gpg
    apt-key add dotdeb.gpg
    Untuk dotdeb dan

    Code:
    apt-key adv --keyserver keys.gnupg.net --recv-keys 1C4CBDCDCD2EFD2A
    untuk Percona

    Jika selesai tanpa masalah, lakukan
    Code:
    apt-get update
    apt-get upgrade
     
    Last edited: 8 January 2014
  4. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    3. LEMP (linux-nginx-mysql-php)

    Mengapa nginx?

    karena apache sudah terlalu mainstream karena nginx adalah webserver yang begitu ringan dengan performa yang sangat tinggi. nginx menggunakan RAM lebih bersahabat daripada Apache. Jadi kalau server kamu resourcenya terbatas, namun harus melayani pengunjung yang banyak, nginx adalah pilihan utama.

    Jadi... install nginx dengan
    Code:
    apt-get install nginx
    Install php mode fpm dengan
    Code:
    apt-get install php5-fpm php5-gd php5-mysqlnd php5-mcrypt
    Dan install Percona dengan
    Code:
    apt-get install percona-server-server-5.6
    Sampai disini jika tidak ada masalah... berlanjut ke setting agar nginx dapat menjalankan php. Buka
    /etc/nginx/sites-enabled/default ubah blok .php$ menjadi seperti ini:

    Code:
    location ~ \.php$ {
    try_files $uri =404;
    fastcgi_split_path_info ^(.+\.php)(/.+)$;
    fastcgi_pass unix:/var/run/php5-fpm.sock;
    fastcgi_index index.php;
    include fastcgi_params;
    }
    
    Dan agar nginx mengenali index.php secara otomatis tambahkan index.php pada kolom index sehingga bentuknya menjadi:

    Code:
    index index.php index.html index.htm;
    Selesai. Coba reload nginx. Apakah bisa di reload tanpa masalah? Jika ya maka selamat! :)

    Mari kita test apakah nginx sudah bisa buka php. Buat file baru yang namanya index.php dan letakkan di /usr/share/nginx/html

    Isi dari file tersebut adalah...

    Code:
    <?php
    phpinfo();
    ?>
    Selanjutnya buka localhost. Jika yang muncul adalah halaman phpinfo... :ok:

    Oh iya, jangan lupa edit php.ini yang ada di /etc/php5/fpm/ lalu cari cgi.fix_pathinfo dan ubah menjadi cgi.fix_pathinfo=0

    Bagaimana dengan database MySQL nya? DI tutorial ini kita akan menggantikan MySQL bawaan dengan Percona, jadi, cekidot 6. Percona
     
    Last edited: 26 January 2014
  5. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    4. Exim4 - Dovecot

    Kalau tidak salah, Debian secara default menginstall Exim4 dan Dovecot. Tapi sebagai jaga-jaga... mari kita cek:
    Code:
    apt-get install exim4
    apt-get install dovecot
    Sekalian, install NTP agar email yang diterima dan dikirim waktunya sesuai:
    Code:
    apt-get install ntp
    Berikutnya kita butuh alat untuk pengetesan:
    Code:
    install sasl2-bin swaks libnet-ssleay-perl
    Lets play!
    dpkg-reconfigure exim4-config
    1. Internet site, of course~ (jika kamu setting di localhost ya pilih local)
    2. System mail name, biasanya sih mail.namadomain.com tapi perhatikan, apa kamu sudah buat record untuk alamat ini? Jika belum, segera buat! Tipe nya tentu saja A dan langsung mengarah ke IP server kamu.
    3. Listen IP address, kosongkan saja.
    4. Begitu juga domain to relay
    5. Unconditonal relay juga sama
    6. Dial on demand? How about no.
    7. Maildir format? Home directory
    8. Split? No thanks.
    Mari kita test:
    Code:
    telnet localhost 25
    ehlo localhost
    Apakah ada 250-TLS atau 250-STARTTLS? Kalau ada berarti kamu hebat. Padahal harusnya gak ada :p

    Buka /etc/default/saslauthd

    Ganti start menjadi yes [start=yes], lalu restart

    Code:
    service sasld restart
    atau
    Code:
    /etc/init.d/sasld restart
    kalau gak bisa di restart.

