Angel Beats: Akira!

Discussion in 'RP Story Locker' started by darkro90, 24 January 2012.

  1. darkro90

    darkro90 The Perfect and Elegant Maid

    353
    29
    68
    Perhatian:
    1. Membaca selalu rules dan pengenalan roleplaying dapat membantu kamu dalam ber-roleplaying.
    2. Semua diskusi, argumen dan debat tentang jalan cerita ataupun cara roleplay dapat dilakukan di thread diskusi AB: Akira!.
    3. Walaupun kamu tidak dapat mati permanen di permainan yang ini, kamu juga harus mendapatkan ijin ataupun situasi yang mengharuskan jika kamu ingin membunuh karakter player lain.
    4. Kamu dapat menggerakan NPC (Karakter-karakter asli dari anime itu sendiri), tetapi kamu dilarang untuk menggerakan NPC yang berakibat langsung terhadap karakter RP user lain. Contoh:
    5. Player wajib menggunakan Timestamp (atau penunjuk waktu) di setiap awal dan akhir post mereka. Contoh:
    6. Player juga diharapkan memasang userbar seperti yang sudah disediakan disini.
    7. Lokasi/Action terakhir para NPC dan karakter RP dapat dilihat disini.
    Yang terpenting, bersenang-senanglah!


    IC (In Character):
    [​IMG]
    Tidak ada murid lagi, sepertinya. Kanade dengan teliti melihat-lihat sekelilingnya di sebuah lapangan besar yang kosong, dan mengantisipasi apakah ada lagi member SSS yang akan melanggar peraturan. Bruk! Kanade dengan sigap langsung melihat ke sekeliling untuk mengidentifikasi sumber suara tersebut, dan dia melihat seorang siswa yang seperti baru saja bangun dari tidur. Kanade, tanpa ragu, mengampiri siswa itu dan membantu dia berdiri.
    "Apakah kamu baik-baik saja?" Kanade bertanya ke siswa tersebut.

    [​IMG]
    Yurippe mengisi senapan Dragunov, dan menghirup udara sedalam-dalamnya. Setelah dia mencari-cari di antara gelapnya malam dengan sekop Dragunov yang sudah beruap dikarenakan dinginnya malam itu, akhirnya dia melihat Kanade sedang membantu seseorang bangun di tengah-tengah lapangan. Sedang apa dia? Dia langsung membidik kepala Kanade dan bersiap menembak untuk mencegah Kanade melakukan rutinitas "Salam-kenal-kamu-sudah-mati" yang biasa dia lakukan, yang akan berakhir dengan sebuah tusukkan ke arah jantung. Hmmm, tapi apakah ini diperlukkan? ah, sudahlah kubiarkan saja dia melakukan pekerjaan dia Yurippe, merasakan seseorang ada di belakangnya, langsung berkata: "Rupanya kamu sudah bangun, ya".

    OOC: Out of Character Dua player pertama yang posting dapat menjadi salah satu orang dari 2 sisi tersebut (jika tidak mau juga tidak apa, dapat diberikkan kepada user selanjutnya). Sisanya dapat bangun di tempat lain seperti gedung olahraga, kelas, lantai kantin, dan lain-lain.
     
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    [img=center]http://i.imgur.com/qEokq.png[/img]
    masih canggung nyo. Dejiko Demam panggung. tapi coba deh

    OOC : begini nyo? kalau salah langsung saya delete sendiri nyo. gambarnya nyusul ya
    buat yang belum tau cerita angel beats bisa baca disini nyo (promosi blog)
    http://animepediaid.wordpress.com/2011/ ... gle-beats/
     
  3. Odahviing

    Odahviing Member

    523
    22
    73
     
  4. Jormungand

    Jormungand Member

    74
    0
    0
    Leyna membuka mata, kemudian menguceknya dan mulai memperhatikan sekelilingnya. Pemandangan yang jauh berbeda dari yang biasa dia lihat.

    Tempat apa ini?

