Completed Akame ga Kill

Discussion in 'Anime' started by 0026ueki, 21 July 2014.

  1. 0026ueki

    0026ueki Member

    570
    50
    68
    [​IMG]
    ANN | MAL | Official Website

    Alternative title:
    RED EYES SWORD
    アカメが斬る! (Japanese)
    Synonyms: Akame ga Kiru!

    Information
    Type: TV
    Episodes: 24
    Status: Currently Airing
    Aired: Jul 7, 2014 to ?
    Producers: Square Enix, White Fox, Sentai Filmworks, TOHO animation
    Genres: Action, Adventure, Fantasy
    Duration: 23 min. per episode
    Rating: R - 17+ (violence & profanity)

    Plot Summary:
    Tatsumi is a self-acknowledge country bumpkin who is nonetheless a well trained fighter. He and two companions leave their remote village to head to the Imperial City to find a way to relieve their friends and family from ruinous taxation imposed by the authorities. Yet the Imperial City is filled with unimaginable amounts of corruption and evil from supernatural sources. Tatsumi is immediately swindled after reaching the City and nearly loses everything soon after, but finds himself allied with an unlikely group of assassins.

    PV:

     
  2. Dejiko

    Dejiko 6 years old Staff Member

    2.326
    547
    253
    berapa banyak dari kalian yang sudah nonton anime ini? saya mau kasih review tentang ceritanya

    di atas tulisannya cuma action, adventure, fantasy ya? padahal nuansa gorenya lebih kuat lho. episode 1 aja udah dikasih liat gudang penyiksaan manusia. dan sebenarnya mereka gak adventure-adventure amat. lokasi kerjadian perkara terbesarnya tetap di daerah ibukota dan sekitarnya.

    oke, coba kita simpulkan sedikit. akame ga kill bercerita tentang keadaan dimana suatu kerajaan besar berisi oleh politikus-politikus 'nakal', orang-orang yang mengancam kebebasan warga, dan juga pembunuh. tapi jangan bayangkan kalau kotanya ini kota mati gitu ya. secara pandangan umum kotanya tetap seperti kota besar biasa kok. anggaplah seperti Indonesia, negara makmur dan kaya, yang KPKnya selalu terlihat nangkep orang lewat TVOne. namun di kota ini, dikabarkan kalau rajanya adalah seorang anak kecil yang selalu dipengaruhi oleh mentrinya yang jahat. hal tersebut membuat hukum di kerajaan ini tumpul keatas tajam ke bawah (maksudnya tidak baik).

    itu gambaran kecilnya. kemudian terbentuklah sebuah perkumpulan pemberontak yang hidup diluar ibukota. dari tim pemberontak ini, dibentuk lagi tim pembunuh yang disebut Night Raid. nah, Night Raid ini yang bekerja membunuh orang-orang jahat yang meresahkan rakyat, yang lolos dari jerat hukum di ibukota.

    dititik ini saya anggap keren. mereka memang terlihat seperti seorang pahlawan. dan lebih hebat lagi ketika dijelaskan bahwa anggota-anggotanya adalah orang-orang yang pernah merasakan pahitnya kehidupan. baik itu korban pelatihan anak, korban diskriminasi, mantan militer yang difitnah, dll. meski telah melihat sisi jahat ibukota, tetapi mereka tetap menganggap kalau diri mereka tidak lebih dari seorang pembunuh berkedok penyelamat.

    disamping itu, ibukota memiliki tim yang disebut Jaeger (bacanya yaeger. bukan jeger). tim yang dibentuk oleh kolonel paling ditakuti, berisi anggota-anggota terpilih pemegang Teigu, yang bertujuan untuk menghentikan tindakan Night Raid. ibukota mengatakan bahwa Night Raid tidak lebih dari sekelompok pembunuh.

    sekarang masuk ke pendapat saya. baik protagonis ataupun antagonis dalam cerita Akame ga Kill, Night Raid ataupun Jaeger, keduanya memiliki sisi keadilan dalam diri mereka. mereka adalah orang-orang yang saling bertarung meski sama-sama berjuang demi rakyat. Tatsumi adalah pria yang akan melakukan apa saja demi desanya. Akame adalah gadis polos yang dibesarkan di medan pertempuran. Shelle adalah gadis yang ingin mencari jati diri dan teman sejatinya. Seiryuu adalah gadis yang memiliki jiwa keadilan yang tinggi (walau sifat seramnya muncul ketika bertarung). Wave adalah pria yang bercita-cita menjadi militer untuk melindungi orang lemah. Bols adalah pria yang ingin menebus kesalahan dimasa lalunya dan ingin berbuat baik.

    mereka adalah kelompok pembunuh. tapi keseharian mereka layaknya teman berkumpul biasa. memasak, makan bersama, main kartu, bercanda gurau, belanja, berlatih, main catur, dsb. sebagian besar sangatlah normal sampai terkadang saya lupa kalau mereka adalah pembunuh. disinilah sisi menariknya. saya sampai berpikir antara Night Raid ataupun Jaeger, yang manapun yang menang tidak masalah, keduanya orang baik. all hail Wave x Kurome \ :v /

    ini adalah kenyataan hidup. disekitar kita ada orang baik, ada orang jahat, ada orang baik yang terpaksa berbuat jahat, dan ada orang yang sebenarnya baik tetapi dipengaruhi oleh orang jahat. kita hidup di jaman dimana pertumpahan darah tidak lagi bisa menghentikan kejahatan, hanya mukzizat yang bisa melakukannya. tetapi karena itulah, kita hanya bisa memulai dari diri sendiri dan berjalan di jalan yang kita percayai seutuhnya, karena tidak ada sesuatu yang sepenuhnya benar. itu adalah pesan moral yang saya tangkap dari cerita ini.
     

Share This Page