    Berikutnya, buka /etc/exim4/exim4.conf.template lalu hapus komentar dari baris berikut ini:

    Code:
    login_saslauthd_server:
    driver = plaintext
    public_name = LOGIN
      server_prompts = "Username:: : Password::"
      # don't send system passwords over unencrypted connections
      server_condition = ${if saslauthd{{$auth1}{$auth2}}{1}{0}}
      server_set_id = $auth1
    .ifndef AUTH_SERVER_ALLOW_NOTLS_PASSWORDS
    server_advertise_condition = ${if eq{$tls_cipher}{}{}{*}}
    .endif
    Lalu cari baris tulisan .ifdef MAIN_TLS_ENABLE tambahkan diatasnya MAIN_TLS_ENABLE = true

    Agar aman, jalankan exim sebagai non root
    Code:
    addgroup Debian-exim sasl
    Setelah itu jalankan update exim lalu restart
    Code:
    update-exim4.conf
    service exim4 restart
    Mari kita test:
    Code:
    telnet localhost 25
    ehlo localhost
    Jika melihat 250-STARTTLS, selamat! :)

    Mari kita test lebih lanjut dengan swaks -a -tls -q AUTH -s localhost -au

    masukkan username: root dan password root kamu. Jika melihat <~ 235 Authentication succeeded maka konfigurasi selesai. :cool:

    Berikutnya untuk konfigurasi Dovecot. Buka /etc/dovecot/conf.d/10-mail.conf ganti mail_location yang ada disana menjadi mail_location = maildir:~/Maildir

    Setelah itu restart dovecot
    Code:
    service dovecot restart
     
    Last edited: 4 March 2015
  6. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    5. BIND

    Sebenarnya gw lebih suka menggunakan free dns parking... tapi apalah. Biar lengkap! Install bind dengan perintah

    Code:
    apt-get install bind9
    Buka /etc/bind/named.conf.local

    Code:
    ....
    zone "domain.com" {  //kasih nama sesuai dengan domain yang mau dipasang
    type master;
    file "db.domain";
    };
    zone "alamat.in-addr.arpa" { //"alamat" adalah 3 blok ip paling depan
    type master;
    file "db.alamat";
    };
    Lalu agar tidak ada salah konfigurasi, kopi saja file db.local yang ada di /etc/bind dan beri nama menjadi db.domain, buka, lalu edit

    Code:
    $TTL 604800
    @ IN SOA ns1.domain.com. root.domain.com. (
    
    2 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ;​
    @ IN NS ns1.domain.com. ns1 IN A alamat.ip.server.milikmu @ IN A alamat.ip.server.milikmu mail IN A alamat.ip.server.milikmu www IN CNAME domain.com. domain.com. IN MX 0 mail.domain.com.
    Setting berikutnya adalah reverse IP. Ini opsional, jadi... silahkan pilih mau pakai atau tidak. kopi saja file db.127 yang ada di /etc/bind dan beri nama menjadi db.alamat, buka, lalu edit:

    Code:
    $TTL 604800
    @ IN SOA ns1.domain.com. root.domain.com. (
    
    1 ; Serial 604800 ; Refresh 86400 ; Retry 2419200 ; Expire 604800 ) ; Negative Cache TTL ;​
    @ IN NS ns1.domain.com. milikmu IN PTR domain.com. ; "milikmu" adalah 1 blok terakhir ip servermu
    Selanjutnya, buka /etc/resolv.conf, tambahkan

    Code:
    domain       domain.com
    search       domain.com
    nameserver   127.0.0.1
    nameserver   alamat.ip.server.lo
    selesai, restart bind

    Code:
    service bind9 restart
    Perhatikan! Bentuk dari "Serial" adalah YYYYMMDDnn dimana nn adalah seri penggantian konfigurasi

    Contoh dari milik oniichan.us (perhatikan di bagian refresh, retry, expire, dan negative cache gw ubah agar lebih maknyus)

    Hidden Content:
    **Hidden Content: To see this hidden content your post count must be 100 or greater.**
     
    Last edited: 28 January 2014
  7. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    6. Percona

    Sebelum mencoba, ada baiknya kita membaca Installing Percona Server 5.6 from Binaries. Anggap kamu sudah melakukan langkah yang dijelaskan di 2. Konfigurasi Awal, langkah tersebut berguna untuk APT-Pinning agar Percona dapat berjalan dengan lancar.

    Setelah itu kamu tinggal install Percona dengan:
    Code:
    apt-get install percona-server-server-5.6
    Jangan lupa untuk memasukkan password untuk akun root pada databasenya! Gunakan password yang baik yak ;)

    Selesai! Percona pun sudah dipasang dengan baik. Berikutnya agar Percona dapat berjalan secara optimal, ada baiknya kamu menggunakan Percona Configuration Wizard for MySQL

    Perhatian! Perhatikan letak socket dan dan percona id pada server kamu!
     