    Leyna memijat bagian depan jidatnya yang terasa sedikit pusing. Menggelengkan kepalanya dan kemudian kembali memperhatikan keadaan. Dia sedang bersender membelakangi sebuah dinding dengan warna cerah. Leyna kemudian berdiri dan mendapati dirinya sedang mengenakan pakaian yang tidak bisa dia kenakan; seragam sekolah. Uhh, sejak kapan aku ganti pakaian? Ini... ini seperti baju yang biasa dipakai oleh beberapa anggota. Agak berat dan hangat... Leyna mengangkat ujung roknya sedikit dan memperhatikannya. Dia tidak biasa mengenakan rok seperti ini. Ini seperti yang biasa dikenakan wanita yang keluar masuk kamar bos... Hanya tidak ketat... Ehhh, bagus juga... pikir Leyna dalam hati. Dia memperhatikan ujung blazer dari leher sampai bagian tangan, kemudian dia tersadar akan satu hal.

    Ah. Pikirnya kembali teringat akan kejadian di gang kecil yang gelap di mana dia mengiris pergelangan tangannya. Tubuhnya menggiggil seketika, Apa aku di surga? Aku dapat pakaian bagus seperti ini... Leyna menggelengkan kepalanya pelan, Tidak mungkin, mana bisa orang kotor sepertiku... Kalau bukan, tempat apa ini? Kenapa aku bisa ada di sini? Ada yang menyelamatkanku? Di mana? Pakaian ini?

    Tiba-tiba terdengar suara agak jauh dari tempatnya, Leyna segera menempelkan badannya ke dinding dan mencoba mencari pisau atau pistol yang biasa dia bawa, hanya saja tidak ada apa-apa di rok yang baru saja dia kenakan ini. Berusaha tidak panik, Leyna mengintip dan terlihat seseorang berambut tidak terlalu panjang, seorang gadis, mungkin seumuran dengannya sendiri, sedang mengendap sambil membawa senapan laras panjang yang Leyna kenali.

    Lawan? Kawan...?, pikir Leyna. Dia memperhatikan gerak gerik gadis tersebut yang kemudian diam di posisinya. Tiba-tiba dia melihat seseorang lain bangun di belakang gadis dengan rambut ungu gelap itu, yang kemudian tampak mulai berbicara satu sama lain.

    Leyna lanjut mengamati mereka sebentar, gelap malam menghalangi dia untuk bisa melihat dengan lebih jelas. Akhirnya dia memutuskan kalau ini kelihatan tidak baik, Sepertinya... Ada perkelahian di sebelah sana. Lebih baik menghindar, tidak ada yang bisa dipakai untuk membela diri..., pikirnya sambil perlahan mengendap-endap pergi dari tempat persembunyiannya.

    Leyna berusaha mencari jalan keluar dari tempat itu menuju ke suatu tempat lain di mana dia bisa bermalam; setidaknya mungkin dia bisa mencari tahu lebih lanjut jika hari sudah terang. Leyna memutari bangunan dan menemukan seorang gadis berambut putih panjang sedang berdiri di tengah lapangan bersama dengan seseorang yang sedang terduduk. Leyna tetap menjaga jarak dan berusaha tidak menarik perhatian sambil mempelajari sosok lain di tengah lapangan itu. Gadis yang satu ini mengenakan pakaian yang sama dengan Leyna. Ah, seragam! Mungkin aku bisa bertanya sesuatu pada mereka... tetapi begitu melihat siluet gadis dari bagian ujung lain yang baru saja dia berusaha hindari, Leyna mengurungkan niatnya untuk coba mendekati

    Ah, ini tidak bagus. Mungkin aku bisa ikut kena tembak juga kalau dekat-dekat., katanya dalam hati sambil bergerak menuju arah lain menghindari gedung. Setidaknya aku tahu aku tidak sendirian di sini, tapi siapa mereka?

    Satu hal yang masih jadi misteri baginya terngiang kembali di kepalanya,
    "Di mana aku...?" gumam Leyna dengan suara pelan. Dia melihat-lihat dan menemukan seseorang terkapar tidak jauh darinya. ... Oo, ada mayat? Masih hidup? Leyna mendekati perlahan dan berjongkok sambil tetap menjaga jarak. Karena penasaran, dia memungut sebuah kerikil dan melemparnya tepat ke wajah orang yang terkapar itu.... yang merespon dengan sedikit gerakan dan sepatah kata "Aw!" yang mebuat Leyna terkejut mundur dan terjatuh di bokongnya. "Uwa, masih hidup!" ucap Leyna pelan.
     
