Share Attack on Fujo (Short Story)

Discussion in 'Tulisan' started by Dejiko, 21 July 2014.

  1. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    Langit menunjukkan warna ungu total. Bersamaan dengan itu, para monster, baik di darat maupun di udara bermunculan. Berbentuk bermacam-macam seperti hewan prasejarah ataupun iblis yang sulit digambarkan.

    “Hyaaa!!”

    Seorang wanita melompat menerjang para monster. Dengan cepat ia menebas pedang tipisnya pada mereka dan membunuh banyak monster sekaligus. Monster itupun tergeletak di tanah dan sedikit demi sedikit berubah menjadi abu hitam.

    “Para Fujo ini tidak ada habisnya.”

    Fujo, itulah nama monster yang sedang mereka hadapi sekarang. Alat komunikasi kecil yang terpasang di telinga wanita itu berbunyi.

    “Bagaimana keadaan di daerah sana, Hana-chwan?”

    “Disini juga sama. Para Fujo nampaknya menyerang dari segala arah. Situasinya tidak jauh berbeda dengan di sana.”

    “Beberapa orang sudah pergi untuk memeriksa sumbernya tapi belum ada kabar dari mereka. Hana tidak apa-apa kan disana?”

    “Dango dan Kuronami bersamaku dan sepertinya tidak ada Fujo yang kuat jadi aku tidak apa-apa. Oh iya, Arte. Apa paman bersamamu?”

    “Tadi Sheratan bilang ia ingin memeriksa sesuatu tapi sampai sekarang ia belum kembali. Ia juga tidak bisa dihubungi.”

    “Begitu ya…”

    “Aku sama sekali tidak khawatir. Sheratan itu kuat. Dan tampaknya ia mengetahui sesuatu. Kalau kupikir-pikir, mungkinkah serangan besar dari Fujo ini… ada hubungannya dengan Ayano?”


    “…soal itu…akupun tidak tahu.”

    =============================================================================================​

    Di suatu ruangan, seorang wanita yang memakai syal merah sedang berdiri menghadap dinding dan membelakangi satu-satunya pintu di ruangan itu. Ruangan itu seperti sebuah gudang kosong berdinding dan lantai beton berwarna hitam. Jendela di ruangan itupun hanya membias sedikit cahaya karena langit yang berwarna redup. Kemudian terdengar suara langkah kaki dan semakin mendekat ke ruangan itu. Wanita itu berbalik, berniat menyambut siapapun yang hendak datang.

    “Kau lama sekali, shera-”

    Kalimatnya terpotong karena sepertinya yang datang bukanlah seseorang yang ia tunggu.

    “Wah…wah…”

    =============================================================================================​

    “Hana-chwan. Apa di sana Dejiko bersamamu?”

    “Nggak. Kenapa dia?”

    “Dia hilang entah kemana. Dia juga tidak bisa dihubungi seperti Sheratan. ”

    =============================================================================================​

    Di depan pintu yang terbuka lebar, terlihat sesosok laki-laki yang memakai topi telinga kucing. Ia menunjukkan ekspresi terkejut karena melihat kondisi wanita yang ada di hadapannya. Posturnya masih menyerupai manusia namun telapak tangan kanannya berbentuk cakar besar berwarna ungu. Sebagian wajah dan mata kanannya juga membentuk warna yang sama. Ayano sudah hampir berubah menjadi Fujo.

    “Jadi ini semua ulah mpok Kajik?”

    “Benar.”

    “Kenapa?”

    “Hmm… apa kau harus mengetahuinya?” Ayano memiringkan kepalanya . “Daku sih maunya yang datang paman Sheratan. Bukan Deji.”

    “Yang mpok incar bukan om Sher. Tapi B.D. (Born by Disorder) yang bersamanya, Flame-kun. Benar, kan?”

    “Ketebak, ya? Kayaknya sudah jelas, ya?”

    Ayano memutar tubuhnya menghadap jendela.

    “B.D. Level S. Tipe: Tidak diketahui. Kemampuan: Mengabulkan satu permohonan. Sayangnya Flame-kun cuma mau mendengar permohonan dari Sheratan. Aku cuma mau supaya permohonanku dikabulkan. Yaitu membuat dunia yang tenang bagi para Fujo seperti diriku. Tapi dia nggak mau. Makanya mungkin kalau daku paksa kayak gini dia bakal berubah pikiran.”