    Last edited: 26 January 2014
  8. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    7. Konfigurasi keamanan dasar

    > Selalu bedakan password root server, admin server, root database, dan admin database!

    root server: Pengedali semuanya, Super User, su/sudo
    admin server: Butuh akses super user untuk melakukan beberapa perubahan yang sensitif
    root database: Dengan akun ini kamu bisa mengakses semua database yang ada di server
    admin database: Akun pemilik database. Batasi izin yang dimiliki akun ini hanya pada database yang dia miliki. Batasi juga perintah yang dapat ia lakukan. Perintah umum yang biasa dipakai adalah:
    Code:
    SELECT,INSERT,UPDATE,DELETE,CREATE,DROP,REFERENCES,INDEX,ALTER,CREATE TEMPORARY TABLES,LOCK TABLES,CREATE VIEW,TRIGGER,SHOW VIEW,CREATE ROUTINE,EXECUTE
    > Jalankan perintah mysql_secure_installation setelah menginstall database (MySQL/Percona dsb)

    Perhatikan saat mengisi password root databasenya.​

    > Jika memungkinkan, gunakan chroot jail. Jika tidak, jalankan program pada server (Contoh: NGINX sebagai www-data, PHP sebagai www-data, dsb) sebagai non-root dan non-admin alias non previlage user!

    Kamu bisa menjalankan NGINX dan PHP atas nama www-data, dengan cara mengubah user pada /etc/nginx/nginx.conf serta user dan group pada /etc/php5/pool.d/www.conf

    Jangan lupa berikan userid diatas 10000 agar dikenali sebagai non previlage user. Cara mengubahnya adalah dengan perintah
    Code:
    usermod -u [id] [user]
    Contoh:
    Code:
    usermod -u 10000 www-data
    Kamu bisa juga ganti groupid menjadi 10000
    Code:
    groupmod -g <id> <nama grup>
    Contoh:
    Code:
    groupmod -g 10000 www-data

    > Perhatikan konfigurasi IPTables!

    "Tutup semua dan buka yang dibutuhkan" adalah prinsip dari pengelolaan firewall.​

    > Install fail2ban agar SSH port kamu lebih terjamin (atau lebih lanjut, ganti port SSH nya)
    Code:
    apt-get install fail2ban
    > Matikan fungsi dan ekstensi dari PHP yang kamu tidak gunakan!

    Kamu bisa mengaturnya lewat php.ini Sangat disarankan juga untuk menggunakan open_basedir
    > Jika menggunakan phpMyAdmin, beri nama yang tidak standar untuk folder phpMyAdmin dan proteksi dengan htpasswd!

    > Beri proteksi htpasswd juga untuk folder lain yang sifatnya sensitif.

    > Ubah kepemilikan (chown) dari file dan folder pada htdocs yang sesuai dengan user yang menjalankan NGINX dan PHP (biasanya sama) Perhatikan juga perizinan (chmod) nya!

    Protip:
    Code:
    find /your/path/ -type d -exec chmod -R 755 {} \;
    untuk mengganti chmod folder saja dan
    Code:
    find /your/path/ -type f -exec chmod -R 644 {} \;
    untuk file saja​
     
    Last edited: 4 March 2015
    habib84 likes this.
  9. habib84

    habib84 User

    7
    0
    36
    trims tutorialnya agan Sheratan :ok:
    btw untuk rewrite rulenya di nginx diinput dimana ya? maaf masih bingung karna kebiasaan menggunakan apache berikut isi file .htaccess yang saya gunakan,
    Code:
    # Mod_security can interfere with uploading of content such as attachments. If you
    # cannot attach files, remove the "#" from the lines below.
    #<IfModule mod_security.c>
    # SecFilterEngine Off
    # SecFilterScanPOST Off
    #</IfModule>
    
    ErrorDocument 401 default
    ErrorDocument 403 default
    ErrorDocument 404 default
    ErrorDocument 500 default
    
    <IfModule mod_rewrite.c>
    RewriteEngine On
    
    RewriteCond %{HTTP_HOST} !^www\.mydomain\.com$ [NC]
    RewriteRule ^(.*)$ http://www.mydomain.com/$1 [R=301,L]
    RewriteCond %{QUERY_STRING} (^|&)t=([0-9]+)(&|$) [NC]
    RewriteRule ^viewtopic\.php$ /threads/%2? [L,R=301,NC]
    RewriteCond %{QUERY_STRING} f=(\d+)$ [NC]
    RewriteRule ^(viewforum\.php|viewtopic\.php)$ /forums/%1? [L,R=301,NC]
    RewriteCond %{QUERY_STRING} (^|&)p=([0-9]+)(&|$) [NC]
    RewriteRule ^viewtopic\.php$ /posts/%2? [L,R=301,NC]
    
    # If you are having problems with the rewrite rules, remove the "#" from the
    # line that begins "RewriteBase" below. You will also have to change the path
    # of the rewrite to reflect the path to your XenForo installation.
    #RewriteBase /xenforo
    