  5. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    [img=center]http://i.imgur.com/qEokq.png[/img]
    kelihatannya orang yang terkapar tadi sudah sadar. kedua orang itu pun mulai berbicara satu sama lain.
    "kelihatannya sudah terlambat. kalau begini apa boleh buat . ."
    Gadis yang bersama Deji itu menarik pelatuk senapannya dan dari jarak lebih dari 100 meter, namun ketika peluru hampir mengenai pelipis targetnya . . .
    "Guard Skill : Distrortion"
    peluru itu terpental terkena tameng transparan yang dengan miserius muncul di samping si gadis rambut putih. lalu gadis berambut putih tersebut menoleh ke arah mereka berdua
    "ap, apa yang terjadi?" Deji sungguh kaget
    "sial. cepat! kita kabur"
    perempuan itu beranjak dan meninggalkan senapannya. "hey" Deji pun mengejar dari belakang.
    "kalau melarikan diri kita tidak aja dibunuhnya"
     
  6. Arte

    Arte Staff Member

    644
    450
    168
    [​IMG]
    [hr]
    ...?

    Yoshiya terbangun dan ia menyadari bahwa ia saat ini tengah berada di sebuah bangunan sekolah yang sama sekali ia tidak kenal.

    Ia menyadari dirinya terbangun di sebuah kantin sekolah yang sangat asing baginya, ia perlahan terbangun dan menengok ke kiri dan kanan hanya untuk menemukan bahwa dirinya seorang diri di dalam kantin itu.

    Yoshiya berpikir bahwa tidak ada gunanya tergesa-gesa untuk mencari seseorang, karena sudah dapat diasumsikan bahwa sekolah ini tidak ada penghuninya. Mulai dari jam dinding yang menunjukkan saat ini adalah pukul 8 pagi yang harusnya sudah banyak siswa berkeliaran di lorong, namun sangat hening layaknya kuburan. Benar-benar kondisi yang sangat mencurigakan dan menimbulkan banyak pertanyaan.

    Maka dari itu Yoshiya berhenti sejenak dan duduk sambil berpikir...

    Apa yang terjadi?
    Dimanakah ini?
    Jelas sekali ini bukanlah sekolahku, lantas?
    Haruskah aku keluar dari bangunan ini?
    ...
    .....
    ........

    Dan terus banyak sekali pertanyaan yang terlontar didalam pikiran Yoshiya, ia pun memutuskan untuk menunggu di kantin sambil mencoba mencari sinyal 3G agar ia dapat browsing dengan telepon genggamnya itu.
    [hr][LAST ACTION]
    Waiting at School's Cafeteria.
     
  7. ArisaNarukami

    ArisaNarukami Member

    281
    35
    63
    [​IMG]
    [hr]

     
  8. Arte

    Arte Staff Member

    644
    450
    168
    [​IMG][hr]
    ...ng?

    Yoshiya yang sedang asyik bermain dengan handphone nya pun terdiam dan sadar sejenak bahwa ada orang lain tepat berada di dekat jendela. Termenung, entah karena apa, yang pasti satu, ada orang lain yang berada di gedung sekolah ini selain dirinya.

    "Oi..!"

    Yoshiya memanggil pria itu, sesaat pria tersebut menengok, Yoshiya langsung dapat menyimpulkan bahwa orang ini baru saja menangis dari kedua matanya yang sembab.

    Lalu, satu hal yang membuat Yoshiya terheran, mengapa seragam orang ini compang-camping. Dan satu hal yang dapat diperkirakan olehnya, kemungkinan dia adalah salah satu siswa di sekolah ini, atau mungkin dia juga bukan salah satu siswa di sekolah ini. Banyak sekali pertanyaan dan analisis mentah yang terlontar di kepalanya.

    Yoshiya pun kembali menyapa orang itu sambil menutup handphone-nya.