    “Apa betul cuma itu?”

    “Yah, tambahnya cuma minta beberapa manusia untuk ikut bersama kami. Kau kan tahu sendiri kalau Fujo akan hidup lebih baik jika punya tubuh manusia.”

    “Permohonan seperti itu… siapapun takkan mau mengabulkannya!”

    “Jahatnya~. Populasi kalian kan banyak. Hilang setengah pun kalian tetap tidak akan punah.”

    “Maaf mpok kajik. Tapi saya kemari untuk mengagalkan rencana itu.”

    Dejiko menembakkan pistol ke arah Ayano. Namun semua peluru di tepis oleh bayangan hitam yang dikendalikan Ayano.

    “Percuma saja. Kau yang tidak punya kekuatan spesial tidak akan bisa mengalahkanku.”

    “Kalau begitu maka akan saya lakukan apa yang bisa saya lakukan.” Dejiko berlari sambil menembak pistolnya.

    =============================================================================================​

    Dejiko perlahan membuka matanya. Sinar matahari pagi masuk melalui kaca jendela dan langsung menuju wajahnya. Ia membangkitkan tubuhnya dan melamun sebentar. Ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Rambutnya yang gondrong menutupi sebagian wajah depannya. Namun setelah memakai topi kucing miliknya, wajahnya terlihat lebih jelas.

    “Mimpi itu lagi? Aku mungkin masih belum bisa menerima kenyataan itu.”

    Di rumah yang seluruh bangunannya terbuat dari kayu, Dejiko tinggal sendiri. Meskipun begitu rumah ini nampak cukup besar untuk ditinggali banyak orang. Ya, dulu rumah ini memang sempat dihuni oleh banyak orang. Sampai akhirnya hanya ia sendirian yang ada di sini. Di bagian atap rumah, terdapat tulisan “Vanguard”.

    Dejiko pergi keluar untuk membeli bahan makanan yang habis. Di sepanjang jalan nampak jelas kehidupan kota yang walaupun tidak megah tetapi damai.

    “Aku adalah Dejiko, seorang Vanguard. Bisa dibilang tugasku adalah melindungi kota ini. Kota ini bernama Komiani. Memiliki luas sekitar 200 km persegi dan dilingkari oleh tembok setinggi 50 meter. Kehidupan di dalam tembok seperti ini, kau bisa bilang kalau kami menjalani kehidupan seperti di dalam sangkar. Aku tidak menyangkal itu.”

    Sebuah bola bergelinding mengenai kaki Dejiko. Melihat bola itu berasal dari tiga anak kecil yang tadi sedang bermain, Dejiko mengopernya kembali pada mereka. Mereka berterima kasih dan langsung pergi.

    “Selama orang-orang bahagia di dalamnya, kurasa tidak masalah.”
    “Umumnya orang-orang percaya kalau tembok itu dibangun untuk mencegah gangguan dari luar seperti hewan buas dan lainnya. Tapi aku sangat tahu pada awalnya untuk apa tebok setinggi itu dibangun. Entah bagaimana, sepertinya hanya aku yang mengingat semuanya.”

    =============================================================================================​

    Di atas reruntuhan gedung, Dejiko terbaring penuh luka. Ia sudah tidak sanggup bergerak. Di hadapannya, sesosok monster besar melayang-layang di udara. Di tengah pandangan Dejiko yang mulai kabur, ia melihat sesosok pria mendatanginya.

    “Kau jahat sekali. Membiusku di tengah jalan dan diam-diam datang kemari sendirian.”

    “…Om…Sher…”

    Di dekat Sheratan, ada makhluk bulat kecil berekor panjang dan berwarna biru. Ia adalah Flame-kun.

    “Flame-kun, aku punya permintaan.”

    Mendengar perkataan itu, Dejiko langsung terlihat panik.

    “Tidak! Jangan lakukan itu, om Sher! Kami masih tidak ingin kehilangan dirimu!”

    “Deji, akhirnya aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku tahu apa permohonan yang aku ingin terkabulkan. Oleh karena itu, aku akan mengorbankan diriku sendiri untuk hal itu.”

    “Kalau begitu apa artinya aku melakukan ini semua?”

    “Kurasa aku bisa sampai sejauh ini karena selama ini kau terus melindungiku. Ini adalah jawaban yang kutemukan. Jadi, kumohon percayalah padaku.”

    Sheratan berbalik melihat ke arah Flame-kun.