    # This line may be needed to enable WebDAV editing with PHP as a CGI.
    #RewriteRule .* - [E=HTTP_AUTHORIZATION:%{HTTP:Authorization}]
    
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -f [OR]
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -l [OR]
    RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -d
    RewriteRule ^.*$ - [NC,L]
    RewriteRule ^(data/|js/|styles/|install/|favicon\.ico|crossdomain\.xml|robots\.txt) - [NC,L]
    RewriteRule ^.*$ index.php [NC,L]
    </IfModule>
    mohon bantuannya :)
     
  10. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    Untuk nginx biasanya ada di /etc/nginx/sites-enabled/blablabla dengan nama biasanya "default"
    nb: sites-enabled itu shortcut dari sites-available (atau sebaliknya yah? Lupa awak wakakak)

    Kalau beda website kasih nama yg beda, contohnya /etc/nginx/sites-enabled/web1.com terus /web2.com dan lain sebagainya.

    Kalau buat xenforo liat disini aja: https://xenforo.com/help/friendly-urls/
     
    habib84 likes this.
  11. habib84

    habib84 User

    7
    0
    36
    trims infonya gan Sheratan :ok: dan trims tutorialnya sangat membantu sekali,,ditunggu part 8nya :)
     
  12. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    Sebenarnya sih xenforo pada debian tidak ada yang spesial wakakak

    mungkin kalau dari pengalaman, kalau pakai attachment dan attahcment nya itu mulai banyak, internal_data nya ditaruh di luar html atau public_html atau htdocs atau apalah itu namanya
     
    habib84 likes this.
  13. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    7. Konfigurasi keamanan dasar (2)

    > PHP Disabled Function

    Agar lebih aman dan tenang, kamu bisa memanfaatkan fungsi disabled_function yang ada di php.ini Untuk yang sejuta umat alias sering digunakan adalah:
    Code:
    pcntl_alarm,pcntl_fork,pcntl_waitpid,pcntl_wait,pcntl_wifexited,pcntl_wifstopped,pcntl_wifsignaled,pcntl_wexitstatus,pcntl_wtermsig,pcntl_wstopsig,pcntl_signal,pcntl_signal_dispatch,pcntl_get_last_error,pcntl_strerror,pcntl_sigprocmask,pcntl_sigwaitinfo,pcntl_sigtimedwait,pcntl_exec,pcntl_getpriority,pcntl_setpriority,shell_exec,system,proc_open,passthru,chgrp,chmod,chown,symlink,touch,link,curl_multi_exec,popen,str_rot13,escapeshellarg,escapeshellcmd,proc_close,dl,ini_alter
    Banyak amat yak :v

    > IPtables aktif tapi tidak bisa update repo?

    Masukkan peraturan berikut ini:
    Code:
    -A INPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
    Sebelum drop semua input dan ini:
    Code:
    -A OUTPUT -m state --state ESTABLISHED,RELATED -j ACCEPT
    Sebelum drop semua output.
     
    habib84 likes this.
  14. habib84

    habib84 User

    7
    0
    36
    setelah nyoba versi manual sesuai arahan agan Sheratan ;) jadi pengen nyoba versi otomatis dengan vpssim dan centminmod :)
     
  15. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    Saya gak suka yg otomatis, kita jadi bergantung sama script itu macam cpanel atau webmin. Wkwkwk
     
  16. habib84

    habib84 User

    7
    0
    36
    gan Sheratan dengan extension diatas bisa jalanin xenforo kan? karna saya lihat di xenforo requirement PHP extensions: MySQLi, GD (with JPEG support), PCRE, SPL, SimpleXML, DOM, JSON, iconv, ctype
    satu lagi gan apa perlu diinstal memcached?
    maaf banyak nanya karna masih dalam tahap belajar :)
    terima kasih sebelumnya.
     
  17. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    Bisa kok. Ane pakai itu. Jangan aktifin semua ekstensi, makan memori wkwkwk

    Memcached itu opsional. Buat cache kan? Kalau saya pribadi lebih suka xcache.
     
    habib84 likes this.
  18. habib84

    habib84 User

    7
    0
    36
    waduh pantas banyak sekali makan memori :( saya instal semua :D sebelumnya saya kira mungkin harus ada tweak tambahan supaya bisa kurangin pemkaian ram ternyata gara2 instal semua.
    sip saya coba :ok:
     
  19. habib84

    habib84 User

    7
    0
    36
    sudah berhasil instal xcache,,apa ada konfigurasi tambahan atau biarkan default ya?
    trims.
     
  20. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    udah aktif gak? kan ada xcache.ini klo gak salah.

    Kalau mau bisa install xcache admin cp juga
     

Share This Page