    "Yo, kau salah satu dari siswa di sekolah ini? Kau tahu ini dimana? Dekatkah dengan Shibuya?"

    [hr][LAST ACTION]
    Asking to Unknown Person (ArisaNarukami)
     
  9. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    [img=center]http://i.imgur.com/qEokq.png[/img]
    ooc : maaf, kesannya Dejiko kayak tokoh utama. setidaknya bagi yang belum tau cerita di dunia Angel Beats bisa kalian baca diatas. kalau mau menggerakan Yuri kalau bisa sekalian gerakan karakter Deji soalnya sepanjang hari ini mereka bakal sama-sama terus (kalau mau dipisah juga gak papa sih. ini cuma persetujuan aja nyo)
     
  10. darkro90

    darkro90 The Perfect and Elegant Maid

    353
    29
    68
    OOC: RP kembali dibuka, silahkan ber-rp ria kembali :ok:
     
  11. ArisaNarukami

    ArisaNarukami Member

    281
    35
    63
    Re: [Voting]Angel Beats: Akira!

    [img=left]http://i.imgur.com/IqPL0.png[/img]
    [hr]
    OOC : Hahaha maaf ya kalo sifat chara saya begitu dingin.... Oh ya kalo ada yang aneh, ga setuju ato mengganggu jalan cerita, tolong kasi tau saya secepatnya!!
    Dan silahkan menggerakan karakter Ernest, dengan syarat jangan menghilangkan sifatnya yang dinginnnn itu...
     
  12. Rikyu

    Rikyu Member

    187
    5
    53
    Re: [Voting]Angel Beats: Akira!

    [​IMG]

    [hr]

     
  13. Arte

    Arte Staff Member

    644
    450
    168
    [​IMG][hr]

    Yoshiya mengejar pria itu sambil berjalan pelan, ia melihatnya sedang menyilangkan tangannya di dinding dekat pintu atap sekolah. Ia terheran, namun dari ekspresinya ia dapat mengasumsikan bahwa ia malu untuk mendekati kedua orang yang sedang berbincang-bincang di atap sekolah itu.

    Y : "...Sedang mengintip ya? Hobi yang buruk.."

    Lelaki itu terdiam dan tetap menyilangkan tangannya, Yoshiya pun sedikit bingung, jika didiamkan terus maka tidak akan berlanjutlah 'conversation' ini. Setelah menghela napas ringan, ia bertanya kepada pria itu.

    Y : "...Kau, siapa namamu?"

    Lelaki itu memandang kearah Yoshiya, sembari berkata...

    ? : "...Hm, kau ingin tahu namaku tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu?"
    Y : "...Oh, where's my manner? Perkenalkan, aku Yoshiya Kiryuu, tapi ayah dan ibu memanggilku Joshua, salam kenal...Hee Hee..."
    E : "...Oh, Yoshiya? Salam kenal..Panggil saja aku Ernest."
    Y : "Ok, Ernest. Bagaimana kalau kita menyapa kedua perempuan cantik disana? Mungkin kita bisa mendapatkan informasi yang kita inginkan, seperti siapakah mereka, dimanakah ini, dan semacamnya."


    Ernest berpikir sejenak, ia harus memutuskan cepat atau lambat apakah ingin mendekati kedua orang tersebut.
    [hr]
    [LAST ACTION]
    Waiting for Ernest to answer his question.
     
  14. Odahviing

    Odahviing Member

    523
    22
    73
    [​IMG]


    Mean while menceritakan kejadian pada saat sebelum pagi di event dejiko

    Aku melihat 2 orang berlari tunggang langgang setelah gagal membunuh gadis di depanku ini,dan setelah melihat kejadian ini aku semakin bertanya-tanya siapakah gerangan dia?

    H:"Hah,pertunjukan yang bagus gadis kekuatan yang cukup mengesankan akan tetapi kau tidak lupa akan pertanyaanku sebelumnya bukan?"
    K:"Oh kenalkan namaku Kanade Tachibana,aku adalah seorang malaikat dan salah satu pengurus dan di sini"

    aku terdiam mendengar jawabannya...Malaikat?satu-satunya malaikat yang kutemui telah melempar ku kesini dan sekarang ada lagi yang mengaku sebagai Tenshi/Malaikat?