    “Apa yang kau inginkan?”

    Sheratan menghisap nafas seolah-olah ia ingin ucapannya terdengar jelas.

    “Aku ingin menghapus semua Fujo sebelum mereka lahir. Semua Fujo di dunia, di masa lalu dan masa depan. Aku akan menghapusnya dengan kekuatanku sendiri.”


    Sambil mengucapkan permohonannya, Tubuh Sheratan disinari cahaya misterius. Kemudian, dari dalam monster besar yang melayang-layang tadi, Ayano melompat turun dan mendekati Sheratan.

    “Jangan bercanda. Itu bukan permohonan yang kita janjikan. Kau tidak bisa menghapus kami begitu saja. Tunggu dulu…!? Kalau permohonan itu terkabulkan, kau akan merusak segala tatanan hukum dunia! Jangan bilang kalau… Apa kau berniat untuk menjadi Dewa!?” Ucap Ayano

    “Aku tidak peduli apakah aku akan menjadi Dewa atau tidak. Aku hanya tidak ingin mereka yang percaya pada harapan menangis. Aku ingin mereka tersenyum hingga akhir. Karena itulah, aku akan menghapus segala hukum yang menghalanginya. Aku akan menulisnya kembali. Itulah harapanku. Sekarang kabulkanlah, Flame-kun!!!”


    Pilar cahaya besar yang menembus langit terpancar di sekitar Sheratan dan Flame-kun. Kemudian di pengelihatan Dejiko, semuanya nampak putih.

    =============================================================================================​

    “Setelah itu aku tidak begitu mengerti apa yang terjadi. Aku melihat seolah-olah dunia sedang ditulis kembali. Lalu tanpa kusadari aku terbangun di rumah sakit.”

    -Short Story: End-​
     
    fleurishana, s4skiazh and Dango like this.
  2. Dango

    Dango Guilty Kiss! Staff Member

    349
    162
    91
    Y u no give me moar actionn.. well cameo doesn't have a place to beg..
     
  3. Fairus Firnanda

    Fairus Firnanda Silver King Staff Member Uploader

    150
    43
    63
  4. Arashi354

    Arashi354 Menghitung waktu.... Staff Member

    640
    276
    138
    oh waw, akankah ini tanda kapal Sheratan x Dejiko akan segera berlayar? ( ͡° ͜ʖ ͡°)
     
    Flame-kun likes this.
  5. Ayano

    Ayano Staff Member Uploader

    Elah =))

    _____

    /o/
     
  6. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    wat is cameo? a snack?

    roaarr

    sidik menggila

    villain :siul:

    sebenarnya ceritanya lebih panjang dari ini. kondisi kotanya kan kalian belum liat. wujud asli musuhnya juga belum dijelaskan. sama beberapa detail penting lainnya :sneaky:
     
  7. Fairus Firnanda

    Fairus Firnanda Silver King Staff Member Uploader

    150
    43
    63
    kalau begitu keluarkan versi panjangnya :D
     
  8. Dango

    Dango Guilty Kiss! Staff Member

    349
    162
    91
    cameo itu camilla romeo
     
  9. EsFadhaa

    EsFadhaa Member

    165
    26
    63
  10. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    This is madness...
     
  11. fleurishana

    fleurishana Staff Member

    1.530
    466
    253
    asik awal muncul nih B-) //berasakeren

    btw obrolan Deji-Ayano pon dari mulai “Jadi ini semua ulah mpok Kajik?” sampai bawah malah bikin ngakak karena pake bahasa keseharian =))))

    dan scene hampir terakhir wakakakka
    dat Mahou Shoujo Sheratan Magica =))

    [​IMG]

    editan level dibawah amatir
     
    Dejiko likes this.
  12. Sheratan

    Sheratan Parental Advisory Staff Member Uploader Donatur Event Winner VN Development Team Masa Latihan

    3.728
    738
    248
    :caution:
     
  13. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    Arte
    I have a good Idea.
    • first, come at me, bro.
    • second, look at hana's pic above.
    • last, fix 'em.
    how is it?
     
  14. Arte

    Arte Staff Member

    644
    450
    168
    I made an improvisation as well

    DAS.
    1.
     
    s4skiazh, fleurishana and Dejiko like this.
  15. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    that green one is eyecrusher!!

    but I give my like to spoilered one. dat swag smile =))
     

Share This Page