    H:"Hi bisakah kau beritahu latar belakang dimana kita berada sekarang Nona Kanade?"
    K:"Kau berada diantara dunia kematian"
    H:"Hanya itu?"
    K:"Tidak,orang-orang yang mempunyai penyesalan yang cukup besar pada saat dia hidup akan dihidupkan kembali disini untuk menebus penyesalan yang ada dan kemudian akan dikirim ke Surga ataupun Neraka"

    aku terdiam kembali... dan kemudian aku melihat langit yang cerah oleh bintang,tetapi terasa hitam oleh sunyinya tempat ini,dan aku merasakan lukaku perlahan-lahan mulai sembuh dan terpantul kaca penggambaran wajahku oleh terangnya bulan,terlihat jelas wajahku kembali muda aku tersentak kaget dan kemudian gadis itu mulai bertanya

    K:"Sepertinya lukamu sudah mulai membaik"

    aku masih terselimuti oleh rasa kaget,tetapi kemudian aku mengendalikan diri dan mulai bertanya

    H:"Kanade apakah di tempat ini akan membuat semua orang disini kembali ke masa muda?dan sepertinya di dunia kematian ini kematian adalah hal yang biasa berarti kalau misalnya aku telah mati oleh tusukanmu tadi aku bisa hidup kembali bukan?"

    K:"Semua yang kau katakan benar,untuk usia mungkin lebih tepatnya 15-18 tahun"

    Aku tersentak setelah mendengar jawaban dia,umur 15-18 tahun? Lucifer kau...

    K:"Hei matahari mulai bangkit menyinari untuk mencerahkan semangat di pagi hari ini,kau...maukah engkau ikut dengaku?"
    H:"ikut denganmu?"
    K:"Ya ikut denganku agar penyesalanmu cepat terbayar dan kau mungkin bisa langsung ke surga"
    H:"Surga.... hi kalau begitu aku ingin menanyakan soal gadis dan seseorang yang berusaha membunuhmu tadi kira-kira siapa mereka dan kenapa mereka melakukan hal itu?"
    K:"Oh gadis itu adalah Brigadir SSS sekumpulan orang yang berusaha menguasai tempat ini dan mereka cukup mengganggu dan membuat berbagai keonaran disini untuk seorang lagi aku tidak tahu,sepertinya dia juga baru tiba sama sepertimu"

    Hmm jadi tidak hanya aku saja yang baru tiba disini dan aku pun kemudian berkata

    H:"Gadis itu..."
    K:"Kenapa?"
    H:"Gadis itu.."
    K:"Yah?"
    H:"Sepertinya lebih menarik dari pada kamu"
    K:"Ngg?"
    H:"Arghh,lupakanlah apa yang aku baru katakan barusan,tetapi sepertinya gadis itu mengetahui jawaban yang kubutuhkan"
    K:"Jadi kau mau menemui dia sekarang?"
    H:"Sepertinya,kalau begitu aku permisi dulu"

    aku mulai melangkah pergi tetapi terhentikan oleh suara merdu yang memanggilku

    K:"Hi aku ingin bertanya sebentar"
    H:"Soal apa?hmm karena kau tadi menjawab semua pertanyaanku maka aku menjawab pertanyaanmu sebisa mungkin memang apa yang ingin kau tanyakan?"
    K:"Siapa kamu? dan aku penasaran pada saat aku menusukmu tadi harusnya kau kaget dan tewas tetapi kenapa tidak?"
    H:"Namaku Hagari Pandu Firdaus dari Indonesia negara dengan segala macam permasalahan dan konflik terjadi,tidak hanya negaraku saja sih tetapi negaraku sekarang mungkin negara dengan krisis kepercayaan paling tinggi untuk ukuran negara Demokrasi yang pernah aku tahu,dan soal "perbuatanmu tadi" aku tidak tewas karena seseorang tidak menginginkanku tewas begitu saja meskipun aku bisa hidup kembali disini"
    K:"Dan penyesalan apa yang membawamu sampai kesini?"

    Aku terdiam sejenak karena penyesalan yang aku tahu berlangsung selama hidupku dan aku tidak bisa menghitung atau mengingat penyesalan apa yang telah aku perbuat,hidupku terlalu buruk untuk diceritakan tetapi masih terdapat bagian yang manis untuk dikenang

    H:"kita bisa membicarakan itu nanti Kanade"

    Matahari mulai menyinari tempat kami berada,terlihat kedua matanya berwarna kuning indah sekali tetapi aku kemudian berpaling dan berkata

    H:"Pagi telah tiba,Pagi telah tiba hatiku gembira~~ ahahahaha menyenangkan sekali,maaf aku permisi dulu aku harus mengejar gadis tadi,selamat tinggal!"

    aku melihat dia sejenak,dia terdiam tetapi sepertnya dia memendam sesuatu entah apa itu,dan sekarang aku harus mencari gadis tersebut,demi apa yang telah kulakukan selama aku masih hidup.
     
  15. Kudryavka

    Kudryavka Riajuu-wannabe

    197
    11
    88
    [​IMG]

    Ivan mulai terbangun dan menyadari bahwa berada pada sebuah ruangan. Ruangan yang gelap dan sunyi.
    "Dimana aku?"
    Ivan kemudian melihat bajunya. Bajunya masih penuh darah dan penuh dengan bekas lubang peluru.
    "Hm? Kenapa aku masih hidup? bukankah aku harusnya telah mati terbunuh? Ah sudahlah, lebih baik aku keluar dari sini terlebih dahulu."

    Setelah mencari-cari pintu keluar akhirnya Ivan dapat menemukan pintu keluar dan menyadari bahwa tempat ini adalah gudang tempat penyimpanan barang-barang olahraga. Tidak lama kemudian, terdengar suara tembakan keras. Ivan pun dengan cepat langsung berlindung di tembok.
    "Tembakan? Kenapa di tempat seperti ini ada tembak? bukankah ini sekolah?"

    Dengan cepat Ivan segera keluar dari gudang penyimpanan barang-barang olahraga dengan membawa sebuah tongkat baseball untuk pertahanan diri. Sesaat kemudian Ivan melihat seorang gadis kecil berambut silver dengan seorang laki-laki yang bercakap-cakap.
    "Hoo... Ternyata ada orang selain aku di sini. Lebih baik aku ikuti terlebih dahulu gadis itu, sepertinya gadis itu mengetahui banyak hal tentang dunia aneh ini."
    Ivan kemudian bersembunyi tidak jauh dari mereka dan memutuskan untuk mengikuti mereka dari jauh terutama gadis berambut silver tersebut.
     
  16. Mocky

    Mocky Member

    274
    27
    53
    [​IMG]

    Cahaya bulan yang sudah mulai tidak terlihat, angin yang bertiup lembut, suara-suara angin malam yang membuat suasana makin terasa sejuk ini membuat Hayato yang sedang tiduran sambil tak sadarkan diri itu merasa berada diatas awan,

    "aaah.. sudah berapa lama sejak aku tidak tertidur sepulas ini..."

    Hayato yang merasa sangat nyaman walau tiduran diatas tanah itu tetap terbaring menikmati angin malam,

    "Angin malam yang sejuk.. tak kusangka aku bisa tertidur dengan nyaman sekali setelah menyelesaikan anim-"

    belum menyelesaikan pikirannya Hayato kembali teringat sesuatu,

    "Animasi .. ? Oh iya... karyaku .. apa yang terjadi dengan kar-"
    PLETAKK
    "Aw !"

    Hayato yang sedang terbaring memikirkan sesuatu itu merasa mukanya telah diketuk oleh sesuatu, Iapun mencoba untuk bangun dengan rasa penasaran dan ingin tahu sebenarnya ketukan apa yang berhasil membuat ia terbangun. dengan tatapan yang masih agak buram, ia mengucek matanya dan tatapannya pun tertuju kepada seorang perempuan kucel yang memakai seragam sekolah itu.
    sambil mengkerutkan matanya dan menggaruk2 rambutnya yang afro, Hayato pun mulai mengajaknya berbicara

    "Oi, apa kau yang tadi mengetuk pipi ku?"

    perempuan itu diam sambil melangkah mundur dan terlihat agak gugup.

    "Oi oi, kenapa diam saja, apa kau- ehh.. ? dimana ini ???"

    Hayato yang baru sadar bahwa keadaan disekelilingnya ternyata bukan tempat tidurnya yang seharusnya mulai kebingungan dan secara refleks melontarkan pertanyaan itu kegadis itu.
     
  17. ArisaNarukami

    ArisaNarukami Member

    281
    35
    63
    OOC : Gini aja ya! Kalo ada yang ganjil, terutama timeline, kasih tau ya!

    [​IMG]
    [hr]
    OOC : Yosh! Oh ya sifat Ernest satu lagi adalah GAPTEK!! Karena dia selalu merasa hidup di jaman Sengoku dan tak mempedulikan teknologi selama ia masih memiliki jiwa samurai. :teh:
     
  18. Arte

    Arte Staff Member

    644
    450
    168
    [​IMG][hr]8.40 PM, Ruangan Kelas[hr]
    *SRAAK*

    "...ng?"

    Yoshiya membuka pintu ruangan kelas darimana asal suara lagu ''Goodbye Days'' itu berasal, dan menemukan ada seorang perempuan dengan rambut putih salju, panjang, matanya merah indah bukan merah karena iritasi mata. Cukup terkejut, dan langsung saja banyak pertanyaan kembali terlontar di pikirannya.

    "Siapa gadis ini?"
    "Seragamnya pun berbeda dari Ernest...Berarti salah satu diantara mereka adalah siswa/i di sekolah ini.."
    "Atau malah keduanya sama sekali bukan berasal dari sekolah ini..?"
    "Goodbye Days by YUI, berarti 70% kemungkinan besar bahwa ia juga orang Jepang.."
    ...
    .....
    .........

    Terlepas dari pikirannya, Yoshiya mulai berbicara kepada perempuan itu.

    Y : Kau kah yang memainkan lagu tersebut? Aku juga fans beratnya YUI, lho.

    Yoshiya melemparkan pertanyaan retoris kepadanya, seolah-olah agar ia terlihat lebih bodoh dibandingkan perempuan ini.

    [hr]
    [LAST ACTION]
    Asking the girl (Sherry)
     
  19. Rikyu

    Rikyu Member

    187
    5
    53
    [​IMG]

    [hr]

     
  20. Jormungand

    Jormungand Member

    74
    0
    0
    [​IMG]

    Apa dia marah? Dia marah?! Aku akan diserang? Mau apa dia? Dia marah? Dia mendekat?! Jangan mendekat! Jauh! Leyna berteriak-teriak di dalam pikirannya. Tangannya meraba-raba tanah kemudian memunguti batu batu kecil di sekitarnya. Dia melempari orang yang baru saja bangun itu.

    "Hiii..! Hieee!!", air mata pelan-pelan mengalir dari mata Leyna yang kebingungan. "Aku tidak tahu apa-apa! Aku tidak tahu apa-apa!" jeritnya.

    "H-hey! Aduh! Tunggu... Agh!", orang berambut kribo itu berusaha menangkis lemparan-lemparan dari Leyna sambil terus berusaha mendekat. Leyna kemudian menyentuh batu yang agak besar dan berusaha mengangkatnya dengan kedua tangannya. Hanya saja batu itu cukup berat sehingga menyebabkan tangan Leyna terkilir.

    "Aaaa! AAAAAAHH!!", Leyna kembali menjerit histeris. Dia memegang pergelangan tangannya yang sakit, kemudian menoleh ke arah orang yang dikira ingin menyerangnya. Leyna yang panik berusaha bangun dari tanah, tetapi dikarenakan tangannya yang terkilir dia malah terjatuh berkali-kali. Dia menoleh kembali dan menemukan orang itu sudah mulai berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Leyna....


    OOC:
    Silahkan ini mau diapain entah mau diculik dihajar dihantam dismackdown...
     

Share This Page